Tingkatkan Kompetensi Guru, SMPN Satap Nununamat Gelar IHT

0
171
Kepala SMP Negeri Satap Nununamat, Alim Penuam, S.Pd.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Guna meningkatkan kometensi guru dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM), SMP Negeri Satap Nununamat yang berlokasi di Desa Nununamat, Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS menggelar In House Training (IHT). Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (22/9/2023).

Kepala SMP Negeri Satap Nununamat, Alim Penuam, S.Pd., kepada media ini menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik terkait dengan proses pembelajaran di kelas.

“Kegiatan IHT yang kami laksanakan di sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para guru yang ada, karena dengan adanya perubahan kurikulum ini maka guru-guru harus dipersiapkan sehingga dalam proses pembelajaran di kelas bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Suasana kegiatan.

“Perkembangan teknologi saat ini semakin canggih, karena itu kualitas guru harus terus dikembangkan sehingga dalam proses pembelajaran juga mampu untuk menjawab tuntutan perkembangan dan juga kurikulum,” lanjutnya.

Alim Penuam berharap agar melalui kegiatan tersebut, para tenaga pendidik yang ada mampu mengembangkan potensi dirinya agar pelayanan terhadap peserta didik lebih maksimal.

“Selaku kepala sekolah saya berharap dengan adanya kegiatan IHT ini, para guru dapat mengembangkan setiap potensi yang dimiliki agar kualitas peserta didik di sini lebih baik dan lebih meningkat lagi ke depan,” ujarnya.

Suasana kegiatan.

Sementara itu, Yunus Missa, S.Pd., salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, kepada media ini menyampaikan, materi yang diberikan kepada para tenaga pendidik di SMP Negeri Satap Nununamat yakni, Panduan Pembelajaran Asesmen Kurikulum 2013 (K-13), Asesmen Diagnostik, Pembelajaran Berdiferensiasi, Penyusunan Perangkat ajar, serta Pemahaman tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

“Materi yang kami sampaikan dalam kegiatan IHT ini pada dasarnya kami selaku narasumber berpedoman pada panduan pembelajaran asesmen K-13, yang mana dikeluarkan oleh Kemdikbudristekdikti pada bulan September tahun 2022. Setelah dicermati maka pelaksanaan pembelajaran K-13 telah mengalami pergeseran, karena itu dalam kegiatan ini juga kami menyamakan persepsi terkait dengan pembelajaran terbaru atau Kurikulum Merdeka ini,” ungkap Yunus Missa yang juga menjabat sebagai Koordinator Pengawas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS.

“Pembelajaran terbaru yaitu bagaimana menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dari situ baru menghasilkan Modul Ajar. Selain itu bagaimana merancang kriteria ketuntasan ketercapaian tujuan pembelajaran yang dulunya dikenal dengan KKM. Selain itu juga kami memberi materi terkait bagaimana menerapkan pembelajaran berdiferensiasi,” tambahnya.

Suasana kegiatan.

“Kami sebagai narasumber juga berharap agar materi yang diberikan kepada para guru ini mampu diterapkan di kelas sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada,” tandasnya.

Yunus Missa pun berharap agar para guru mampu menerapkan materi yang diperoleh selama kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas.

Pantauan media ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 17 orang guru. Sementara hadir sebagai narasumber yaitu, Koordinator Pengawas pada Dinas PK TTS Yunus Missa, S.Pd., dan Ketua MKKS SMP/MTs Kabupaten TTS, Edison M. S. Boimau, S.Pd. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini