Bimtek Penyiapan dan Penyusunan Materi Pimpinan untuk Tingkatkan Kompetensi ASN

0
71
Bimbingan Teknis Penyiapan dan Penyusunan Meteri Pimpinan Tahun 2022 bagi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT meenggelar Bimbingan Teknis Penyiapan dan Penyusunan Meteri Pimpinan Tahun 2022 bagi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan bertema “Melalui Pikiran Cerdas Kita Tingkatkan Kolaborasi Wujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera” tersebut berlangsung pada Kamis – Jumat, 20 – 21 Oktober 2022 di Aula Marungga I Hotel Sasando Kupang.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki tupoksi atau yang diberi kepercayaan oleh pimpinan, dalam rangka menyiapkan dan menyusun materi pimpinan, yang sistematis, substansial dan akuntabel.

Pada kegiatan hari pertama tampil sebagai pemateri adalah Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Organisasi Dr. David B. W. Pandie, MS., dengan materi “Teknik Menyusun Materi Pimpinan (Teori dan Praktik)” dan Dosen Bahasa dan Sastra/Pakar Bahasa FKIP Universitas Nusa Cendana Dr. Marselus Robot, M.Si., dengan materi “Penggunaan Bahasa Indonesia dan Istilah Asing Dalam Dokumen Resmi. Sementara sebagai moderator yakni, Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Dra. Diani T. A. Ledo, S.E., M.Si.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, diwakili oleh Asisten II Sekda Provinsi NTT Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ganef Wurgiyanto didampingi oleh Karo Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Q. Parera. Tercatat 50 orang terlibat sebagai peserta, masing-masing satu orang perutusan dari setiap Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, termasuk para ASN di Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Ganef Wurgiyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Biro Administrasi Pimpinan  Setda Provinsi NTT karena telah melaksanakan sebuah kegiatan yang sangat berguna dalam rangka rangka peningkatan capacity building bagi ASN Pemprov. NTT.

“ASN yang bekerja khusus menyiapkan materi pimpinan, baik dalam menyusun materi sambutan tertulis maupun materi sebagai bahan presentasi bagi pimpinan, setiap ASN tersebut dituntut harus peka terhadap ide-ide segar dari pimpinan dan mampu menerjemahkan dan menarasikan dengan benar secara sistimatis, substantif, obyektif, dan akuntabel. Setiap ASN yang dipercaya pimpinan untuk menyusun materi sambutan atau bahan presentasi bagi pimpinan, harus punya wawasan yang luas dan punya kompetensi mumpuni serta menguasi data-data akurat dan terkini tentang perkembangan program kerja Pemerintah Provinsi NTT. Jika sudah demikian maka pasti akan memebri hasil yang berkualitas bagi pimpinan dan produk materi pimpinan layak untuk dipublikasikan,” jelasnya.

Ganef berharap setiap peserta dapat memanfaatkan kegiatan bimtek dengan sebaik-baiknya untuk meng-“up grade” diri dengan banyak bertanya dan berdiskusi dengan setiap narasumber.

“Hari ini hadir narasumber yang hebat, sebagai dua pemateri utama, masing-masing Bapak Dr. David B. W. Pandie, MS., dan Bapak Dr. Marselus Robot, M.Si., dua narsum ini memiliki kompetensi teruji dan profesional di bidangnya. Oleh sebab itu saya berharap semua peserta harus aktif untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Begitu pun narasumber di hari kedua juga harus diikuti dengan baik, karena materi yang akan disajikan pasti mampu memperkaya wawasan dari setiap peserta juga menjadi referensi produktif dalam menyusun dan memperkaya muatan sebagai input bagi materi pimpinan yang disusun, apalagi jika materi yang diminta tentang perkembangan program kerja dari Pemerov NTT, seperti soal peningkatan SDM, Stunting, TJPS atau pun program lainnya yang sementara dilaksanakan oleh dwitunggal pemimpin kita yaitu, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT”, ujar Ganef penuh semangat.

Ganef juga berharap agar ke depan kegiatan bimtek tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, agar dapat menjadi media penyegaran untuk mengasah dan menguji setiap ASN yang memiliki tupoksi sebagai penyusun materi pimpinan.

Peserta Bimtek

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Organisasi, Dr. David B. W. Pandie MS., yang tampil sebagai pemateri utama pertama, dengan materi “Teknik Menyusun Materi Pimpinan”, menjelaskan bahwa sebuah materi yang disusun untuk dipresentasikan tidaklah jauh berbeda dengan  naskah pidato yang akan disampaikan kepada khalayak.

“Materi atau naskah pidato atau sambutan pimpinan haruslah memuat konten yang terstruktur, sistematis , dipahami, dan dapat dengan mudah dimengerti oleh orang lain. Selain isi atau konten naskah pidato yang mudah dipahami, juga harus memberikan dampak positif untuk mendorong ataupun mempersuasif banyak orang, serta juga ada informasi penting yang disampaikan dengan maksud mengedukasi penerima informasi atau khalayak. Hal ini sangatlah penting mengingat sebuah informasi dari materi atau naskah adalah juga kebutuhan informasi publik atau masyarakat luas,” jelas Pandie.

Mantan Wakil Rektor I Undana ini juga menambahkan, bahwa dalam penyusunan materi atau pun pidato hendaklah memperhatikan validitas data sebagai bahan pendukung lainnya. Pentingnya penyampaian materi atau pidato yang berkualitas juga sebagai point atau kekuatan sendiri dari orang yang menyampaikan materi apalagi ia adalah seorang  pejabat publik.

Selain Dr. David Pandie, MS., hadir menyampaikan materi sebagai pemateri utama kedua yaitu, Dosen Bahasa dan Sastra dan Pakar Bahasa FKIP Undana Dr. Marselus Robot, M.Si., yang menyajikan materi “Penggunaan Bahasa Indonesia dan Istilah Asing dalam Dokumen Resmi”.

“Fungsi utama bahasa adalah untuk menyampaikan pikiran dan perasaan baik secara lisan maupun secara tertulis dari seorang penulis atau pembicara, sehingga apa yang disampaikan oleh penulis atau pembicara dapat dirasakan oleh pembaca atau pendengar,” ungkap Marsel Robot yang juga adalah seorang sastrawan senior NTT.

Marsel Robot menambahkan bahwa dalam pemanfaatan Bahasa Indonesia yang benar, haruslah memperhatikan pemilihan kata atau diksi yang tepat, agar tidak ambigu sehingga lebih mudah dicerna. Selain itu juga perlu dihindari istilah-istilah tertentu dalam Bahasa Indonesia ataupun bahasa asing yang dapat menyebabkan informasi menjadi bias atau kurang jelas.

Kegiatan hari kedua akan menampilkan sejumlah pemateri yakni, Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, ST., MT., dengan materi: Program-program Strategis Pembangunan dan Kinerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si., judul materi: Pentingnya Penggunaan Data dalam Penyusunan Materi Pimpinan.

Pemateri lainnya yakni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd., dengan judul materi: Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam meningkatkan Kualitas Pendidikan di Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lecky Frederich Koli, S.TP., judul materi: TJPS, Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Petani dan Peternak di Nusa Tenggara Timur, dan Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ruth Diana Laiskodat, S.Si, Apt., M.M., dengan judul materi: Langkah-Langkah Percepatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Menurunkan Angka Stunting di Nusa Tenggara Timur. (Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here