SDN Bertingkat Naikoten Kupang Upayakan PTM Terbatas bagi Semua Peserta Didik

0
158
Kepala UPTD SDN Bertingkat Naikoten 1 Kupang, Martinha Amaral, S.Pd.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – UPTD SDN Bertingkat Naikoten Kupang mengupayakan agar semua peserta didik dari kelas 1 sampai kelas 6 dapat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, meski harus melalui proses bertahap. Menurut Kepala UPTD SDN Bertingkat Naikoten Kupang, Martinha Amaral, S.Pd., proses PTM terbatas ini memprioritaskan peserta didik kelas 1 yang belum mengenal lingkungan sekolah dan para guru.

“Yang pasti bahwa sejak bulan September 2021, kami sudah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Di tahap pertama itu, kelas 1 dan kelas 5. Untuk kelas 1, pertimbangannya bahwa mereka baru masuk ke jenjang berikutnya, dari TK ke SD, baru belajar membaca, menulis dan berhitung, dan mereka belum mengenal lingkungan sekolah serta guru-guru. Oleh karena itulah, maka mereka yang pertama dihadirkan di sekolah untuk mengikuti  PTM terbatas. Kemudian kelas 5 yang saat itu adalah peserta Asesmen Nasional. Lalu, pada bulan Oktober dilanjutkan lagi dengan tahap kedua untuk kelas 2 dan 4. Selanjutnya pada bulan November, diikutsertakan juga kelas 3 dan 6, sehingga di bulan Desember semua kelas sudah dapat melaksanakan PTM terbatas,” ungkapnya ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Selasa (04/01/2022).

Ia menjelaskan bahwa semua siswa dapat mengikuti kegiatan PTM terbatas ini, karena sekolah telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang memenuhi standar protokol kesehatan. Di samping itu, ada kerja sama yang baik antara seluruh warga sekolah dalam mengontrol jalannya proses pembelajaran secara bertahap dan terjadwal, sehingga memungkinkan siswa kelas 1 sampai kelas 6 boleh mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman.

“Agar semua siswa sebagai unit PTM terbatas dapat belajar dengan baik, tentunya dibutuhkan evaluasi yang berkala dan memenuhi kriteria-kriteria sesuai standar protokol kesehatan antara lain guru-guru sudah harus divaksin, dan sekolah harus menyediakan hand sanitizer, alat pengukur suhu (termogun), wastafe, tisu dan lain-lain. Penting juga untuk memonitoring dan menjadwalkan PTM terbatas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan tenaga pendidik tidak menjadi alasan untuk menghambat berlangsungnya PTM terbatas di sekolah. Pihak sekolah, tegasnya, harus tetap mengedepankan kebutuhan peserta didik akan ilmu pengetahuan dengan memberdayakan guru-guru yang ada demi tercapainya tujuan pendidikan.

“Di tahun kemarin, kami mengalami kekurangan tenaga guru untuk Pendidikan Agama Islam dan Guru Kelas, sehingga ada guru yang beragama Islam mengambil alih mata pelajaran Agama Islam, sedangkan guru Bahasa Inggris merangkap Guru Kelas. Jadi kami harus atur betul-betul supaya sekolah ini bisa berjalan dengan baik, walaupun dengan kekurangan guru bukan berarti pembelajarannya tidak jalan, tetap jalan dengan berdayakan teman-teman guru untuk mengisi kekosongan itu,” ujarnya. (Yosi Bataona/ rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here