Pembagian Rapor, Ini Harapan Kepsek SMP Muhammadiyah Kupang

0
28
Kepala SMP Muhammadiyah Kupang, Eko Pramusinto, S.S.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – SMP Muhammadiyah Kupang menggelar pembagian rapor bagi peserta didik pada Sabtu (07/01/2023) bertempat di halaman sekolah setempat. Kepala SMP Muhammadiyah Kupang, Eko Pramusinto, S.S., menyampaikan, rapor atau hasil belajar siswa merupakan suatu alat ukur untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pendidikan peserta didik.

“Dan hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting, sehingga bapak/ibu bisa mengetahui perkembangan putra-putri kita selama belajar di SMP Muhammadiyah Kupang,” ujar Eko Pramusinto.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa sekolah tersebut telah menggunakan dua model kurikulum yakni Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Belajar yang baru diterapkan untuk kelas 7.

“Kita SMP Muhammadiyah menggunakan dua kurikulum yakni Kurikulum 2013 (Kutilas) untuk jenjang kelas 8 dan 9, sedangkan kelas 7 kami sudah menggunakan Kurikulum Merdeka. Dan memang di tahun 2024 nanti, sudah harus semua sekolah itu melaksanakan Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.

Suasana kegiatan.

“Kurikulum Merdeka ini tentunya sesuai dengan anjuran Permendikbud yang menetapkan kegiatan ko-kurikuler yang berbasis projek, yang kemudian dikenal dengan nama Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),” jelasnya.

Penggunaan Handphone

Pada kesempatan yang sama Eko Pramusinto menekankan pentingnya pihak sekolah dan para orang tua untuk memperhatikan penggunaan handphone (HP) di lingkungan sekolah maupun di rumah. Hal ini terkait dampak negatif dan positif HP bagi perkembangan anak.

“Terkait dengan evaluasi kami di semester ini, kami sudah melakukan sosialisasi berkaitan dengan aturan membawa HP. Ternyata masih banyak anak yang membawa HP. HP ini sebenarnya baik, apabila dipergunakan sebagaimana mestinya. Namun terkadang anak-anak kita tidak menggunakan pada tempatnya,” ujarnya.

“Saya harap kerja sama dari bapak/ibu agar lebih mengontrol lagi penggunaan HP yang berdasarkan pengamatan kami, banyak kali menimbulkan dampak buruk bagi anak. Ini hal yang sangat memprihatinkan dan miris sekali. Harus jadi perhatian kita bersama, supaya anak-anak kita ini tidak saja unggul dalam IPTEK, tetapi juga memiliki karakter yang baik sesuai visi dan misi sekolah,” jelasnya.

Karya kreatif peserta didik.

Ia juga meminta kesediaan dan dukungan dari para orang tua untuk mengizinkan para peserta didik untuk mengikuti kegitan intrakulikuler dan ekstrakulikuler yang diwajibkan oleh pihak sekolah.

“Untuk mengatasi kenakalan-kenakalan siswa, sudah sampaikan bahwa kegiatan-kegiatan di sekolah ini baik itu intrakulikuler maupun ekstrakulikuler. Untuk itu saya minta kepada bapak/ibu agar dapat mengizinkan anak-anak kita untuk mengikuti semua kegiatan yang ada di sekolah ini, karena itu akan dinilai,” tandasnya.

Pantauan media ini, pembagian rapor di SMP Muhammadiyah Kupang juga diisi dengan pagelaran seni yang dibawakan oleh peserta didik. Pagelaran seni tersebut meliputi berbagai tarian daerah NTT yang melambangkan Bhineka Tunggal Ika, kewirausahaan, yakni hasil dari menjahit dan membuat sapu, serta hasil karya peserta didik yang diolah dari sampah. (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here