STIKES Maranatha Kupang Gelar Workshop Peninjauan Mutu Internal

0
9
Dokumentasi kegiatan.

Kab. Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang menggelar Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui Model Tata Kelola e-SPMI-BSC. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis menyesuaikan tata kelola mutu dengan terbitnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026 di Aula STIKES Maranatha Kupang tersebut dilaksanakan secara luring dan didukung sepenuhnya oleh Yayasan Maranatha NTT. Workshop melibatkan unsur pimpinan yayasan, pimpinan institusi, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh ketua program studi di lingkungan STIKES Maranatha Kupang.

Ketua STIKES Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

“Tidak apa-apa terlambat, tetapi jangan diam di tempat,” ujarnya saat membuka kegiatan workshop.

Menurut Awaliyah, mutu institusi tidak dapat dipahami hanya sebatas kelengkapan dokumen administrasi, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara konsisten dan melibatkan seluruh sumber daya manusia di institusi.

Ia menambahkan bahwa penguatan budaya mutu membutuhkan kerja sama seluruh unsur institusi agar STIKES Maranatha Kupang memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi target akreditasi tahun 2028.

Dokumentasi kegiatan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) STIKES Maranatha Kupang, Meldy E. H. Lede, S.Kom., M.Kes., menjelaskan bahwa workshop tersebut bertujuan menyesuaikan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan regulasi terbaru.

“Fokus utama kegiatan ini adalah merevisi dokumen SPMI yang meliputi kebijakan, manual, standar, dan formulir agar sesuai dengan ketentuan terbaru. Kami berharap pengelolaan penjaminan mutu ke depan dapat berjalan lebih terintegrasi melalui sistem e-SPMI-BSC,” katanya.

Menurut Meldy, penerapan sistem e-SPMI-BSC diharapkan mampu mendukung pengelolaan data akreditasi secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Narasumber utama dalam workshop tersebut, Hironimus Tangi Hiron, S.Pd., M.Pd., memaparkan arah pengembangan mutu internal perguruan tinggi melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC).

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Kaizen melalui siklus PPEPP selama ini efektif dalam menjaga stabilitas mutu, namun perlu dilengkapi dengan sistem pengukuran kinerja yang lebih terstruktur agar mampu mendorong peningkatan mutu secara signifikan.

Melalui pendekatan e-SPMI-BSC, program studi didorong untuk menetapkan indikator kinerja yang terukur dan dievaluasi secara berkala sesuai target institusi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta workshop mengikuti berbagai sesi yang mencakup pemaparan kebijakan mutu, simulasi penginputan data, penyusunan target kinerja, hingga evaluasi implementasi sistem.

Melalui pembaruan dokumen mutu dan penguatan tata kelola berbasis digital tersebut, STIKES Maranatha Kupang berharap dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan serta menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing di tingkat nasional. (Saverinus Suhardin/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini