SMPN 2 Amanuban Barat & SMPN Satap Fatumetan Gelar IHT

0
286
Pose Bersama Kadis PK Kab. TTS, Kabid SMP, para narasumber dan guru2 di SMP Negeri 2 Amanuban Barat.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Guna meningkatkan kompetensi para guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), SMP Negeri 2 Amanuban Barat yang berlokasi di Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, dan SMPN Satap Fatumetan yang berlokasi di Desa Lelobatan, Kecamatan Mollo Utara menggelar kegiatan In House Training (IHT). Kegiatan tersebut berlangsung di aula SMP Negeri 2 Amanuban Barat pada Rabu – Jumat, 10 – 12 Agustus 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Dominggus J. O. Banunaek, S.E., M.Si., usai membuka kegiatan tersebut kepada media ini menyampaikan bahwa dari pihaknya terus mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan dalam upaya peningkatan kompetensi guru.

“Kegiatan IHT yang dilakukan oleh dua sekolah ini yaitu SMP Negeri 2 Amanuban Barat dan SMP Negeri Satap Fatumetan ini adalah upaya dalam peningkatan kompetensi guru. Hal ini sangat penting karena itu kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS selalu memberikan dukungan dan terus mendorong agar para guru yang ada terus meningkatkan kompetensi yang ada sehingga dalam proses pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka ini dapat berjalan dengan baik, karena kita semua tahu suksesnya suatu kurikulum itu ujung tombaknya ada pada guru,” ungkapnya.

Pose bersama Kadis PK TTS, narasumber dan peserta dari SMP Negeri Satap Fatumetan.

Dominggus Banunaek meminta kepada semua guru yang ada untuk saling berbagi antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain melalui  komunitas musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) yang mana wadah tersebut bisa dimanfaatkan untuk saling berbagi.

“Dengan adanya perubahan kurikulum ini maka saya mengimbau kepada semua guru yang ada untuk saling berbagi baik antar sesama guru mata pelajaran di sekolah maupun dengan sekolah lain sehingga dalam implementasi kurikulum merdeka ini semuanya bisa memahami langkah-langkah yang telah dilakukan melalui kegiatan IHT ini sangat membantu. Karena itu diharapkan agar para guru yang telah mengikuti kegiatan ini bisa mampu mengaplikasikan materi-materi yang diperoleh dalam proses pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Dominggus juga menekankan terkait hal kedisiplinan, karena menurutnya sebuah kesuksesan hanya bisa diraih jika disiplin dalam segala hal.

Suasana kegiatan IHT.

“Apapun tugas dan tanggung jawab kita apa lagi sebagai guru semua itu muaranya ada pada disiplin, di belahan dunia manapun dan pekerjaan apa saja semuanya bisa berjalan dengan baik jika ada disiplin, baik itu disiplin dengan waktu, disiplin dalam melaksanakan tugas dan hal lainnya. Jika sudah disiplin maka segala sesuatu akan berjalan dengan baik dan nyaman. Karena itu diharapkan kepada semua guru yang ada sebelum mendisiplinkan peserta didik lebih dulu mendisiplinkan diri karena guru harus memberikan contoh dan teladan yang baik,” tandasnya.

Kepala SMP Negeri 2 Amanuban Barat, Febrianus Chr. Fallo, S.Pd., kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan para guru dalam peningkatan kompetensi guru.

“Kegiatan yang diselenggarakan oleh kami dua sekolah yang bergabung di sini yaitu SMP Negeri 2 Amanuban Barat dan SMP Negeri Satap Fatumetan ini dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik terkait dengan implementasi kurikulum merdeka. Hal ini juga melalui hasil evaluasi yang mana mengacu pada rapor mutu di dua sekolah ini ternyata nilainya sangat rendah karena itu kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan mutu guru itu sendiri,” ujar Chris yang juga menjabat sebagai Sekretaris MKKS SMP Kabupaten TTS.

Febrianus Chr. Fallo

Chris juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan yang dilakukan selama tiga hari ini para guru dibekali dengan berbagai materi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

“Dengan perkembangan atau perubahan kurikulum ini maka para guru harus paham terkait dengan setiap perkembangan yang ada khususnya di kurikulum yang mana dikenal dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini, yang terpenting bagi guru adalah strategi mengajar, karena sepintar-pintarnya guru tetapi tidak memiliki strategi yang baik maka hasilnya tidak akan maksimal,” ungkapnya.

Selain strategi mengajar, Chris juga menambahkan bahwa perangkat pembelajaran itu sangat penting dan itu merupakan senjata bagi guru, karena itu semua guru wajib hukumnya untuk tahu cara dan langkah pembuatan perangkat mengajar.

“Setelah para guru mengikuti kegiatan ini maka di hari terakhir guru-guru akan presentasi terkait materi yang telah diberikan, tidak hanya itu saja saya telah berkomitmen agar di minggu berikutnya dilakukan supervisi oleh para narasumber yang telah memberikan materi. Di situ baru kita bisa tahu sejauh mana kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka ini, saya juga berharap agar kedepan guru tidak lagi mengulangi kegiatan yang sama tetapi berpindah lagi ke hal lain demi peningkatan mutu guru,” jelasnya.

Semry E. Bako

Sementara Kepala SMP Negeri Satap Fatumetan, Semry E. Bako, S.Pd., berharap dengan adanya kegiatan tersebut para guru mampu untuk menerapkan apa yang telah diperoleh.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang hadir dan membekalinya kami dalam kegiatan ini yang mana muaranya untuk peningkatan mutu guru dalam mempersiapkan diri untuk Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan IHT tersebut yaitu Koordinator Pengawas pada Dinas PK Kab. TTS, Yunus Misa, S.Pd., Ketua MKKS SMP/MTs Kab. TTS, Edison M. S. Boimau, S.Pd., Benyamin Solle, S.Pd., M.Pd. Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Dominggus J. O. Banunaek, S.E., M.Si., didampingi Kabid Pembinaan SMP/MTs, David Mbolik. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here