Rayakan 15 Tahun, Dusun Flobamora Gelar Festival Sastra Santarang 2026

0
28
Koordinator Pelaksana Komunitas Sastra Dusun Flobamora Mario F. Lawi menyampaikan sambutan pembuka pada Festival Sastra Santarang 2026 di Rumah Dusun Flobamora, Naimata, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/8/2026).

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM — Komunitas Sastra Dusun Flobamora menggelar Festival Sastra Santarang (FSS) 2026 di Kota Kupang pada tanggal 28 – 29 Agustus 2026. Kegiatan yang menandai 15 tahun perjalanan komunitas ini mengusung tema “Kota dan Kita”.

Koordinator Pelaksana Komunitas Sastra Dusun Flobamora Mario F. Lawi mengatakan, tema tersebut menjadi ruang untuk melihat hubungan karya sastra dengan kota, terutama dalam membentuk imajinasi masyarakat terhadap tempat yang mereka tinggali.

“Dalam kaitannya dengan kota, karya sastra sangat penting dalam membentuk imajinasi kita tentang sebuah tempat,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan Komunitas Sastra Dusun Flobamora selama 15 tahun, termasuk Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang yang menjadi tempat komunitas tersebut dideklarasikan.

“Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan komunitas ini selama 15 tahun, bahkan mungkin lebih, jauh sebelum komunitas ini terbentuk,” ujarnya.

Mario mengatakan perjalanan komunitas juga tidak terlepas dari kontribusi para frater yang kini telah menjadi romo maupun awam di berbagai tempat dan turut mengambil bagian dalam membesarkan komunitas tersebut.

Ia menjelaskan FSS 2026 yang diselenggarakan Komunitas Sastra Dusun Flobamora bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI menghadirkan dua rangkaian utama, yakni seminar sastra dan pameran arsip komunitas.

Adapun pameran arsip menampilkan sejumlah arsip perjalanan Dusun Flobamora, termasuk jurnal sastra, karya terbitan, dan dokumentasi berbagai momen penting komunitas.

“Pameran ini menandai beberapa perjalanan Dusun Flobamora dan produk-produk yang telah dihasilkan,” katanya.

Ia berharap penyelenggaraan festival dapat menjadi ruang evaluasi dan pertumbuhan bagi komunitas serta memperkuat hubungan dengan komunitas lintas seni di Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana FSS 2026 Saddam HP mengatakan tema “Kota dan Kita” dipilih untuk merefleksikan perjalanan Dusun Flobamora sekaligus melihat persoalan perkotaan melalui perspektif literasi dan kesusastraan.

“Lebih dari sebuah perayaan, tema ini melukiskan semangat literasi dan kesusastraan dalam berhadap-hadapan dengan persoalan kota yang kerap pelik dan nyaris tak terselesaikan,” katanya.

Menurut dia, kota turut memengaruhi kehidupan masyarakat yang berdomisili di dalamnya. Sebaliknya, masyarakat perlu menjaga jarak kritis dalam melihat kebijakan kota, tata kelola, serta penyediaan ruang aman.

Ia mengatakan komunitas juga memanfaatkan momentum 15 tahun untuk menengok kembali sejarah perjalanan sekaligus membenahi diri dalam menyediakan ekosistem literasi dan kesusastraan yang lebih baik.

Saddam menjelaskan seminar sastra dalam FSS 2026 diarahkan untuk mendalami tema “Kota dan Kita” serta melihat bagaimana tema tersebut hadir dalam karya sastra.

Sementara itu, pameran arsip komunitas menjadi bagian penting dari festival untuk melihat perjalanan Dusun Flobamora dalam memaknai Kota Kupang sebagai ruang tumbuh.

Ia mengatakan festival tersebut diharapkan dapat menemukan gambaran kota dalam karya seni dan kaitannya dengan kondisi kota secara faktual, menjadikan seni sebagai ruang perjumpaan berbagai kalangan, sekaligus menandai 15 tahun berdirinya Komunitas Sastra Dusun Flobamora di Kota Kupang. (Yos Bataona/red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini