STIKes Maranatha Kupang Laksanakan PKN Terintegrasi di Baumata Utara

0
13
Dokumentasi penulis.

Kab. Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Program Studi Diploma III (D-III) Keperawatan STIKes Maranatha Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Praktik Kerja Nyata Terintegrasi (PKNT) Keperawatan Keluarga dan Keperawatan Gerontik di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Sebanyak 45 mahasiswa Semester V terlibat dalam kegiatan tersebut yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 19 hingga 31 Januari 2026.

Kegiatan PKNT diawali dengan seremoni pembukaan yang digelar di Kantor Desa Baumata Utara, Senin (19/1/2026). Acara ini dihadiri perwakilan Camat Taebenu, Kepala Seksi Pemberdayaan Mina Cicilia Manimau, S.E., M.M., Kepala Puskesmas Baumata drg. Rr Ayu Larasati, S.Kg., M.KM., Kepala Desa Baumata Utara Pieter Aome bersama perangkat desa, serta pimpinan dan sivitas akademika STIKes Maranatha Kupang.

Turut hadir Ketua STIKes Maranatha Kupang Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep., beserta jajaran pimpinan struktural, dosen, dan tenaga kependidikan Program Studi D-III Keperawatan.

Fokus Keluarga dan Lansia Berbasis FCN

Koordinator Mata Kuliah PKNT, Saverinus Suhardin, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan, PKNT kali ini dirancang dengan dua fokus utama, yakni Keperawatan Keluarga dan Keperawatan Lansia.

Ia menegaskan bahwa pendekatan Family Centered Nursing (FCN) menjadi landasan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kesehatan keluarga merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Saverinus Suhardin.

“Dalam pendekatan FCN, keluarga diposisikan sebagai pusat perawatan. Ketika keluarga memiliki kemampuan mengenali dan menangani masalah kesehatan, maka dampaknya akan sangat besar bagi kesehatan komunitas,” ujarnya.

Saverinus juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok lanjut usia, seiring meningkatnya jumlah lansia dan tingginya kasus penyakit kronis di masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Visi Program Studi D-III Keperawatan STIKes Maranatha Kupang Tahun 2040, yang menargetkan keunggulan dalam perawatan lansia di komunitas dengan pendekatan kasih dan kepekaan budaya.

Ia menambahkan, kegiatan PKNT ini turut mendukung kebijakan nasional, termasuk Asta Cita, konsep Kampus Berdampak, serta program pembangunan kesehatan di tingkat daerah.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan melakukan asuhan keperawatan keluarga dan lansia, edukasi kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat setempat, serta pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis hasil riset dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga.

Apresiasi Pimpinan dan Pesan untuk Mahasiswa

Ketua STIKes Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Taebenu, Puskesmas Baumata, dan Pemerintah Desa Baumata Utara atas dukungan dan kerja sama yang terus terjalin.

Awaliyah M. Suwetty.

Ia mengungkapkan bahwa Desa Baumata Utara telah menjadi lokasi keenam pelaksanaan kegiatan pengabdian Prodi D-III Keperawatan STIKes Maranatha Kupang.

“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat. Jaga sikap, etika, dan nilai-nilai profesional sebagai calon perawat yang mengedepankan kasih serta menghormati budaya lokal,” pesannya saat prosesi penyerahan mahasiswa kepada pemerintah desa.

Dukungan Pemerintah Kecamatan

Perwakilan Camat Taebenu, Mina Cicilia Manimau, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKNT STIKes Maranatha Kupang. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STIKes Maranatha. Ke depan, kami berharap program seperti ini dapat menjangkau desa-desa lain di wilayah Kecamatan Taebenu,” ujarnya.

Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan PKNT, menandai dimulainya rangkaian praktik mahasiswa di Desa Baumata Utara.

Data Demografi dan Tantangan Kesehatan

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan. Kepala Desa Baumata Utara, Pieter Aome, memaparkan kondisi demografi desa berdasarkan data terbaru per Januari 2025.

Ia menyebutkan, Desa Baumata Utara terdiri atas tiga dusun dengan total penduduk sebanyak 1.280 jiwa yang tergabung dalam 309 Kepala Keluarga. Rinciannya meliputi Dusun I sebanyak 95 KK, Dusun II 127 KK, dan Dusun III sebanyak 87 KK.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baumata, drg. Rr Ayu Larasati, menyampaikan gambaran situasi kesehatan masyarakat. Beberapa permasalahan yang masih menjadi perhatian antara lain kasus stunting pada balita, tingginya penyakit tidak menular pada kelompok lansia, serta risiko penyakit yang dipengaruhi kondisi lingkungan.

Selain itu, Puskesmas Baumata juga terus berupaya memenuhi target pelayanan terhadap suspek tuberkulosis serta meningkatkan kepatuhan pengobatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Informasi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang intervensi keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan PKNT di Desa Baumata Utara. (Saverinus Suhardin/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini