Rektor Unwira: Perpustakaan adalah Jantung Perguruan Tinggi

0
186
Pelatihan Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi, Sabtu (23/4/2022) di ruang Pelayanan Perpustakaan Unwira Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR. COM – Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Dr. Philipus Tule, SVD., mengungkapkan bahwa perpustakaan adalah jantung dari sebuah perguruan tinggi. Hal ini disampaikannya ketika membuka kegiatan Pelatihan Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi, Sabtu (23/4/2022) di ruang Pelayanan Perpustakaan Unwira Kupang.

Dikatakannya, pada era digitalisasi ini, ilmu pengetahuan dan sistem kerja semakin maju. Hal tersebut menuntut peningkatan kompetensi diri termasuk peningkatan kompetensi diri pegawai perpustakaan. Jika pelayanan perpustakaan baik, tegasnya, maka akan menjadi sumbangan besar bagi Tridarma Perguruan Tinggi.

“Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi. Karena menjadi jantung maka, sumber daya pustakawan, kompetensi pustakawan dan pegawai yang bekerja pada perpustakaan, menjadi hal penting untuk senantiasa diperbaharui dan ditingkatkan. Dengan demikian, seluruh pelayanannya akan semakin baik dan menjadi sumbangan besar bagi Tridarma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Sementara dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh ketua panitia, Silvester Suhendra, S.Ptk., dijelaskan bahwa tupoksi dari perpustakaan sangat bertalian erat dengan program dan kegiatan yang ada dalam suatu lembaga. Selain itu, perpustakaan juga menjadi penyedia dan penyalur sumber-sumber informasi yang dibutuhkan.

“Fungsi dan peranan perpustakaan saat ini menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kegiatan dan program yang ada dalam suatu lembaga tertentu. Hal yang paling vital dalam kegiatan perpustakaan adalah pengelolaan koleksi, dikarenakan menjadi penentu dalam penelusuran sumber informasi bagi pemustaka,” tandas Kepala Perpustakaan Unwira ini.

Pada kesempatan yang sama, narasumber kegiatan yang juga seorang pustakawan, Drs. Fransiskus Wayan, S.S., mengungkapkan, dunia perpustakaan sangat sedikit diketahui oleh kebanyakan orang. Hal ini menyebabkan dunia kerja dari seorang pegawai perpustakaan selalu identik dengan penjaga atau penyusun buku. Padahal, menurutnya, seorang pustakawan dituntut harus memiliki kemampuan menejemen perpustakaan yang baik.

“Banyak orang yang sangat awam dengan dunia kerja di perpustakaan. Ada yang mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai penjaga atau penyusun buku. Akan tetapi, orang yang bekerja di perpustakaan adalah orang yang memiliki kemampuan khusus terutama dalam mengatur perpustakaan yang terdiri dari tugas mengklasifikasi dan mengkatalogisasi sumber informasi,” ujar Fransiskus yang pernah menjabat Kepala Perpustakaan Unwira.

Pantauan media, pelatihan yang digelar oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Unwira Kupang ini diikuti oleh 15 orang dengan rincian 11 orang pegawai perpustakaan dan 4 orang mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer yang sedang menjalani praktik lapangan. (Primus Lake/ Yosi Bataona/ rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here