PKBM Deflobamora Gelar Pelatihan Penguatan Pengelolaan PKBM

0
74
Direktur PKBM Deflobamora Atambua, Gaspar Kopong Kelen, S.Pt., saat memberikan sambutan.

Belu, SEKOLAHTIMUR.COM – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Deflobamora Atambua menggelar Pelatihan Penguatan Pengelolaan PKBM dan Kurikulum K13 Kesetaraan bagi Tutor PKBM. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat – Sabtu, 6 – 7 Januari 2023 di Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam arahannya ketika membuka kegiatan secara resmi, Kabid PAUD PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Blasius Bria menyampaikan apresiasi kepada Direktur PKBM Deflobamora Atambua atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat khususnya dalam peningkatan kapasitas para Tutor di Kabupaten Belu.

“Kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan para Tutor sebagai ujung tombak dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal ini sejalan juga dengan visi pemerintah Kabupaten Belu di Bidang Pendidikan yaitu mewujudkan masyarakat Belu yang cerdas, pintar serta berkarakter dan berkometitif. Maka kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pendidik perlu terus digalakan seperti yang dilakukan oleh PKBM Deflobamora Atambua ini,” ungkapnya.

“Terima kasih juga kepada Bapak Polikarpus Do selaku Narasumber Kesetaraan Nasional yang rela datang di Atambua guna berbagi informasi dengan para Tutor tentang pendidikan non-formal khususnya kurikulum kesetaraan,” lanjutnya.

Ia pun berharap agar setelah kegiatan tersebut, PKBM di Kabupaten Belu semakin berkembang serta mempunyai pemahaman yang seragam tentang Kurikulum K13 Kesetaraan dalam implementasinya di masing-masing satuan pendidikan.

Direktur PKBM Deflobamora Atambua, Gaspar Kopong Kelen, S.Pt., mengungkapkan bahwa dalam pendidikan non-formal khususnya pendidikan kesetaraan, 90% tenaga pendidiknya (Tutor) direkrut dari tenaga pendidik formal. Maka pelatihan tentang strategi pembelajaran dan kurikulum kesetaraan di satuan pendidikan non-formal seperti PKBM menjadi keharusan bagi Tutor pendidikan kesetaraan.

Suasana kegiatan.

“Hal tersebut penting guna peningkatan kapasitas Tutor kesetaraan dalam pengabdiannya di satuan pendidikan non-formal yang nota bene warga belajarnya sangat beragam yakni dari usia sekolah (usia 7 – 21 tahun) dan bukan usia sekolah (usia 22 tahun ke atas), sehingga dibutuhkan keseragaman pemahaman tentang Kurikulum K13 Kesetaraan bagi para Tutor kesetaraan,” ujarnya.

Kembalikan Roh PKBM

Sementara itu Ketua Ketua Forum Tutor Kesetaraan Provinsi NTT, Polikarpus Do, S.S., yang hadir selaku narasumber meminta kepada pengelola PKBM dan para Tutor di Kabupaten Belu untuk mengembalikan roh PKBM sebagai lembaga pendidikan yang berkarya, berbakti, dan peduli kepada masyarakat guna membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Dari Belu untuk Indonesia. Roh PKBM ini harus tetap tertanam dalam diri pengelola dan para Tutor PKBM, karena berkarya, berbakti dan peduli merupakan semangat pengabdian yang terus ditetas guna menyuburkan PKBM-PKBM di Belu dalam kontribusi memberikan literasi di setiap aspek kehidupan masyarakat,” tandas Polikarpus yang juga merupakan Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi NTT.

Adapun materi pokok dalam pelatihan tersebut yakni, pertama, Penguatan Pengelolaan PKBM meliputi Konsep PKBM, Tujuan PKBM, Bidang kegiatan PKBM, Komponen PKBM, Parameter PKBM, dan Karakter PKBM serta analisis SWOT. Kedua, Kurikulum K13 Kesetaraan meliputi Analisis Konteks, Desain Kurikulum K13, Sistem Kredit Kompetensi (SKK), Pengembangan Silabus dan RPP serta Penilaian Pembelajaran.

Pose bersama panitia, narasumber, peserta, dan Kabid PAUD PNF Dinas PK Kab. Belu.

Di akhir pelatihan, narasumber menugaskan para pengelola PKBM dan para Tutor untuk membuat rencana tindak lanjut dan dipresentasikan dalam forum pelatihan dengan harapan akan ditindaklanjuti di setiap satuan pendidikan PKBM atau yayasan masing-masing.

Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini adalah pengelola dan Tutor PKBM Deflobamora berjumlah 12 orang, Tutor dari PKBM Embun Perbatasan 2 orang, Tutor dari PKBM Laimea Atambua 1 orang, serta dari Yayasan Pijar Timur Indonesia 1 orang. (rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here