Literasi di Timur // Puisi Albertus Muda, S.Ag

0
217
Oleh Albertus Muda, S.Ag., Penyuluh Agama Katolik Non-PNS Kab. Lembata, NTT.

Ketika mendengar nama itu menggema

Kutitipkan tanya dari dasar ranah gelisah

Pada siapa yang bisa memberi pengertian

Bersama doaku menjura ke langit

–

Kulihat pancaran cahaya menukik

Menerobos remang gundah pada gelisahnya jiwa

Memantul menjangkau pikiran yang kalut

Menerangi ruang kalbu dalam dera kelam

 –

Aku mengeluh kekurangan bahan bacaan

Tatap nanar bagai mengetuk pintu langit

Menanti belas kasih dermawan yang peduli

Di dos berlogo kutemukan kado terindah ‘bernama buku’

–

Masih kudengar keluh, betapa menulis itu sulit

Yang lain seolah menerimanya sebagai nasib

Ada yang tekun belajar sendiri di kesunyian waktu

Menjangkau jaringan internet hingga dahan pepohonan

–

Ada yang rela belajar tanpa listrik

Hanya ditemani temaramnya nyala lilin

Juga pelita yang perlahan kehabisan minyak

Namun, doa syukur terarah pada tetes minyak ikan paus yang masih menyala

–

Kulihat bara literasi tetap menyala

Dari dapur komunitas-komunitas sastra

Dalam forum-forum taman bacaan masyarakat

Dari perpustakaan hingga  tarian jemari di ranah kata sekolah

–

Ada gerakan donasi sejuta buku

Ada kompetisi perpustakaan elektronik

Ada gerakan membudayakan tenun ikat

Ada gerakan sekolah menulis buku nasional

–

Ini bukti bara literasi tak pernah padam

Di ruang perpustakaan mata tertuju pada buku

Dalam batin penulis, penggiat juga relawan literasi

Menggelegak di diksi indah; kata adalah senjata

–

Satu tekad bakti untuk NTT

Literasi mesti nyalakan masa depan

Agar generasi muda tak terpatri di satu langkah

Atau beku idealisme pada musim yang berganti

–

Pabila nyala literasi mulai meredup

Isilah minyak pada buli-bulinya

Tautkan semangat dalam dada

Nyalakan semangat antarpulau

–

Literasi, cahaya di timur

Tak pernah boleh dibiarkan padam

Bangkitkan harapan masa depan

Hidupkan nalar generasi baru

–

Ada Komodo di Labuan Bajo

Ada danau Kelimutu di Ende

Ada buah Kenari di Alor

Ada penangkapan Paus di Lembata

–

Ada kayu Cendana di Timor

Ada Sasando di Rote Ndao

Ada kuda Sandelwud di Sumba

Ada Semana Santa di Flores Timur

–

Itu kekayaan kearifan lokal kita

Sumber daya membangun wilayah

Memikat daya tarik dunia global

Mendatangkan devisa bagi daerah

–

Literasi mesti menyentuh dasar nurani

Agar generasi baru tergugah untuk berkarya

Membahasakan alam dalam narasi nasionalisme

Agar NTT bangkit, mandiri dan sejahtera

***

Lembata, 4 Mei 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini