Jelang HUT RI, SMKN 7 Kupang Siap Geliatkan Literasi

0
144

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Menjelang HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2022 mendatang, SMKN 7 Kupang siap menggelar berbagai kegiatan di bidang literasi. Kegiatan tersebut digelar untuk menyemarakkan HUT RI sekaligus menghidupkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Demikian disampaikan Plt. Kepala SMKN 7 Kupang, Murni Pallawagau, S.Pi., M.Pd., ketika ditemui media ini, Jumat (22/7/2022) di ruang kerjanya. Menurutnya, sejauh ini gerakan literasi di SMKN 7 Kupang masih mengikuti program yang sudah disusun sebelumnya.

“Perjalanan Gerakan Literasi Sekolah masih mengikuti program yang telah disusun olehpemimpin sebelumnya serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2022,” ungkap Murni Pallawagau.

Ia menjelaskan, dalam rangka menyongsong HUT RI tanggal 17 Agustus 2022 mendatang, peserta didik diberi kesempatan untuk mengisinya dengan kegiatan-kegiatan literasi sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas mereka.

“Di sekolah ini ada pojok literasi. Sementara itu, untuk kegiatan yang lain akan dibicarakan dengan tim manajemen sekolah dan dipertimbangkan lagi. Jadi kami hanya melanjutkan program yang sudah ter-cover oleh RKAS dari kepala sekolah sebelumnya,” ujarnya.

“Sekarang, kita mendorong siswa ya. Kalau soal literasi, kebetulan menjelang 17 Agustus sudah diprogramkan kegiatan untuk literasi seperti pojok baca dan kegiatan-kegiatan pengembangan kreativitas siswa lainnya,” tambahnya.

Kolaborasi Seluruh Elemen

Sementara itu Patrisius Leu, S.Fil., dan Gabriel Koten, S.Si., dua guru penulis dari SMK Negeri 7 Kupang mengungkapkan, sejauh ini keduanya telah berinisiatif menulis buku-buku pengayaan dan juga buku mata pelajaran yang dapat menunjang pembelajaran.

Patrisius Leu menyampaikan, kolaborasi seluruh elemen penting dalam satuan pendidikan dan perlu diejawantahkan dalam pengorganisasian dan menjalankan fungsi kontrolnya sesuai prinsip dasar yang berlaku. Selain itu, GLS akan berjalan dengan baik apabila ada penghargaan terhadap karya-karya guru dan perhatian kepada ruang literasi peserta didik.

“Demi pengembangan keprofesian guru dan peningkatan literasi siswa, sekolah wajib membentuk tim gerakan literasi dari guru dan siswa yang diprogramkan secara baik untuk mengasa daya cipta, berseni dan berkarya. Selain itu, sekolah juga perlu membuka diri dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga dari luar yang mumpuni dan bergerak di bidang literasi,” ungkap guru Pendidikan Agama Katolik yang sudah menulis 5 buku.

Gabriel Koten menuturkan, salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari guru dan peserta didik adalah dengan mewujudkan program pemerintah melalui GLS. Wujud nyata dari program tersebut adalah dengan menghadirkan lembaga-lembaga pengembang literasi untuk membimbing guru dan peserta didik.

“Berkat kerja keras dan upaya sendiri, saya dan pak Patris bisa menulis 2 buku, hasil karya guru yang diluncurkan oleh Bapak Kadis beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan peluncuran buku itu, Kadis PK Provinsi NTT secara resmi menjadikan SMKN 7 Kupang sebagai model literasi sekolah. Pengalaman sampai berhasil menulis buku ini, saya dan pak Patris dapat saat bergabung dengan lembaga di luar sekolah untuk pengembangan literasi,” ujarnya.

“Dari sinilah, saya percaya bahwa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berliterasi dari guru dan peserta didik, harus didukung penuh oleh pihak sekolah baik itu melalui pembiayaan, keterlibatan guru-guru penulis dalam berbagai kegiatan literasi sekolah dan kolaborasi lembaga di luar sekolah dalam pelatihan-pelatihan literasi bagi siswa agar membantu memperkaya pengalaman serta wawasan literasi mereka,” terang guru pengasuh mata pelajaran Matematika di SMKN 7 Kupang. (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here