Berenang di Kali Labat

0
379
Ilustrasi. (ebookanak.com)

Hari Minggu adalah hari yang paling menyenangkan. Hari Minggu adalah hari keluarga. Akan sangat menyenangkan jika hari minggu digunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dengan bertamasya ke tempat wisata.

Demikian pun saya dan keluarga. Kami sekeluarga sering mengisi hari Minggu untuk bertamasya. Kadang kala kami ke pantai untuk mandi di laut atau ke kebun kami di Tilong, area persawahan di Tuatuka, dan sering pula ke Gunung Fatuleu,

Berbeda dengan waktu-waktu yang lalu. Kali ini, ketika kami sekeluarga pulang dari gereja, saya dan adik saya Pier diajak oleh kakak saya, Aldi untuk mandi di kali Labat. Tentu ini ajakan yang menarik dan menyenangkan. Soalnya mandi di kali merupakan hal baru bagi saya. Jadi, jelas saya sangat bersemangat. Tanpa berpikir panjang saya langsung menyetujui ajakan kak Aldy. Demikian pun adik saya Pier.

Tak perlu menunggu waktu lama. Saya dan adik Pier secepat kilat makan, lalu menyiapkan pakaian ganti. Kami pun berangkat mengendarai motor kak Aldy. Beberapa menit kemudian sampailah kami di rumah kak Elen, pacarnya kak Aldy. Kebetulan rumahnya kak Elen dekat dengan kali itu. Kami mengajak kak Elen dan adiknya yang bernama Muni bersama-sama menuju ke kali.

Sesampainya di kali Labat saya pun langsung terjun ke dalam air. Berhubung saya belum bisa berenang, saya pun dibantu oleh kak Aldi. Sedangkan adik Pier hanya mandi di pinggiran kali karena takut.

Airnya sangat jernih. Mengalir cukup deras. Kami sangat bergembira menikmati air yang mengalir tersebut yang merupakan karunia Tuhan yang luar biasa. Dalam hati, saya berpikir, alam kita telah menyediakan kekayaan yang luar biasa. Tugas kita sebagai manusia adalah menjaga dan merawatnya agar tetap lestari. Misalnya, tidak menebang pohon di sekitar kali, tidak membuang sampah di pinggir atau pun di dalam kali.

Tanpa terasa satu jam berlalu. Kami mandi dengan sepuasnya. Walaupun airnya terasa sangat dingin tetapi mandi di kali itu sangat membuat kami bahagia. Karena kami sudah sudah merasa dingin, kami keluar dari dalam air. Sedikit berjemur untuk mengeringkan badan lalu menukar pakaian. Kami kembali ke rumah kak Elen.

Setelah itu kak Aldy mengajak kami pergi untuk makan di rumah makan sekitar Labat. Sesampai di rumah makan, saya, adik Pier, kak Elen memesan Bakso. Sedangkan kak Aldy dan kak Muni memesan Nasi Ayam. Saking laparnya, kami melahap habis makanan yang disajikan. Rasanya lega karena rasa laparku sudah hilang. Perutku tidak keroncongan lagi.

Selesai makan, saya, kak Aldy, adik Pier berpisah dengan kak Elen dan kak Muni. Mereka kembali ke rumah, sedangkan kami pergi ke barbershop (tempat pangkas rambut) untuk menggunting rambut karena rambut saya dan adik Pier sudah panjang.

Sebagai peserta didik yang baik dan taat pada peraturan sekolah, rambut kita harus pendek dan rapi. Kami menggunting rambut di salah satu barbershop di Oebufu. Lega rasanya ketika rambut kami sudah selesai digunting. Kami tampak lebih ganteng. Hehehehhh…

Tak terasa sudah pukul 15.00 Wita. Saya, kak Aldy dan adik Pier melanjutkan perjalanan pulang ke rumah kami di Gang Damai 7 Liliba. Ketika sampai di rumah, kami disambut senyum dari Mama karena melihat rambut kami yang baru digunting. Kata Mama, dua anak laki-lakinya ternyata ganteng-ganteng.

Kami menceritakan ke Mama dan Bapak serta kak Alesa, kak Winy dan adik Cany tentang serunya mandi di kali Labat hari ini. Hari itu, kebetulan Bapak dan Mama hendak pergi mengikuti arisan keluarga di Belo, maka kami pun ikut Bapak dan Mama. Hari Minggu benar-benar merupakan hari keluarga. Hari yang sangat menyenangkan.

***

Oleh Gian Mauko, Peserta Didik SDN Bertingkat Naikoten Kota Kupang, Anggota Kelas Menulis Kreatif Binaan Yayasan Pustaka Pensi Indonesia (Yaspensi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here