Wajah Baru SMAN 8 Kupang: Dari Aksi Bersih Pantai Hingga Terobosan Besar Literasi Digital

0
20
Pose bersama sebelum aksi jalan santai yang dipadukan dengan bakti sosial pembersihan Pantai Namosain (NBS) oleh keluarga besar SMAN 8 Kupang pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM — Atmosfer kebersamaan dan kepedulian lingkungan membuncah di SMA Negeri 8 Kupang pada Selasa, 20 Oktober 2026. Mengawali rangkaian perayaan HUT sekolah, ribuan civitas akademika turun ke jalan menggelar aksi jalan santai yang dipadukan dengan bakti sosial pembersihan Pantai Namosain (NBS), sekaligus meluncurkan kolaborasi strategis untuk penguatan literasi digital sekolah.

Rangkaian kegiatan inspiratif ini diawali sejak pukul 06.00 WITA melalui upacara pelepasan yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta, terdiri atas 900-an siswa, seluruh guru, pegawai, hingga mahasiswa PPL. Suasana pagi terasa khidmat diawali dengan doa bersama, disusul arahan ketertiban lalu lintas oleh Babinsa Agus Mampu dari Polsek Alak.

Dokumentasi kegiatan.

“Adik-adikku, jalan yang kita lewati adalah milik bersama. Jaga ketertiban dan keamanan lalu lintas dengan berjalan maksimal dua hingga tiga orang dalam satu baris. Selamat berbahagia dan merayakan HUT sekolah,” pesan Babinsa Agus memberi semangat.

Semangat peserta kian membara saat Kepala SMA Negeri 8 Kupang, Handrianus Josef Hae Jami, S.Pd., M.Ling., memberikan pengarahan singkat yang disambut tepuk tangan riuh.

“Jalan santai hari ini yang diakhiri dengan aksi pembersihan Pantai NBS bukan sekadar tentang rute yang kita tempuh, tetapi tentang simbol kebersamaan, kekeluargaan, dan bukti nyata bahwa SMA Negeri 8 Kupang adalah sekolah pencinta lingkungan,” tegas Kepsek Handrianus.

Dokumentasi kegiatan.

Iring-iringan jalan santai dilepas secara rapi berurutan, dipimpin oleh pembawa baliho utama, pasukan drumben yang semarak, barisan siswa Kelas XII, XI, dan X, hingga jajaran guru, pegawai, mahasiswa PPL, serta para relawan. Menempuh rute dari SMAN 8 Kupang, melewati SMPN 14 Kupang, SD Inpres Nunbaun Sabu, MAN Kupang, Cabang Air, hingga berakhir di Namosain Beach.

Sesampainya di pantai, aksi nyata kepedulian lingkungan langsung dimulai. Berbekal karung dan kantong sampah, seluruh peserta bahu-membahu memungut sampah plastik di sepanjang pesisir Pantai Namosain. Aksi bersih lingkungan ini didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang menerjunkan satu unit armada mobil dan kontainer sampah ke titik kumpul, sehingga seluruh sampah yang terkumpul dapat langsung diangkut menuju TPA Alak.

Sebagai penutup aksi lapangan, seluruh peserta melepas penat bersama lewat tarian khas daerah dan kreasi modern seperti goyang Bosan Hala, Helikopter, hingga tarian Ja’i yang penuh kekeluargaan.

Langkah Terobosan: Menuju Sekolah Berbasis Literasi Digital & “Wartawan Putih Abu”

Tak berhenti pada aksi lingkungan, SMA Negeri 8 Kupang bergerak cepat mematangkan mutu pendidikan dan tata kelola sekolah. Usai para siswa dipulangkan, jajaran guru dan pegawai kembali ke sekolah untuk menggelar rapat persiapan acara puncak HUT serta pembahasan Tata Tertib Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Dokumentasi pertemuan pihak sekolah dengan pegiat literasi.

Di saat yang sama, langkah spektakuler dilakukan melalui pertemuan terbatas antara Kepala Sekolah bersama dua pegiat literasi di Kota Kupang. Mereka adalah Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpusnas RI Robertus Fahik, S.Fil., M.Si., dan Guru Penulis sekaligus Wakasek Kesiswaan SMKN 7 Kupang, Patrisius Leu, S.Fil.

Hadir pula Perwakilan Wakasek, Tim Pengembang IT Sekolah, serta Tim Literasi & Jurnalistik SMAN 8 Kupang. Mereka adalah Maria Arni Anek, S.Pd. (Wakasek Kesiswaan), Muslih Alwan, S.Pd.Gr. (Pembina Literasi Sekolah sekaligus Ketua Panitia HUT-23), Erwin Oktapian, S.Pd. (Bendahara Sekolah), Aprianus Semuel Kupeilang, S.Pd., M.Hum. (Wakasek Kurikulum), Yohanes B. Mago, S.Pd. (Ketua Tim Pengembangan IT dan Web Sekolah).

Pertemuan mendalam dan penuh antusiasme tersebut membahas jalinan kerja sama strategis demi menyukseskan program GENTA BELIS dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Melalui kolaborasi ini, SMA Negeri 8 Kupang siap mencetak dan melatih “Wartawan Putih Abu” (jurnalis sekolah), mengoptimalkan perpustakaan digital, membenahi website resmi sekolah, serta mengelola media sosial (YouTube, Instagram, Facebook) secara profesional.

Dokumentasi pertemuan pihak sekolah dengan pegiat literasi.

Dengan hadirnya tim humas dan publikasi yang terlatih, seluruh prestasi, kebaikan, dan kegiatan positif SMA Negeri 8 Kupang dipastikan akan terpublikasi secara luas dan berkualitas kepada masyarakat. SMA Negeri 8 Kupang membuktikan diri bukan hanya unggul dalam aksi sosial dan lingkungan, tetapi juga terdepan dalam beradaptasi dengan era digital. (tim/red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini