Pertama di TTS, SMAN Kualin Gelar US Berbasis Proyek KTI

0
1250
Suasana Ujian Sekolah Berbasis KTI di SMAN Kualin, Kab. TTS, Prov. NTT.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – SMA Negeri Kualin menjadi SMA pertama di Kabupaten TTS yang menggelar ujian sekolah (US) berbasis proyek melalui Sidang Ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI). Pelaksanaan US tersebut sesuai jadwal US jenjang SMA di Kabupaten TTS, Provinsi NTT yakni pada tanggal 16 April 2024 hingga tanggal 23 April 2024.

“Untuk pelaksanaan ujian sekolah pada tahun pelajaran 2023/2024 ini kami di SMA Negeri Kualin meniadakan ujian kertas pensil maupun berbasis android atau komputer. Kami memilih ujian sekolah berbasis proyek melalui Sidang Karya Tulis Ilmiah,” ungkap Kepala SMA Negeri Kualin, Weyanus Beti, S.Pd., yang ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (19/04/2024).

Weyanus Beti, S.Pd.

Ia menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan ujian sekolah berbasis KTI tersebut guna melatih para peserta didik untuk berpikir kritis. Selain itu juga untuk mengasah kemampuan publick speaking peserta didik.

“Tujuan dari sekolah menggelar ujian berbasis KTI ini guna melatih peserta didik untuk mengasah kemampuan mereka dalam menuangkan ide -ide dalam bentuk tulisan, karena kami yakin bahwa sebelum para peserta ujian ini menulis yang pastinya mereka harus membaca berbagai buku referensi, jadi dengan sendirinya pembiasaan untuk membaca telah berjalan. Lalu dari hasil membaca itu yang mereka tuangkan dalam tulisan dalam bentuk KTI,” ujarnya.

Suasana ujian.

“Tidak cukup di situ saja, namun melalui sidang KTI ini, para peserta didik juga dilatih untuk berbicara dalam hal ini mempertanggungjawabkan hasil tulisan mereka maka dengan sendirinya mental anak-anak terus meningkat. Selain itu juga membiasakan peserta didik agar tamat dan melanjutkan ke perguruan tinggi mereka sudah terbiasa dengan pembuatan karya ilmiah,” jelas Weyanus Beti yang juga merupakan Ketua PGRI Cabang Kecamatan Kualin.

Lebih lanjut Weyanus Beti menyampaikan, ujian sekolah berbasis KTI tersebut diikuti oleh 145 peserta didik yang telah menghasilkan naskah karya tulis sebanyak 72 judul dengan topik kajian tersebar merata di semua mata pelajaran.

“Ujian sekolah berbasis KTI ini dibagi dalam kelompok maupun individu, karena itu sebanyak 72 naskah karya tulis yang dihasilkan pada ujian tahun ini. Tentunya ini merupakan awal bagi kami di SMA Negeri Kualin tetapi jujur bahwa pelaksanaan ujian semacam ini telah mendapat respons positif dari para orang tua peserta didik dan juga badan pengurus komite. Kegiatan ini juga akan terus dilanjutkan ke depan,” jelasnya.

“Tahapan proyek ini telah dimulai sejak bulan Januari 2024, dan rampung pada 16 April 2024 yang ditandai dengan pelaksanaan Sidang Ujian Karya Tulis. Peserta didik kelas XII diberikan kebebasan untuk menulis hasil kajian secara individu maupun kolaborasi bersama beberapa peserta didik yang mana  didampingi dua guru pembimbing,” pungkasnya.

Sekolah Pertama di TTS

Sementara itu Pengawas Pembina SMA Negeri Kualin, Yacob A. N. Selan, S.Pd., mengapresiasi pihak sekolah yang telah melakukan ujian sekolah dengan Sidang Karya Tulis Ilmiah.

Yacob A. N. Selan, S.Pd.

“Selaku pengawas pembina di sini, tentunya saya memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menerapkan ujian sekolah berbasis sidang Karya Tulis Ilmiah, karena setelah memantau proses Ujian Sekolah yang berlangsung khususnya di 37 sekolah binaan saya, hanya di SMA Negeri Kualin ini yang melaksanakan ujian berbeda,” ungkapnya.

Menurutnya, ujian sekolah berbasis proyek KTI tersebut menunjukkan bahwa literasi sekolah itu dapat berkembang dengan baik.

“Dengan ujian seperti ini maka dengan sendirinya telah melatih anak-anak terampil dalam membaca, menulis, berbicara, dan bernalar kritis, karena itu melihat proses ujian ini ternyata anak-anak telah menghasilkan karya dan bisa mempertanggungjawabkan tulisan mereka di hadapan penguji. Karena itu saya juga mengimbau kepada semua guru yang ada agar mampu menggali setiap potensi yang ada pada diri peserta didik,” tandasnya.

Kepala SMAN Kualin pose bersama perwakilan Badan Pengurus Komite SMAN Kualin.

Sementara itu Sekretaris Badan Pengurus Komite SMAN Kualin, Janeta Sapay, menilai bahwa penerapan ujian sekolah berbasis KTI sangat baik dan memiliki nilai tambah yang memotivasi peserta didik untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kegiatan ini patut dilaksanakan secara berkelanjutan agar siswa memiliki kemampuan dasar sebelum menempuh pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu kami komite Sekolah dan orang tua siswa memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan berharap agar pelaksanaan ujian tetap berkelanjutan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ujarnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini