Mendikdasmen Dorong Kebermanfaatan dalam Transformasi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

0
11
Foto: kemendikdasmen.go.id.

Jakarta, SEKOLAHTIMUR.COM – Sebagai pilar penting dalam menentukan arah dan potensi masa depan siswa di masa depan, pendidikan menengah dan pendidikan khusus menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Transformasi pun diperlukan demi mewujudkan pendidikan menengah yang lebih inklusif, adaptif, dan berkualitas.

Selama setahun terakhir Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berhasil meletakkan pondasi yang cukup kokoh dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua yang berkualitas dan merata melalui serangkaian program prioritas, seperti Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran, yang telah menuai banyak apresiasi dari masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Tapi masih banyak lagi hal yang ditunggu oleh masyarakat dari setiap dampak kebijakan yang kita lakukan,” kata Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat membuka Rapat Koordinasi Penyelarasan Program Prioritas Unit Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan layanan Khusus Tahun 2026, sebagaimana dikutip laman kemendikdasmen.go.id., tanggal 22 April 2026.

Berkaitan dengan pendidikan yang berada di daerah 3T maupun daerah marginal, pemerintah perlu melakukan terobosan, salah satunya dengan memperluas pendidikan jarak jauh di seluruh tanah air sehingga tidak ada anak yang tertinggal.

“Pendidikan khusus dan layanan khusus bisa didorong untuk memperkuat pendidikan satu atap dengan melibatkan kemitraan dan kerja sama dengan berbagai lembaga dan institusi, misalnya seperti gereja dan melibatkan pastor yang kita beri keahlian sebagai relawan pendidikan sehingga kita bisa menjangkau mereka yang belum terjangkau,” tambah Abdul Muti.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti juga menyoroti pendidikan vokasional yang harus bisa menjawab tantangan atau kritik selama ini, termasuk terkait dengan kebekerjaan lulusan vokasi. Berbagai terobosan kemitraan perlu dilakukan, baik dengan mitra di dalam negeri maupun di luar negeri,

“Perlu juga untuk membuka program-program baru yang sesuai dengan kebutuhan kerja serta mengembangkan sekolah kejuruan dengan berbasis potensi lokal yang juga selaras dengan arahan Bapak Presiden dalam pengembangan sekolah yang selaras dengan perkembangan potensi setiap daerah,” ujar Menteri Mu’ti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi kali ini merupakan ruang yang akan mendorong transformasi pendidikan menengah dan pendidikan khusus agar lebih inklusif, adaptif, dan berkualitas.

“Rakor ini akan menjadi  gerak bersama untuk komitmen yang saling menguatkan seluruh satuan unit kerja  dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua yang inklusif, adaptif, dan berkualitas,” ujar Tatang.

Selain menguatkan komitmen dan kerja sama antarunit kerja melalui ruang diskusi bersama, Rakor kali ini juga dilakukan sebagai momen peluncuran peluncuran aplikasi LATVO (Pelatihan Vokasi) sekaligus pemberian penghargaan kepada unit kerja dengan kinerja terbaik. (Sumber teks dan foto: https://kemendikdasmen.go.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini