Gandeng Axioo, SMKN 2 Soe Gelar Seminar Nasional & Kompetisi Robotik

0
195
Pose bersama Kabid Dikmen Dinas PK NTT, Kadis PK TTS, Korwas Dikmensus Kabupaten TTS, Plt. Kepala SMK Negeri 2 Soe, dan pimpinan perusahaan Axioo.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Guna meningkatkan kemampuan guru dan peserta didik di bidang Informasi Teknologi (IT), SMK Negeri 2 Soe membangun kerja sama dengan perusahaan Axioo. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama yang berlangsung di aula sekolah setempat pada Kamis (1/12/2022).

Pada kesempatan yang sama, kedua pihak menggelar Seminar Nasional “SMK Pencetak Wirausaha” bagi SMK Negeri maupun Swasta di Kabupaten TTS, juga Axioo-Maspion Robotik Bootcamp 2022 bagi SMP Negeri maupun Swasta di Kabupaten TTS.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen), Ayub S. P. Sanam, S.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pihak Axioo dan Maspion yang telah membuka sayap dan bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Soe di Kabupaten TTS, Provinsi NTT. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena terkait peningkatan kompetensi peserta didik di bidang IT.

Pose bersama usai penandatanganan kerja sama SMKN 2 Soe dengan Axioo

Ayub juga menyampaikan bahwa kehadiran sekolah-sekolah khususnya SMK harus berdampak bagi lingkungan sekitar dan turut berpartisipasi dalam pembangunan SDM.

“Kehadiran SMK harus berdampak pada lingkungan sekitar, termasuk juga berdampak pada institusi lain yaitu SMP, dan berbagai institusi lainya. Karena itu Dinas PK Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada manajemen Axioo yang telah membangun kerja sama dan mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para peserta didik yang ada di Provinsi NTT terkhususnya di Kabupaten TTS. Harapannya kerja sama dan juga kegiatan yang digelar ini terus berlanjut ke depan agar ada peningkatan mutu pendidikan di sini terkhususnya di bidang IT,” ungkap Ayub Sanam.

“Khusus untuk SMK, kolaborasi itu sangat penting, karena SMK tidak bisa mengembangkan dirinya sendiri karena itu perlu ada kesesuaian-kesesuaian dengan dunia kerja. Hari ini kerja sama sudah mulai dibangun dengan Axioo dan Maspion untuk bagaimana bisa menciptakan link and match antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri. Diharapkan agar output kita bisa bekerja sesuai dengan keahlian mereka dan mereka harus menjadi wirausaha,” lanjutnya.

Ayub juga meminta agar para guru terus belajar untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki, karena perkembangan teknologi yang makin pesat. Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang ada.

“Karena itu, kerja sama yang dibangun ini diharapkan juga agar guru harus meng-upgrade dan di-up skill kompetensinya, guru tidak boleh bangga dan merasa hebat dengan pengetahuan yang diperoleh saat di bangku kuliah saja, bisa jadi kemampuan yang dimiliki saat itu sudah terlambat dengan perkembangan sekarang ini. Karena itu kompetensi guru wajib untuk ditingkatkan dengan program magang guru dengan memanfaatkan pos dari dana Bos yang ada agar guru-guru mampu meningkatkan kompetensi,” ujarnya.

Ayub Sanam juga menekankan bahwa anak-anak SMK harus bisa menghasilkan produk dari setiap program keahlian yang ada di setiap sekolah masing-masing. SMK, tegasnya, tidak boleh membatasi diri, harus ada guru tamu yang berkompeten di bidang tertentu.

Ayub juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran kepada para alumni, banyak yang bekerja tidak sesuai dengan kompetensi keahliannya saat di sekolah. Karena itu diharapkan agar para guru bisa membekali para peserta didik dengan baik. Peluang terbesar di NTT yaitu wirausaha, karena itu yang perlu diubah mindset anak-anak untuk berwirausaha.

Penandatanganan kerja sama SMKN 2 Soe dengan Axioo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Dominggus J. O. Banunaek, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak SMK Negeri 2 Soe yang telah membangun kerja sama dengan perusahaan Axioo, dan telah melibatkan anak-anak SMP di Kabupaten TTS dalam perlombaan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa tantangan terbesar bagi pendidikan di TTS khususnya SD dan SMP yakni pada literasi baca-tulis.

“Tantangan terberat pendidikan di Kabupaten TTS khususnya di jenjang SD dan SMP itu terkait dengan literasi baca-tulis, yang mana pemahaman para peserta banyak masih jauh dari yang diharapkan. Karena itu hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua, harapannya ke depan dengan adanya perhatian dari berbagi pihak mampu untuk menuntaskan persoalan ini,” tandasnya.

Peningkatan SDM di Bidang IT

Plt. Kepala SMK Negeri 2 Soe, Nifron K. A. Fallo, S.Kom., kepada media ini menyampaikan bahwa pihak sekolah telah membangun kerja sama dengan perusahaan Axioo dan juga Maspion group.

“Tujuan dari kerja sama kami pihak sekolah dengan Axioo dan Maspion group ini agar ada pelatihan-pelatihan kepada para guru maupun peserta didik yang ada di SMK Negeri 2 Soe. Selain itu juga ada kelas magang guru, peserta didik dalam peningkatan SDM terkhususnya di bidang IT, lebih khusus kepada kami SMK PK yang mana ada progam keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan progam keahlian Teknik Elektro,” ungkapnya.

Ia berharap kerja sama yang telah dibangun tersebut terus berlanjut ke depan sehingga para guru dan peserta didik yang ada bisa dilatih dalam peningkatan SDM di bidang IT.

“Keja sama yang telah dibangun ini, selaku Plt. Kepala Sekolah, saya berharap agar terus berlanjut ke depan sehingga para peserta didik yang ada lebih ditingkatkan lagi kualitas mereka, khusunya di bidang IT, karena perkembangan teknologi kia hari makin pesat. Karena itu SMK harus hadir dan ambil bagian dalam peningkatan mutu peserta didik yang mana berhubung dengan IT,” jelasnya.

Penampilan salah satu tim dalam Kompetisi Robotik

Sementara itu, Kepala Trainer Axioo Class Program, Moria Mordekhai, kepada media ini menyampaikan bahwa melalui Axioo Class Program, pihaknya membekali para peserta didik dengan program robotik, yang mana peserta didik harus mampu untuk memprogram setiap tugas yang diberikan yaitu terkait dengan bagaimana menguji kecermatan hingga problem solving (penyelesaian masalah).

Moria juga menyampaikan bahwa para peserta didik yang mengikuti Kompetisi Robotik ini sangat antusias, karena itu diharapkan juga agar ke depan kegiatan ini terus berlanjut.

“Sekalipun hasil dari para peserta didik ini sangat bervariasi tetapi anak-anak ini kuat biasa dalam memprogramkan tugas yang diberikan,” ujarnya.

Dalam Kompetisi Robotik tersebut tercatat 15 sekolah yang bergabung baik di Jenjang SMP, SMA maupun SMK se-Kabupaten TTS. Sekolah-sekolah yang terlibat yakni, SMP Negeri Liman, SMP Sint Vianney Soe, SMP Negeri Sona Polen, SMP Negeri 2 Soe, SMP Negeri 1 Soe, SMP Kristen 2 Soe, SMP Sinar Pancasila, SMP Negeri Oekamusa.

Sekolah lainnya yakni, SMP Kristen Harapan Soe, SMP Kristen 3 Soe, SMA Negeri Tobu,  SMK Negeri 1 Soe, SMK Kristen Oinlasi, SMK Kristen Soe, dan SMK Teknik Anugerah Soe. Dalam kompetisi tersebut, SMK Negeri 1 Soe tampil sebagai pemenang. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here