Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT Gelar Workshop Literasi

0
139
Pembukaan “Workshop Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan Pegiat Literasi Daerah Tingkat Provinsi NTT Tahun 2023” oleh Asisten III Setda Provinsi NTT, Semuel Halundaka, S.IP., M.Si., pada Selasa (04/04/2023) di Hotel Sahid T-More Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan literasi bertajuk “Workshop Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan Pegiat Literasi Daerah Tingkat Provinsi NTT Tahun 2023” pada Selasa (04/04/2023) di Hotel Sahid T-More Kupang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 peserta secara luring dan lebih dari 60 peserta secara daring.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Asisten III Setda Provinsi NTT, Semuel Halundaka, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa workhsop literasi merupakan kegiatan positif untuk bertemu dan berbagi di antara pegiat literasi dalam melahirkan konsep-konsep baik untuk membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

“Saya berharap bahwa dengan terus kita bertemu seperti ini tentunya ada hal baik yang menjadi rujukan oleh pegiat-pegiat literasi dan taman-taman baca untuk mencari bagaimana bentuk yang baik untuk menggalakkan literasi ini di tengah-tengah masyakarat terutama mulai dari anak-anak,” ungkapnya.

Dikatakannya, NTT mengalami perkembangan literasi yang cukup baik. Data Perpusnas menunjukkan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat NTT tahun 2021 mencapai nilai 63.00%, pada tahun 2022 meningkat menjadi 68,84% atau melebihi capaian tingkat nasional sebesar 63,90%.

“Nilai yang dicapai ini menempatkan posisi NTT pada urutan ke-8 secara nasional dari 34 provinsi. Demikian halnya indeks pembangunan masyarakat, tahun 2022 NTT mendapat nilai 67,61% dengan kategori sedang atau melebihi capaian secara nasional 64,48%,” ujarnya.

“Capaian ini menunjukkan bahwa paradigma perpustakaan telah berubah dari membangun koleksi ke kontek membangun masyarakat, hubungan sosial dan jaringan masyarakat sehingga perpustakaan telah bertrasnformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial dimana perpustakaan harus menjadi tempat kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Oleh karena itu Bunda Baca/Duta Literasi dan Pegiat Literasi dapat menjadi motor penggerak pembudayaan gemar membaca melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.  

Di akhir sambutannya, Semuel menekankan bahwa kemampuan literasi sangatlah penting karena dapat meningkatkan aktualisasi diri. Menurutnya, iterasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis tetapi memiliki cakupan yang luas dari mulai memahami, berbicara, hingga kemampuan seseorang mengatasi persoalan dalam kehidupannya.

“Semoga komitmen dan konsistensi kita semua dan perpustakaan bertumbuh dan berkembang. Saya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini mulai dari awal sampai akhir sehingga dapat menciptakan kesamaan persepsi, pola pikir, dan dapat bersinergi dengan dinas perpustakaan provinsi dan kab/kota dalam penyusunan program kerja dan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat menuju NTT bangkit dan sejahtera,” tandasnya.

Penutupan kegiatan oleh Kadis Kearsipan dan Perpustakaan NTT, Drs. Kanisius H. M. Mau, M.Si.

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Drs. Kanisius H. M. Mau, M.Si., mengungkapkan, kegiatan yang menghadirkan para pegiat literasi dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tersebut diharapkan mampu membawa perubahan.

“Saya senang berada di antara orang-orang cerdas. Kalau ada kekurangan pada kami dengan sennag hati kami akan memperbaikinya. Kalau sudah omong seperti ini mesti ada perubahan,” ujarnya.

“Literasi adalah peradaban. Dengannya, kerja-kerja kolaboratif, sinergitas, kekinian manajemen modern mengajarkan penta helix atau heksa helix sesuai dengan kapasitas masing-masing, kita sudah berada dalam konteks itu. Ketika kita membicarakan atau mendengarkan dengan bangganya angka-angka kemajuan, apakah kami bekerja secara superman? Tidak. Kami berada di team work. Di dalamnya ada pegiat literasi dan taman baca,” jelasnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan para pegiat literasi dan TBM seluruh kab/kota se-NTT dan staf Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT. Tampil sebagai narasumber yakni, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga, H. Anwar Pua Geno, S.H., dengan materi Strategi Advokasi dan Lobi, serta Pengurus Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, S.S. (Ketua) dengan materi Pelibatan Masyarakat (Community Engagement), dan Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M. (Kabid Kemitraan dan Hubungan Internasional) dengan materi Strategi Promosi, Dokumentasi, Penyusunan Rencana Kerja. (*RF/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini