Tingkatkan Mutu Sekolah, Ini Langkah SMKN 7 Kupang

0
188
Kepala SMKN 7 Kupang, Mursalin Ngala, S.Pd. (Foto: Yosi Bataona)

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Dalam rangka meningkatkan mutu sekolah, SMK Negeri 7 Kupang terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pengetahuan, kompetensi keterampilan para siswa dalam pembelajaran. Selain itu pihak sekolah pun membangun kerja sama yang intens dengan para mitra guna memenuhi tuntutan yang diberikan dalam dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 7 Kupang, Mursalin Ngala, S.Pd., saat ditemui media ini pada Senin (20/03/2023) di ruang kerjanya. Menurutnya, untuk mempersiapkan para siswa yang terampil dan kompeten dalam dunia kerja secara khusus dalam program Praktik Kerja Lapangan (PKL), harus dibekali sejak awal dengan berbagai kompetensi dan pengetahuan yang memadai.

“Bagi saya kegiatan pembekalan sah-sah saja kalau disusun sesuai prosedurnya. Setelah saya lihat, ada sedikit hal yang tidak efisien terkait dengan pembekalan PKL selama sebulan. Dari segi kepanitiaan, mungkin ada hal yang kurang di bagian penjadwalan yang sangat monoton, oleh seorang guru sekitar 8 jam dalam sehari. Ke depanya akan kita ubah, tidak hanya memberikan teori tetapi juga diselingi dengan pemberian kompetensi yang berkaitan dengan anak itu sendiri,” ungkap Mursalin.

Upacara Pelepasan Siswa PKL.

“Sesuai yang diamanatkan oleh Pak Kadis PK agar anak tidak tenganga waktu PKL nanti, maka akan kita ubah, sehingga pembekalan dan persiapannya harus sudah dimulai sejak kelas X dan bukan hanya sebulan ini. Jadi bukan kuat dipembekalannya, tetepi pada prosesnya, yang sudah harus dilakukan sedini mungkin supaya anak-anak memang sudah punya bekal, kompetensi dan keterampilan yang cukup untuk terjun ke sana,” lanjutnya.

Mursalin menuturkan, selama berada di tempat PKL, para siswa juga akan difasilitasi untuk mengembangkan ataupun memberoleh keterampilan yang lain.

“Misalnya untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang di Uyelindo itu, selain dia mengikuti prakerin dengan kegiatan kompetensi yang ada di sana, dia juga diberikan kesempatan untuk kursus yang difasilitasi oleh sekolah sehingga dia memperoleh 2 sertifikat,” ujarnya.

Pembaruan MoU dengan Navigasi.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman siswa tentunya sekolah perlu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan para mitra yang berkompeten dan ahli dalam bidangnya serta mempunya sarana dan prasarana yang sesuai standar operasionalnya.

“Dengan kondisi sekolah yang belum mumpuni saat ini, sehingga anak bisa mendapatkan kompeten dengan kompetensinya, paling tidak kita libatkan mitra-mitra dalam proses KBM-nya. Terutama di bagian pelayaran itu banyak terpenuhi dengan sarana-prasarana yang ada di Navigasi. Sampai kita datangkan guru tamu dari Navigasi,” jelasnya.

Ia menegaskan, agar mampu menghadapi kondisi di lapangan yang butuh kematangan fisik dan pemahaman yang cukup, para siswa harus ditempa secara baik di sekolah dengan persiapan dan pembekalan.

“Kemarin waktu bertemu dengan Kepala Navigasi, ia mengharapkan supaya anak-anak dikondisikan mempunyai fisik yang kuat dan sehat serta mental yang bagus. Oleh karena situasi di laut yang membutukan kondisi fisik yang baik. Maka diharapkan sejak kelas X anak-anak yang akan bekerja di laut itu, jantung mereka, lambung mereka, kepala mereka itu ditempa, sehingga dia masuk di medan seperti ini, mereka sudah terbiasa,” pungkasnya. (Yosi Bataona/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini