SDN Agowae Rayakan HUT ke-7

0
237
Kepala SDN Agowae, Antonius No Gili, S.Pd.

Ngada, SEKOLAHTIMUR.COM – SD Negeri Agowoe yang beralamat di Desa Masu Kedhi, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, NTT merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-7 pada tanggal 1 Maret 2022 lalu. Di bawah tema “Optimis dalam Mewujudkan Sekolah Berprestasi, Sekolah yang Nyaman dan Ramah di Era Pandemi Covid-19”, lembaga pendidikan ini terus menata diri menatap masa depan yang lebih baik.

Kepala SDN Agowae, Antonius No Gili, S.Pd., kepada media ini mengungkapkan, saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki 112 peserta didik dan 8 guru PNS ditambah kepala sekolah, juga terdapat 1 guru honorer honorer, 1 operator, dan 1 tenaga perpustakaan. Peserta didik terbagi dalam 6 rombongan belajar (rombel).

“Dan gedung berdiri di area lahan Yayasan SMP Slamet Ryadi Soa, dan persetujuan awal adalah SDN Agowoe ini menjadi muatan dasar untuk SMP Slamet Ryadi Soa,” ungkap Antonius dalam wawancara dengan media ini beberapa waktu.

Terkait berbagai program sekolah, Antonius mengatakan bahwa semuanya mengacu pada visi dan misi sekolah. Visi sekolah yakni, “Unggul Dalam Prestasi, Terdidik dan Berbudaya, Berdasarkan Iman Serta Berakhlak Mulia”.

Visi tersebut dijabarkan ke dalam ima misi yakni, (1) Melaksanakan pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga dapat berkembang sesuai kemampuan yang di miliki; (2) Menumbuhkan semangat keunggulan serta intensif kepada warga sekolah; (3) Memberikan motivasi dan membantu siswa secara individual dan klasikal untuk mengembangkan kemampuan diri; (4) Menumbuhkan semangat belajar. Menghayati dan melaksanakan agama serta budaya yang dianutnya sehingga menjadi sumber iman dan terwujudnya ahklak mulia; (5) Menerapakan menejamen sekolah yang partisipatif dengan melibatkan warga sekolah dan stakeholder.

Lebih lanjut Antonius mengungkapan, sejak berdirinya SDN Agowae dari kelas paralel tahun 2011 hingga 2015 didefinitifkan oleh Bupati Ngada ketika itu, Marianus Sae, dukungan dari masyarakat dan pemerintah sangat dirasakan. Dukungan tersebut baginya sangat berarti bagi keberadaan dan pengembangan sekolah.

“Terima kasih atas dukungan penuh dari semua komponen, juga pemerhati pendidikan baik masyarakat sekitar terutama dukungan mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah daerah, juga instansi instansi terkait, dengan berbagai caranya untuk melancarkan dan membantu apa yang menjadi kebutuhan lembaga juga kenyamanan belajar mengajar di SDN Agowoe ini,” tuturnya.

“Berkat dukungan dan antusiasme begitu tinggi sehingga mendorong saya sebagai kepala sekolah di sekolah ini agar terus berjuang demi tercapai harapan yaitu menjadikan anak yang berpretasi,” lanjutnya.

Misa Syukur Perayaan HUT ke-7 SDN Agowae.

Dirinya berharap ke depan lembaga pendidikan yang dipimpinnya tetap mendapatkan dukungan dari semua pihak. Tanpa dukungan dari pihak terkait, ungkapnya, pihak sekolah tidak bisa berkembang secara maksimal.

“Saya berharap baik pemerintah desa maupun pemerintah daerah bahkan tingkat yang lebih tinggi agar selalu menunjang sarana dan prasana yang menjadi kebutuhan lembaga ini sesuai dengan era digitalisasi ini. Paling tidak beberapa unit komputer, perpus dan kelengkapannya, juga ruangan laboratorium. Biar anak bisa belajar dari dasar, dan sudah saatnya anak-anak kita mendapatkan hak yang sama dengan sekolah-sekolah di daerah yang maju,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua Komite SDN Agowae, Gregorius Taru, menyampaikan terima kasih kepada para guru, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. “Guru itu luar biasa dan patut kita hargai juga patut dibanggakan. Tidak bisa disamakan dan digantikan oleh profesi apapun, guru adalah segalahnya. Karena berkat jasa guru kita bisa menjadi manusia yang luar biasa pula,” tandasnya.

Gregorius juga menitipkan pesan agar para guru mendidik anak-anak dengan hati. Dengan pendekatan yang demikian, anak-anak akan tumbuh secara maksimal dan akan berguna bagi masyarakat dan dunia.

Kepala Desa Masu Kedhi yang diwakili Ketua BPD Agustinus Taru menyampaikan, selaku pemerintah pihaknya mendukung penuh keberadaan SDN Agowae. “Bentuk dukungan pemerintah desa dalam bidang pendidikan secara khusus gedung SDN Agowoe ini sudah menyerap anggaran cukup besar demi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu jangan hanya gedung yang bertingkat tetapi ‘output’ yang perlu ditingkatkan hingga menjadi anak harapan bangsa,” tegasnya.

Pastor Paroki Soa, RD. Daniel Aka memimpin Misa Syukur Hut ke-7 SDN Agowae.

Pastor Paroki Soa, RD. Daniel Aka, yang hadir dan memimpin Misa Syukur HUT ke-7 SDN Agowae, memberikan apreiasi kepada semua komponen lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga jenjang yang lebih tinggi, secara khusus kepada SDN Agowae yang genap berusia 7 tahun.

“Kegitan ini juga bentuk kolaborasi antara iman dan intelektual. Tujuh tahun ini masih terlalu muda dan berproses juga. Perlu kita bersinergi baik pemerintah, gereja, juga terutama adalah kita sebagai orang tua dari anak-anak demi tercapainya apa yang kita harapkan bersama yaitu berintelektual,” tuturnya.

Sementara itu mewakili tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan, Andreas Rema memberi catatan khusus bagi para guru SD terkait kemampuan membaca anak-anak. Ia mengaku, saat masih aktif sebagai kepala sekolah di SMK Sanjaya Bajawa, ia menemukan ada siswa dari Soa tidak bisa membaca.

“Tidak boleh menyamakan penilaian dengan anak yang bisa baca, dan jangan sampai terus terjadi seperti ini. Di sekolah dasar adalah anak masih berproses. Oleh karena itu, kalau ada murid yang belum bisa baca, tolong jangan kita luluskan saja, tetapi kita sebagai guru menggunakan metode-metode agar bisa membaca, baru kita luluskan,” tandasnya. (Novensius Filemon/ rf-red-st/ adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here