Jalan Panjang Membumikan Literasi di SMPN Satap Ebo

0
189
Lomba Membaca Indah dengan Memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) di SMPN Satap Ebo, Kab. TTS, NTT.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Literasi Baca dan Tulis merupakan kecapakan untuk memahami isi teks tertulis, baik yang tersirat maupun tersurat untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi diri. Karena itu peserta didik dapat meningkatkan kemampuan literasi ini melalui kegiatan membaca buku maupun menulis sesuatu, baik di buku tulis ataupun bantuan media elektronik.

Pandemi Covid-19 telah berlalu dan meninggalkan dampak positif serta negatif. Dalam dunia pendidikan, kesan negatif yang didapat yaitu masih banyak peserta didik jenjang SMP/MTs yang belum lancar membaca dan bahkan saat masuk ke jenjang SMP masih terdapat banyak peserta didik yang belum bisa membaca.

Kondisi tersebut juga dialami oleh SMP Negeri Satap Ebo yang berlokasi di Desa Kusi, Kecamatan Kuanfatu,  Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sekolah ini termasuk dalam kategori sekolah terpencil karena lokasinya yang sangat jauh dan butuh perjuangan ekstra untuk tiba di sekolah tersebut karena kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.

Dalam perjalanannya SMP Negeri Satap Ebo menemukan banyak peserta didik kelas VII dan sebagian kelas VIII yang belum lancar dalam hal membaca, karena itu pihak sekolah dan para guru yang ada di sekolah tersebut terus berupaya untuk melakukan berbagai terobosan agar para peserta didik di sekolah tersebut bisa lancar membaca.

Dok. SekolahTimur.com.

Kepala SMP Negeri Satap Ebo, Yunus Tanesab, S.Pd., yang ditemui di kediamannya pada Minggu (21/5/2023) siang, kepada media ini menyampaikan bahwa literasi dasar dalam hal ini Baca-Tulis masih menjadi momok bagi peserta didik di sekolahnya. Karena itu berbagai terobosan telah ditempuh guna membawa para peserta didik keluar dari hal tersebut.

“Jujur sebagai kepala sekolah saya merasa terbeban, karena kami menerima para peserta didik yang masuk ke SMP dengan banyak yang belum lancar membaca dan bahkan ada yang belum bisa membaca sama sekali saat diterima masuk ke SMP. Oleh karena itu saya bersama para dewan guru yang ada terus melakukan berbagai kegiatan yang mana kegiatan-kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk lancar membaca,” ungkapnya.

Yunus juga menyampaikan bahwa pelayanan kepada para peserta didik kelas VII dan VIII yang belum bisa maupun yang belum lancar membaca tersebut menjadi tanggung jawab semua dewan guru yang ada di SMP Negeri Satap Ebo.

“Para peserta didik yang belum bisa maupun yang belum lancar membaca ini menjadi tanggung jawab kami semua guru di SMP Negeri Satap Ebo. Jadi untuk semua guru yang ada sebelum memulai dengan kegiatan belajar mengajar di kelas selalu dimulai dengan belajar membaca, karena kami para guru telah berkomitmen untuk melayani mereka dengan baik, yang terpenting bagi kami adalah para peserta didik yang ada bisa lancar membaca, karena itu kami optimis setiap peserta didik yang tamat dari sekolah kami harus lancar membaca,” jelasnya.

Yunus mengakui bahwa berdasarkan rapor mutu yang ada, sekolahnya tercatat masih rendah di bidang literasi. “Berdasarkan hasil rapor mutu tahun 2022 sekolah kami masih rendah di bidang literasi karena itu berbagai program yang diadakan di sekolah kami semuanya berbasis data, dengan tujuan untuk menjawab semua kekurangan yang ada yakni di bidang literasi dasar yaitu membaca dan menulis,” ujarnya.

Tidak banyak berharap. Yunus hanya ingin para peserta didiknya bisa lancar membaca dan memahami apa yang telah dibaca, setelah itu terampil dalam menulis.

“Kami memprogramkan berbagai kegiatan yang dapat menunjang anak-anak untuk lancar membaca dan juga menulis, sehingga anak-anak kami yang akan tamat dari sini bisa mahir dalam membaca dan juga menulis,” harap Yunus.

Dok. SekolahTimur.com.

Sementara itu, Sarintan Imelda Langngi, S.Pd., Gr., Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri Satap Ebo, yang ditemui di sekolah setempat pada Sabtu (20/5/2023) di sela-sela pelaksanaan Lomba Membaca Indah dengan Memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2023, menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan tersebut dikhususkan bagi peserta didik yang belum lancar membaca.

“Pada momen Harkitnas tahun 2023 ini kami menggelar lomba membaca indah bagi 24 peserta didik kelas VII dan VIII yang belum lancar membaca. Sementara untuk para peserta didik yang sudah lancar membaca kami akan mengadakan lomba pidato untuk mereka,” ungkapnya.

Sarintan menyampaikan bahwa tujuan dari berbagai kegiatan yang digelar tersebut untuk membiasakan para peserta didiknya untuk terus melatih diri dalam hal membaca dan juga menulis.

“Program di sekolah kami pada tahun 2023 ini fokus pada pengembangan literasi untuk para peserta didik, karena dilihat dari rapor mutu pendidikan di sekolah kami untuk literasi Numerasi meningkat tetapi literasi Baca masih sangat rendah karena itu melalui dana BOS yang ada kami fokuskan semua kegiatan peserta didik di bidang literasi,” ujarnya.

—-

Ia juga mengakui bahwa peserta didik kelas VII di SMP Negeri Satap Ebo banyak yang belum lancar membaca. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru karena harus melakukan pendampingan kepada anak-anak yang belum lancar membaca.

“Untuk peserta didik kami kelas VII ini yang lancar membaca sangat sedikit, lebih banyak yang masih eja, Itu sebuah tantangan besar bagi kami guru di jenjang SMP karena kami harus kembali mengajari mereka untuk membaca. Namun hal itu tidak menjadi penghalang bagi kami untuk terus melayani mereka, tekad kami para guru di SMP Negeri Satap Ebo ini kami akan terus membimbing mereka sehingga kelak mereka tamat dari sini sudah lancar membaca dan juga menulis,” ujarnya.

“Selain kegiatan perlombaan membaca yang diadakan bagi para peserta didik yang belum lancar membaca ini, kami di sekolah setiap hari Sabtu ekskul nya itu membaca yang mana didampingi oleh para guru yang sudah dibagi tugas. Selain kegiatan ekskul setiap hari dalam proses pembelajaran di kelas juga semua guru yang mengajar wajib untuk mendampingi anak-anak yang belum lancar membaca,” urainya.

Lebih lanjut ia berharap kepada para orang tua/wali untuk membiasakan anak membaca di rumah, karena anak-anak hanya belajar saja di sekolah belum cukup.

“Para peserta didik yang belum lancar membaca ini mereka punya semangat yang tinggi untuk bersekolah, hal itu terlihat dari perjuangan mereka untuk datang ke sekolah, karena jarak tempuh yang cukup jauh dari sekolah tapi anak- anak ini rajin. Karena itu butuh kerja sama yang baik antara orang tua dan juga pihak sekolah untuk mendukung mereka untuk belajar, terlebih saat mereka di rumah,” ujarnya.

Meskipun tertatih, Sarintan bersama para guru yang ada tetap optimis memberikan sentuhan untuk perubahan mengikuti perkembangan zaman bagi  anak-anak bimbingannya. Berbagai upaya terus dilakukan di tengah keterbatasan mereka. Setiap kendala menjadi semangat baru untuk terus berusaha demi sebuah kemajuan besar. Karena itu, ia juga  meminta para teman-teman gurunya untuk mendampingi peserta didik agar terus belajar.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah keseluruhan peserta didik di SMP Negeri Satap Ebo sebanyak 142 orang dengan rincian Kelas VII 46 orang, Kelas VIII 42 orang, Kelas IX 54 orang. Sementara tenaga pendidik sebanyak 15 orang. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini