Vianelda Nahak Dukung Yaspensi Perkuat Budaya Malaka

0
299
Dra. Vianelda Nahak

Malaka, SEKOLAHTIMUR.COM – Pemerhati budaya dan pegiat seni Kabupaten Malaka, Dra. Vianelda Nahak, mengapresiasi sekaligus mendukung Yayasan Pustaka Pensi Indonesia (Yaspensi) dalam upaya memperkuat kebudayaan di Kabupaten Malaka, sebagai daerah perbatasan NKRI yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Hal ini disampaikannya ketika dimintai keterangan atas pencapaian Yaspensi sebagai salah satu pemenang kompetisi Pertamina Foundation (PFmuda) 2021 lewat program bertajuk “Hananu di Batas Negeri”.

“Saya sangat mengapresiasi dan memberi dukungan terhadap kegiatan positif yang diusung oleh Yaspensi tentang “Hananu di Batas Negeri”. Untuk mengetahui ciri budaya suatu daerah, kita harus mengenal lebih dekat budayanya, baik itu keseniannya, tariannya, cerita-ceritanya dan hal-hal yang berbau budaya lainnya. Semoga kegiatan yang diinisasi Pertamina dan Yaspensi ini bisa bermanfaat bagi anak-anak di batas negeri, di Malaka ini,” ungkapnya ketika ditemui di SMA Plus St. Albertus Agung Weleun, Sabtu (29/01/2022).

Vianelda menyampaikan bahwa upaya untuk memperkaya kebudayaan nasional harus dimulai dengan memperkuat budaya-budaya di daerah-daerah terlebih dahulu. Menurutnya, akar kebudayaan nasional terletak pada budaya-budaya yang ada di daerah yang di dalamnya memiliki begitu banyak nilai dan pengajaran tentang kehidupan.

“Kita perlu mengangkat budaya-budaya daerah itu untuk memperkaya budaya nasional. Jadi sebagai akar dari budaya nasional itu, kita perlu memperkuat budaya-budaya yang ada di daerah. Misalnya di Malaka ini ada Bidu, lagu-lagu daerah yaitu Akabeluk, dan di dalamnya terdapat nilai-nilai sakral yang sangat tinggi. Itu semua dapat digali, apabila kita diberi ruang yang cukup untuk mengangkatnya semua budaya itu ke permukaan. Sekali lagi mau saya katakan bahwa wajah suatu daerah itu ada pada budayannya. Dan apabila budaya itu diangkat dan diperkuat, maka dengan sendirinya budaya nasional juga menjadi kuat,” jelas Vianelda yang pernah membawa Sanggar Manukakae ke tingkat nasional.

Ia melanjutkan, upaya memperkuat kebudayaan lokal sangat penting saat ini mengingat masyarakat terutama generasi muda lebih banyak mengadopsi budaya dari luar. Apalagi Malaka sebagai daerah perbatasan memiliki ruang yang terbuka bagi masuknya budaya dari luar.

“Anak-anak zaman sekarang lebih mencintai dansa Kijomba daripada Bidu, Likurai, Tebe dan Akabeluk. Saya sangat berharap sekolah menjadi tempat yang membina dan melestarikan budaya lokal maupun nasional, harus lebih digiatkan lagi kegiatan Mulok dan Seni Budayanya, sebab dapat memberi intervensi yang sangat kuat bagi penguatan budaya,” pungkasnya. (Yosi Bataona/ rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here