RBD Hidupkan Kembali Eksistensi Bahasa Rote

0
38
Pose bersama usai acara pembukaan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Rote pada 12 Juni 2023 di Hotel Ricky, Kota Baa.

Rote Ndao, SEKOLAHTIMUR.COM – Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (Bahasa Rote) di Provinsi NTT Tahun 2023 pada 12—16 Juni 2023 di Hotel Ricky, Kota Baa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Rapat Koordinasi Antarinstansi dalam Rangka Pelindungan Bahasa Daerah di Provinsi NTT Tahun 2023 yang telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Drs. Stefanus M. Saek, S.E., M.Si. pada Senin, 12 Juni 2023. Dalam sambutannya, Stefanus M. Saek menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi NTT karena memilih Kabupaten Rote Ndao sebagai salah satu kabupaten yang masuk dalam kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Provinsi NTT.

“Bahasa daerah saat ini mulai tidak memiliki eksistensi lagi. Hal ini dikarenakan beberapa hal. Salah satunya adalah perkawinan campur antarsuku. Ayah dari suku Rote dan ibu dari suku Batak, dalam keluarga tersebut, tidak lagi menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan.

Dirinya mengajak semua peserta yang hadir untuk bersama-sama memikirkan bagaimana cara menjaga eksistensi bahasa daerah yang memang menjadi jati diri orang Rote. Ia pun berharap para peserta Pelatihan Guru Utama Bahasa Rote dapat mengimbaskan materi RBD kepada warga sekolah di masing-masing peserta.

“Saya menginginkan kebalai dapat dibawakan tanpa musik, tetapi dengan tuturan saja. Bapak dan Ibu yang hadir juga bisa melestarikan bahasa daerah melalui hal-hal lain, seperti karya tulis, pidato, yang semuanya dituturkan dalam bahasa daerah agar bahasa daerah kita tidak punah,” tandas Stefanus Saek.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setiati, S.Pd., M.Hum. menyampaikan, Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) merupakan salah satu upaya Kemendikbudristek untuk memperkuat upaya pelindungan bahasa daerah.

Peserta kegiatan.

“Revitalisasi Bahasa Daerah terus dilakukan agar pewarisan bahasa daerah terus berkelanjutan terkhusus bagi generasi muda kita, siswa-siswa SD dan SMP. Upaya ini dilakukan sebagai cara menghidupkan kembali hasrat dan minat penutur bahasa daerah untuk menggunakan bahasanya, terutama di kalangan generasi muda. Revitalisasi Bahasa Derah juga sebagai salah satu bagian dari kebijakan Merdeka Belajar, Kemendikbudristek untuk merespons isu global kepunahan bahasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Elis Setiati menjelaskan bahwa program revitalisasi berprinsip dinamiskarena berorientasi pada pengembangan dan bukan sekadar memproteksi bahasa tersebut dengan tetap adaptifterhadap situasi lingkungan masyarakat tutur atau lingkungan sekolah. Aspek regenerasi dalam revitalisasi juga difokuskan pada penutur muda agar pewarisan dapat dijamin keberlanjutannya, terutama pada anak usia sekolah dasar dan menengah.

“Sesuai semangat Merdeka Belajar, program Merdeka Belajar Ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah ini juga mendorong para penutur bahasa daerah untuk merdeka berkreasi dalam penggunaan bahasanya,” jelas Elis.  

Ia menambahkan, model pembelajaran dibuat secara apik dan epik oleh para maestro menyesuaikan latar belakang dan kemampuan mereka sebagai seorang budayawan, pekerja seni, profesional, dan sastrawan daerah yang akan digunakan akan menyesuaikan sasaran belajar dari tingkat SD dan SMP. Hal tersebut ditujukan agar tujuan diadakannya Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) ini tercapai dan para penutur aktif bahasa daerah dan memiliki kemauan untuk mempelajari bahasa daerah dengan penuh suka cita melalui media yang mereka sukai.

Di akhir sambutannya, Elis Setiati berharap para peserta dapat membangun komitmen bersama untuk melakukan pembelajaran dan pengimbasan kepada rekan sejawat, kepala sekolah, pengawas, dan komunitas menuju Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Rote Ndao.

Pelatihan ini melibatkan tiga maestro selaku narasumber yakni, Eduard Pellondou, Leksi Y. Ingguoe, dan Mikron M. Polly. Sementara peserta berjumlah 50 orang terdiri atas guru SD dan guru SMP yang ada di Kabupaten Rote Ndao. (Siaran Pers Kantor Bahasa Prov. NTT/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini