MGMP XII Kecamatan Kolbano Gelar IHT IKM

0
411
Pose bersama panitia, narasumber, dan perwakilan peserta IHT MGMP XII Kecamatan Kolbano.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Guna meningkatkan kapasitas tenaga pendidik terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) XII Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS menggelar In House Training (IHT). Kegiatan yang digelar pada Kamis – Sabtu, 4 – 6 Agustus 2022 di SMP Kristen 2 Banat tersebut diikuti oleh 8 SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Dominggus J. O. Banunaek, S.E., M.Si., yang hadir dan membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada MGMP XII Kecamatan Kolbano dan semua kepala sekolah serta para guru yang bergabung dalam kegiatan tersebut.

“Selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten TTS saya memberikan apresiasi kepada MGMP XII Kecamatan Kolbano yang telah menyelenggarakan kegiatan IHT ini untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap perkembangan kurikulum yang ada, karena momen seperti ini sangat positif yang mana dapat meningkatkan kompetensi dari setiap tenaga pendidik yang ada,” ungkapnya.

Dominggus Banunaek juga mengimbau kepada semua guru agar dapat mengikuti dengan baik setiap materi yang diberikan oleh para narasumber agar dalam pelaksanaannya tidak merasa kesulitan.

Dominggus Banunaek.

“Saya berharap agar para peserta dari 8 sekolah yang bergabung ini dapat mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh narasumber dengan baik sehingga dalam proses pembelajaran di kelas tidak merasa sulit,” harapnya.

Dirinya juga meminta kepada semua kepala sekolah agar dalam penyusunan Aplikasi Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (ARKAS) lebih difokuskan kepada kegiatan yang mana dapat meningkatkan kapasitas para tenaga pendidik itu sendiri. Selain itu juga fokus pada sarana penunjang yang dapat mendukung proses pembelajaran seperti penguatan terhadap jaringan internet  dan juga peralatan seperti laptop.

“Perkembangan teknologi yang kian hari makin pesat ini maka saya meminta kepada semua Kepala sekolah yang ada di TTS untuk dalam penyusunan ARKAS itu lebih fokus kepada kegiatan yang lebih mendukung peningkatan mutu guru itu sendiri seperti yang hari ini dilaksanakan di MGMP XII Kecamatan Kolbano ini. Khusus untuk kita di Kabupaten TTS ini masih banyak lokasi yang sulit untuk mengakses jaringan internet dan hal ini menjadi pergumulan kita semua dengan harapan agar kedepan kita tidak lagi kesulitan dengan jaringan internet,” jelasnya.

Micsen Benu.

Ketua panitia kegiatan, Micsen J. Benu, S.Pd., kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar dengan tujuan untuk membekali para tenaga pendidik dalam penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada tahun pelajaran 2022/2023.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan IHT terkait dengan implementasi kurikulum merdeka ini untuk mempersiapkan atau membekali para tenaga pendidik yang ada sehingga dalam penerapannya para tenaga pendidik tidak merasa kesulitan,” ungkap Micsen Benu yang juga sebagai Kepala SMP Kristen 2 Banat.

“Kegiatan yang kami gelar pada hari ini khusus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) XII Kecamatan Kolbano, yang mana dalam MGMP XII Kecamatan Kolbano ini terdapat 8 SMP yang bergabung yaitu SMP Negeri 3 Amanuban Tengah, SMPN Satap Pene Selatan, SMPN Satap Nununamat, SMPN Nilopo, SMPN Satap Nifubia, SMP Kristen 2 Amanuban Tengah, SMP Kristen 3 Amanuban Tengah, dan SMP Kristen 2 Banat. Selain itu juga ada satu SMP dari kecamatan tetangga yang bergabung bersama kami yaitu SMP Negeri Kotolin, Kecamatan Kotolin. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 92 orang,” urainya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan empat orang narasumber yakni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten TTS, Dominggus J. O. Banunaek, S.E., M.Si., Koordinator Pengawas (Korwas) pada Dinas PK TTS, Yunus Misa, S.Pd., Pengawas Sekolah, Drs. Yoram Nakamnanu, M.M., dan Ketua MKKS SMP Kabupaten TTS, Edison M. S. Boimau, S.Pd.

Materi yang disampaikan saat kegiatan IHT ini yaitu terkait dengan aktivasi id belajar siswa yang mana sasarannya kepada asesmen dan raport mutu dan itu menjadi tolak ukur pelaksanaan simulasi asesmen pada tahun ini. Selain itu juga diberikan materi terkait dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yaitu penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan, penyusunan modul ajar dan berbagai materi lainnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here