Guru dan Kepala SD Gugus III Golewa Selatan Ikuti Diklat “Refreshment”

0
113
Para Narasumber dalam Diklat “Refreshment” Guru dan Kepsek SD Gugus III Golewa Selatan

Ngada, SEKOLAHTIMUR.COM – Sejumlah guru dan kepala sekolah tingkat SD Gugus III Golewa Selatan, Kabupaten Ngada mengikuti Diklat “Refreshment” atau “Penyegaran” Pendidikan Karakter dan Kontekstual. Kegiatan tersebut berlangsung di SDI Soka, Desa Boba 1, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada pada Rabu – Jumat, 26 – 28 Januari 2022.

Ketua Panitia sekaligus Ketua K3S, Gregorius Beo, S.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi para guru dan kepala sekolah sebagai bagian penting dalam membangun semangat dan kesegaran di tengah pandemi Covid-19. Hal ini tegasnya demi peningkatan kualitas pendidikan termasuk perkembangan peserta didik.

“Kegiatan ini bermanfaat, karena dengan adanya virus yang mematikan ini membuat pergerakan dalam berbagai hal terhambat bahkan tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi dalam bidang pendidikan yaitu pembelajaran peserta didik juga guru sebagai ujung tombak. Dengan situasi seperti ini tenaga pengajar harus benar-benar mengikuti program seperti ini agar otak di-scan ulang biar bisa login dengan cepat demi perkembangan anak kita lebih baik,” ungkapnya.

Gregorius Nua, S.Pd., salah satu narasumber dalam kegiatan ini mengatakan, guru selalu menjadi garda terdepan bagi kemajuan bangsa dan negara secara khusus adalah anak didik. Oleh karena itu guru harus siap dan mau menerima perubahan. Guru juga perlu mengasah kembali segala aspek kompetensinya apalagi di tengah pandemi covid-19.

“Hasil evaluasi nilai yang kita jalani di masa pandemi ini benar-benar anjlok dan jauh sekali dari apa yang biasanya, juga sangat terlambat perkembangan anak. Maka dari itu perlu ada penyegaran agar bisa otak fresh dan kita sama-sama berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak. Dengan kegiatan ini kita juga bisa keluar dari kendala yang dihadapi di masa pandemi ini, dan agar kita bisa sama-sama mencari solusi dan bisa menemukan jalan keluar,” ungkap Gregorius yang juga Koordinator Wilayah Golewa Raya.

Dirinya juga mengharapkan agar para guru honorer mengikuti tes PPPK karena ke depan tes CPNS akan ditiadakan. Menurutnya, para guru honorer harus berjuang, banyak belajar, dan selalu mengkuti berbagai tuntutan yang ditentukan pemerintah.

“Karena pemerintah sekarang membutuhkan guru yang benar-benar berkompeten. Oleh karena itu guru honorer jangan pernah main-main dengan hal ini. Ada juga berbagai tawaran untuk untuk memperoleh sertifikat. Sebagai guru tidak boleh pantang menyerah dalam situasi apa pun, harus tetap bersaing dan jangan dengar apa kata orang tetapi harusnya menggali sendiri,” tandasnya.

Guru dan Kepala SD Peserta Diklat “Refreshment” Gugus III Golewa Selatan, Kabupaten Ngada

Pada kesempatan tersebut, Thomas Brata Suyaka, Koordinator Pendidikan Wahana Visi Indonesia (WVI) mengungkapkan, WVI secara khusus menaruh perhatian pada bidang kesehatan, perlindungan anak, dan pendidikan. Dalam bidang pendidikan, jelasnya, terdapat berbagai program termasuk untuk kebutuhan anak.

“Khusus kegiatan di wilayah Ngada sudah cukup lama, mulai dari 2015 sampai saat ini. Sebenarnya program pendidikan sudah berakhir September 2021, untuk saat ini adalah program transisi sampai Maret 2022. Dan kegiatan sekarang yang sedang berjalan adalah penguatan kompetensi guru yang diintregasikan dengan kontekstual yang sesuai dengan ketentuan dan kebijakan Kemendikbudristek di masa pandemi ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini dirinya berharap agar para guru memiliki motivasi yang sama untuk mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan demikian pada akhirnya anak-anak boleh memperoleh hak mereka sepenuhnya.

“Berada di Ngada khususnya Golewa Selatan, sama seperti saya memasuki rumah kedua saya, karena sambutan yang sangat luar biasa buat saya dan tim. Baik para pengawas, kepala sekolah, guru melalui forum KKG, dan pemerintah desa setempat. Kerja sama yang sangat baik. Harapan pada pada dinas yang memiliki otoritas penuh untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut dan agar anak bisa mengalami kebutuhan pembelajaran yang penuh,” harapnya. (Novensius Filemon/ rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here