Pemprov NTT Siapkan Strategi Terpadu Atasi Kemiskinan Ekstrem

0
37
Pj. Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, S.H., MDC., dalam jumpa pers dan media gathering bersama media massa pada Senin (22/01/2024) di aula Dinas Kominfo Provinsi NTT.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Memasuki tahun 2024, Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan strategi terpadu dan sinegitas dari setiap sektor untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Hal tersebut diungkapkan Pj. Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, S.H., MDC., dalam jumpa pers dan media gathering bersama media massa pada Senin (22/01/2024) di aula Dinas Kominfo Provinsi NTT.

“Kegiatan di 2024 ataupun kebijakan yang dapat kami lakukan untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem ini tentunya tidak bisa suatu sektor berdiri sendiri. Perlu strategi yang terpadu untuk menurunkan angka kemiskinan ini,” ujar Ayodhia Kalake.

“Angka kemiskinan ini, harus diakui terkait dengan kondisi kesehatan termasuk stunting yang terjadi pada balita di Provinsi NTT ini,” paparnya.

Lebih lanjut, Ayodhia Kalake menyampaikan, upaya untuk menurunkan angka kemiskinan harus juga dibarengi dengan penurunan beban pengeluaran yang telah diberikan oleh pemerintah pusat maupun provinsi dengan berbagai bantuan.

“Kita harus menurunkan beban pengeluaran. Di Dinkes ada uiran kesehatan bagi masyarakat miskin. Di Dinsos ada program rehabilitasi stunting. Dari pemerintah juga ada bantuan modal usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Ada juga program keluarga harapan yang mendaftar sebagai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk sekitar 3 juta jiwa,” urainya.

“Ada pula bantuan langsung tunai sebesar Rp. 600.000 dari Kemensos kepada masyarakat setiap 3 bulan sekali. Bantuan beras 20 kg dari Dinsos untuk sekitar 8.676 KK. Lalu, bantuan logistik untuk penanggulangan bencana dan juga alokasi BLT dari dinas PMD sesuai petunjuk Permendes ,” tambahnya.

Selain itu, kata Ayodhia Kalake, peningkatan pendapatan masyarakat akan terus digeliatkan pemerintah Provinsi NTT dengan berbagai bantuan berupa sarana dan prasarana di berbagai sektor serta pemanfaatan UMKM.

“Bantuan sarana dan prasarana perikanan seperti; kapal, coolbox, alat tangkap, bibit dan budidaya rumput laut. Ada juga pengembangan usaha garam laut, pelatihan UMKM dan peningkatan kompetensi bagi pencari kerja,” jelasnya.

“Peningkatan kinerja Balai Teknologi Tepat Guna Pemprov NTT melalui peralatan sederhana namun bermanfaat tinggi seperti; mesin perontok padi, pengering kelor, pemipil jagung, pencacah rumput untuk pakan ternak, biogas dari kotoran hewan, pemarut kelapa dan pemeras santan,” tandasnya.

Ayodhia menambahkan, pengentasan kemiskinan juga harus didukung oleh pengembangan energi, Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan, dan infrastruktur.

“Dinas ESDM, mengaliri listrik ke desa-desa, pembangunan Pengembangan Listrik Tenaga Surya (PLTS), bantuan meteran listrik dan penerangan untuk rumah tangga miskin. Di sektor pendidikan, ada pembangunan sekolah baru dan ruang kelas baru, dana Program Indonesia Pintar (PIP) serta Beasiswa Tugas Perbantuan (TP) untuk 143 ribu siswa SMA/SMK/SLB,” terangnya.

Pantauan media ini, Pj. Gubernur NTT juga memaparkan beberapa hal terkait kemiskinan, inflasi dan Pemilu tahun 2024. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada siswa SMAN 5 Kupang, Davis M. Damaledo yang telah ditetapkan sebagai Penemu Spesies Serangga Baru “Nesiophasma Sobesonbaii 3”. (Yosi Bataona/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini