Perayaan Kelulusan SMKN 2 Soe Tuai Apresiasi dari Kadis PK NTT

0
218
Pose bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Di saat banyak sekolah merayakan kelulusan dengan konvoi dan coret-coret seragam, SMK Negeri 2 Soe justru memilih jalan berbeda. Tidak ada euforia berlebihan, yang ada adalah aksi nyata, kepedulian sosial, dan perayaan yang sarat makna.

Pilihan ini tak hanya mencuri perhatian, tetapi juga menuai apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo. Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat bagaimana para siswa memaknai kelulusan dengan cara yang lebih dewasa.

Anjangsana ke Panti asuhan Ume Manekan Soe.

“Ini contoh yang sangat baik. Kelulusan bukan hanya soal perayaan, tetapi bagaimana peserta didik menunjukkan karakter, kepedulian, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di halaman SMK Negeri 2 Soe, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, langkah yang dilakukan SMK Negeri 2 Soe layak menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTT. Ia memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh peserta didik yang berhasil menghadirkan wajah baru perayaan kelulusan yang lebih mendidik.

Kadis PK NTT memantau ruang TPA SMK Negeri 2 Soe.

Perayaan kelulusan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan positif. Salah satunya anjangsana ke panti asuhan, di mana para siswa tidak sekadar berkunjung, tetapi juga berbagi sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan mereka.

Di lingkungan sekolah, berbagai aktivitas kreatif dan edukatif turut digelar. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kompetensi yang telah mereka pelajari selama tiga tahun, sekaligus mempererat kebersamaan.

Ambrosius Kodo juga memberikan perhatian khusus terhadap kompetensi keahlian Pekerjaan Sosial (Peksos) yang mengembangkan layanan Tempat Penitipan Anak (TPA). Ia menilai inovasi tersebut sebagai bukti bahwa sekolah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kadis PK NTT saat memberikan sambutan.

Ia pun mendorong seluruh sekolah untuk lebih berani menampilkan karya dan produk unggulan mereka.

“Sekolah harus berani menunjukkan karya. Ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak sekolah memanfaatkan program NTT Mart by OSOP sebagai wadah pemasaran produk berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Soe, Nifron K. A. Fallo, menegaskan bahwa konsep perayaan ini sengaja dirancang bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, dengan fokus pada pembentukan karakter.

Ia juga memastikan tidak ada aksi coret-coret seragam yang biasanya identik dengan kelulusan.

“Kami ingin anak-anak merayakan dengan cara yang lebih bermakna. Tidak ada coret-coret, yang ada adalah kegiatan positif dan berdampak,” ujarnya.

Pose bersama Kadis PK NTT, Korwas SMA SMK dan SLB Kabupaten TTS, pengawas Sekolah, kepala sekolah dan 283 peserta didik kelas XII SMK Negeri 2 Soe.

Sebanyak 286 peserta didik kelas XII dinyatakan lulus tahun ini. Mereka diharapkan mampu menjaga nama baik almamater dan menjadi generasi yang mandiri serta produktif.

Nifron juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan. Namun bagi yang memilih bekerja atau berwirausaha, ia berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan.

“Jangan berhenti belajar. Jadilah generasi yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Perpisahan, Sony Apryliano Lassa, menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membimbing mereka selama tiga tahun.

“Kami sadar kami bukan siswa yang sempurna. Ada banyak kesalahan dan kekurangan. Namun para guru tidak pernah lelah membimbing kami. Terima kasih untuk setiap ilmu yang diberikan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan perpisahan dapat berjalan dengan baik.

Perayaan kelulusan SMK Negeri 2 Soe tahun ini menjadi bukti bahwa kelulusan bisa dirayakan tanpa hura-hura, namun tetap berkesan, bermakna, dan meninggalkan jejak kebaikan. Sebuah contoh sederhana, tetapi kuat bahwa pendidikan sejatinya membentuk karakter, bukan sekadar menuntaskan proses belajar. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini