BBP NTT Gelar Sosialisasi UKBI bagi Pemangku Kepentingan Pendidikan di NTT

0
210
Pose bersama usai acara pembukaan Sosialisasi UKBI bagi Pemangku Kepentingan di Bidang Pendidikan se-Provinsi NTT, tanggal 20 Mei 2025.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) menggelar Sosialisasi UKBI bagi Pemangku Kepentingan di Bidang Pendidikan se-Provinsi NTT. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025 di Aula Nusantara BPMP Provinsi NTT.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., menyampaikan, kegiatan Sosialisasi UKBI mengingatkan seluruh peserta akan kedudukan dan peran strategis Bahasa Indonesia dalam kehidupan bernegara.

“Perjalanan sejarah bangsa ini telah membuktikan bahwa Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai sarana atau media komunikasi antar-warga masyarakat. Bahasa Indonesia bukan pula hanya sebagai media dokumentasi sejarah dan budaya, melainkan lebih dari itu, Bahasa Indonesia adalah benang pemersatu yang menjahit keberagaman bangsa Indonesia. Atas dasar inilah maka upaya menjaga, melestarikan, dan bahkan mengembangkan Bahasa Indonesia menjadi tugas bersama seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.

Kadis PK NTT saat memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan.

Dalam upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan Bahasa Indonesia, jelas Ambros Kodo, pemerintah Provinsi NTT khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejauh ini telah melaksanakan sejumlah program di antaranya Festival Literasi dan Sastra yang telah dilakukan di Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Belu pada tahun 2024 lalu, dan di Kabupaten TTS pada tanggal 27 – 29 April 2025 lalu, yang ditutup dengan pentas seni dan pencatatan rekor MURI berupa pembacaan puisi dalam 3 bahasa (bahasa Indonesia, Inggris, dan Dawan) oleh lebih dari 10.000 siswa se-Kabupaten TTS.

“Selain itu pada bulan November 2024 lalu juga telah diluncurkan Gerakan NTT dan Membaca NTT Menulis (GENTA BELIS), sebuah program inovatif yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak NTT. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT yakni: NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan, dan salah satu misi khususnya di bidang pendidikan yakni: Menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata, partisipatif, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk memaknai kegiatan tersebut lebih dari sekadar uji kemahiran melainkan kesempatan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga akan bahasa Indonesia.

“UKBI adalah momentum penting untuk kembali menumbuhkan rasa cinta dan bangga akan bangsa Indonesia dengan segala kekayaannya termasuk di dalamnya Bahasa Indonesia. Dengan rasa yang sama kita pun kembali menguatkan komitmen bersama untuk membangun daerah dan bangsa yang sama-sama kita cintai ini lewat berbagai cara, salah satunya dengan menjaga, melestarikan, dan mengembangkan Bahasa Indonesia,” tandasnya.

Penyampaian materi oleh narasumber.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono mengungkapkan, sebagai bahasa yang berdaulat, bahasa Indonesia telah memiliki alat uji yang baku dan terstandardisasi yakni UKBI. Sosialisasi tes UKBI tersebut, kata Hery Budhiono, terus dilakukan oleh pihaknya dari waktu ke waktu.

“Kami bertekad untuk menyebarluaskan ini dan menjangkau sebanyak mungkin kalangan untuk di-UKBI-kan. Saya pikir, ini adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk sama-sama mengukur, kemudian menakar, kemudian mengevaluasi sekompeten apa kita dalam berbahasa Indonesia,” ujar Hery Budhiono yang hadir secara virtual dalam acara pembukaan tersebut.

Ia menambahkan, dengan mengikuti tes UKBI, peserta telah berkontribusi dalam pengutamaan dan pemartabatan bahasa Indonesia, baik di lingkungan sendiri maupun di lingkungan yang lebih luas.

Sementara itu kepada media ini, ketua panitia kegiatan, Rafli Ubit Pinka mengungkapkan, kegiatan sosialisasi UKBI tersebut diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari 24 sekolah menengah atas di Kota Kupang.

Rafli juga menyampaikan, selain sosialisasi UKBI, para peserta juga berkemsempatan melakasanakan tes UKBI secara serentak di hari yang sama.

“Harapannya, para pemangku kepentingan di sekolah-sekolah tersebut dapat memahami dan mengimbaskan perihal UKBI di lingkungan sekolah masing-masing terutama kepada para siswa,” ujarnya. (RF/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini