Biografi Kahlil Gibran, Penyair Lebanon

0
456
Kahlil Gibran. (idntimes.com)

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari yang terletak di sebuah dataran tinggi di pinggiran salah satu karang terjal Wadi Qadisha (Lembah Suci Keramat). Desa Beshari secara geografis berada di bagian utara Lebanon.

Nama lengkap Gibran dalam bahasa Arab adalah Gibran Khalil Gibran. Ejaan “Khalil” yang asli diubah menjadi “Kahlil” sesuai lidah orang Inggris berkat anjuran guru bahasa Inggrisnya di sekolah tempat ia belajar di Boston. Karena itu Gibran Khalil Gibran selalu dikenal sebagai Kahlil Gibran.

Dalam kebiasaan orang Arab, nama ayah selalu dikenakan setelah nama anak. Nama keluarga Gibran juga mempunyai kaitan dengan kata Arab, “Jabre” yang berarti mengembalikan bagian-bagian yang tidak sama. Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa di Lebanon sendiri ada kebiasaan penamaan anak menurut nama kakek.

Gibran termasuk pengikut Gereja Katolik Maronit. Kristen Katolik Maronit adalah Gereja yang bernaung dalam lingkungan Gereja Katolik Roma tetapi tidak menggunakan liturgi berbahasa Latin. Bahasa Liturgi yang digunakan adalah bahasa Aramia dan Siria. Kristen Maronit juga memperbolehkan seseorang yang sudah menikah dan berkeluarga untuk menjadi pendeta. Akan tetapi yang menjadi pendeta sebelum menikah, tidak boleh menikah setelah menjadi pendeta.

Ayahnya, Khalil bin Gibran, adalah seorang gembala yang tidak ingin merubah nasibnya sebagai petani. Ibunya, Kamila, merupakan anak terakhir dari pendeta Estephanos Rahmi. Gibran mempunyai dua orang saudari (adik), masing-masing Mariana (1885) dan Sultana (1887), dan seorang saudara (kakak) tiri bernama Peter.

Sebelum menikah dengan ayah Gibran, Kamila telah menikah dengan salah seorang sepupunya sendiri bernama Hanna Abdel Salam, yang meninggal di tanah perantauan, Brasil. Dari perkawinan ini lahirlah Peter.

Gibran menerima pendidikan awalnya di rumah dari ibunya yang adalah seorang polygot, yang juga memiliki bakat seni musik. (Polygot: sebutan untuk orang yang mampu menguasai beberapa bahasa asing. Kamila menguasai bahasa Arab, Perancis dan Inggris).

Pada tahun 1894, Gibran bersama ibu dan kedua saudarinya, di bawah pimpinan Peter, menginjakkan kaki di Amerika dan langsung ke Boston, di mana penduduk asli Beshari bersama orang-orang Syria membentuk koloni di China-town. Selama dua tahun Gibran menghabiskan waktunya di Sekolah Publik di wilayah tersebut dan selalu memperoleh nilai yang tinggi di antara teman-temannya.

Setelah menyelesaikan sekolahnya di Amerika, Gibran kembali ke Lebanon dan masuk ke sekolah terkemuka Madrasah al-Hikmah, yang kini terletak di Ashrafiet, Beirut (1896-1901). Di sini Gibran mempelajari ilmu-ilmu antara lain, hukum internasional, pengobatan, musik dan sejarah agama.

Pada usia 18 tahun Gibran lulus dari al-Hikmah dengan sangat memuaskan. Karena ingin memperoleh pengetahuan lebih banyak, dia memutuskan berangkat ke Paris untuk belajar melukis. Dalam perjalanannya dari Beirut ke Paris pada tahun 1901, dia mengunjungi Yunani, Italia dan Spanyol. Gibran tinggal di Paris selama dua tahun.

Tahun 1903 Gibran kembali ke Boston karena saudarinya Sultana meninggal akibat penyakit Tuber Culosa. Pada tahun yang sama, Peter juga meninggal, disusul ibunya. Sekitar tahun 1912 Gibran pindah ke New York. Kahlil Gibran menutup matanya dengan damai tanggal 10 April 1931 pada usia 48 tahun, di Rumah Sakit St. Vincent, New York, namun dimakamkan di biara tua yang sunyi, Mar-Sarkis di Wadi Qadisha.

Karya-Karya Kahlil Gibran

Gibran termasuk penulis dan penyair yang sangat produktif. Ada begitu banyak karya tulis yang dihasilkannya. Umumnya karya-karya Gibran ditulis dalam dua bahasa; bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Karya-Karya Dalam Bahasa Arab: al-‘Arwah al-Mutamarridah (1906), ‘Ara’ is al Muruj (1908), al-‘Ajnihah al-Mutakassirah (1912), Dam’ah wa Ibtisamah (1914), al Muwakib (1919), al-‘Awasif (1920), al-Badayi’wa Taray (1925).

Karya-Karya Dalam Bahasa Inggris: The Madman/ Si Gila (1918), The Forerunner/ Si Pelopor (1920), The Prophet/ Sang Nabi (1923), Sand and Foam/ Pasir dan Buih (1926), Jesus The Son of Man/ Yesus Anak Manusia (1928), The Earth Gods/ Dewa Bumi (1931), The Wanderer/ Pengembara (1932), The Garden of The Prophet/ Taman Sang Nabi (1933), Prose Poem/ Penyair (1934), Secret of The Hearts/ Rahasia Hati (1947), Tears and Laughter/ Air Mata dan Senyuman (1949), Voice of The Master/ Suara Sang Nabi (1958), A Self-portrait/ Potret Diri (1959), Thoughts and Meditations/ Renungan dan Meditasi (1960), The Vision/ Visi Rohani (1997), Spirit Brides/ Roh Pengantin  (1998)

Selain karya-karya yang disebutkan di atas, ada juga sejumlah tulisan Gibran berupa puisi, prosa dan cerpen yang diterbitkan di berbagai media cetak dan surat kabar. (Robertus Fahik/ rf-red-st)

Referensi:

Alexander Y. H. Susanto, Nabi Segala Zaman- Memahami Pemikiran Kahlil Gibran dalam Sang Nabi, (Maumere: Penerbit Ledalero, 2005)

Fuad Hasan, Menapak Jejak Kahlil Gibran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2001)

Joseph Peter Ghougassian, Sayap-Sayap Pemikiran Kahlil Gibran, Ahmad Baidhawi (terj.), (Yogyakarta: Fajar Pustaka, 2004)

Joseph Sheban, Hidup dan Cinta Kahlil Gibran, (Yogyakarta: Diwan, 2005)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here