Kantor Bahasa Provinsi NTT Gelar Uji Coba UKBI Adaptif Merdeka

0
99
Pose bersama panitia dan peserta Uji Coba UKBI Adaptif Merdeka Kantor Bahasa Provinsi NTT.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Uji Coba UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) Adaptif Merdeka. Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium UKBI Kantor Bahasa Provinsi NTT pada Rabu – Kamis, 10 – 11 Agustus 2022 dengan melibatkan 5 orang peserta dari berbagai kategori.

Menurut Koordinator KKLP (Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional) UKBI Kantor Bahasa NTT, Farizza Noor Amalia, S.Hum., uji coba tersebut merupakan proses lanjutan demi pengembangan soal-soal UKBI yang kemudian akan diberlakukan nanti.

“Uji coba ini merupakan uji coba untuk soal-soa UKBI yang nantinya akan digunakan untuk tes yang sebenarnya. Untuk soal-soalnya ada 4 paket yang masih dalam proses pengembangan terus-menerus. Karena UKBI itu walaupun sudah ada sejak lama tapi masih berbasis kertas dan sementara diadaptifkan ke basis daring dan web,” ungkap Farizza kepada media ini, Kamis (11/08/2022).

”Karena baru diluncurkan tahun lalu, jadi memang kita perlu terus-menerus melakukan pembakuan soal dan penyusunan ulang soal. Sebelum ini sudah ada tahapnya yakni penyusunan soal oleh tim dari masing-masing Provinsi, yang dikumpulkan ke pusat dan kemudian ada sidang pembakuan soal. Nah, ini hasil dari pembakuan soal yang diujikan langsung kepada masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa tes UKBI untuk wilayah NTT masih sangat minim, sehingga masih diupayakan perluasannya melalui promosi dan sosialisasi. Selain itu, ada pula berbagai hambatan yang perlu mendapat perhatian khusus demi pelaksanaan UKBI yang merata.

“Untuk NTT sendiri, pelaksanaan UKBI sejujurnya belum terlalu masif. Kami sedang sosialisasi yang disisipkan melalui kegiatan-kegiatan yang ada, sekalian disampaikan untuk promosi UKBI,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kendalannya kalau di NTT itu ada beberapa, seperti jaringan, perangkat dan literasi digital. Hal itu nampak dari banyak anak-anak yang menjadi sasaran tes ini, secara khusus untuk tingkat SMP dan SMA dibebaskan dari biaya tes UKBI, namun masih sedikit yang memiliki laptob. Dan kalaupun memakai ponsel biasanya beberapa orang yang menggunakan email yang sama. Lalu, dalam literasi digital ternyata masih banyak anak yang belum familiar dengan cara penulisan emai, padahal email aktif merupakan hal yang penting dalam tes UKBI, semisal mendaftar, konfirmasi dan aktivasi akun itu masuknya di email”.

UKBI Sangat Penting

Salah satu peserta Uji Coba UKBI Adaptif Merdeka, Cristivilantro L. Prawin, S. Sos., menuturkan bahwa UKBI merupakan hal yang penting dalam mengukur sejauh mana seseorang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Oleh karena hal tersebut penting, ia mengharapkan agar UKBI juga diperkuat dalam ruang lingkup Abdi Negara.

“Kalau menurut saya tes UKBI itu penting untuk mengukur sejauh mana kita mahir dalam menggunakan Bahasa Indonesia, karena kalau untuk berbahasa indonesia itu harus baik dan benar juga. Jadi, kalau UKBI ini bisa dibuat lebih masif lagi untuk semua kalangan, seperti saya  seorang PNS maka akan lebih bagus untuk mengukur kemampuan literasi dari para Abdi Negara. Itu kan penting,” ujar staf Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTT ini.

Peserta lainnya, Latifatur Rismaya yang merupakan pelajar kelas XII MIPA SMA Muhammadiyah Kupang, menyampaikan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan untuk mengikuti tes UKBI tersebut. Ia juga mengatakan kalau ia tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang ada.

“Ini pengalaman pertama saya sih. Saya bersyukur karena telah dipilih untuk mengikuti uji coba UKBI ini dan dapat mengukur kemampuan berbahasa Indonesia saya. Saya sendiri tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soalnya. Dan dari kegiatan ini, menyadarkan saya bahwa berbahasa Indonesia yang baik dan benar, masih harus saya asa terus-menerus, apalagi dalam praktik kehidupan sehari-hari saya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, lima peserta yang mengikuti Uji Coba UKBI Adaptif Merdeka tersebut yakni, Latifatur Rismaya (Pelajar SMA Muhammadiyah Kupang), Messy Puspasari Koli (Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang), Siti Habsa Sufali (Guru SMA Muhammadiyah Kupang), Yohanes S. Bataona (Wartawan Media Sekolah Timur.com), dan Christivilantro L. Prawin (Karyawan Negeri BPMP Provinsi NTT). (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here