Seleksi Akademik PPG Guru PAK Lembata Diikuti 70 Peserta

0
126
Peserta Seleksi Akademik Program PPG Guru PAK Kab. Lembata, Sabtu (27/11/2021)

Lembata, SEKOLAHTIMUR.COM – Sebanyak 70 guru SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Lembata mengikuti Seleksi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru Pendidikan Agama Katolik (PAK). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Agama Kabupaten Lembata, Sabtu (27/11/2021).

Kepala Seksi Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, H. Ishak Sulaiman,S.Ag., mengungkapkan, seleksi ini dilakukan untuk menjaring guru yang berkualitas dan selanjutnya mendapatkan sertifikat pendidik sehingga layak mendapatkan tunjungan sertifikasi. Peserta Program PPG adalah guru yang sudah memenuhi syarat dan mendaftarkan diri melalui Simpatika.

“Puji Tuhan secara teknis sudah berjalan dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada 70 guru peserta PPG yang sudah melaksanakan pretes dan semua langkah sudah dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Tak lupa terima kasih banyak bagi panitia yang sudah memberikan pelayanan yang sangat sempurna,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Contasia Karmelita, S.Ag., menjelaskan, ujian seleksi akademik ini menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Ujian dibagi dalam dua sesi yaitu sesi pertama dari pukul 08.00 Wita – 10.00 Wita, dan sesi kedua dari pukul 11.00 Wita – 13.00 Wita. Peserta ujian, urainya, dibagi ke dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 40 orang, 20 orang, dan 10 orang. Ujian sesi pertama diikuti setengah dari jumlah per kelompok, begitu pula ujian sesi kedua.

Lebih lanjut Contasia Karmelita,S.Ag, mengatakan bahwa peserta seleksi akademik Program PPG ini secara mental maupun fisik sudah sangat siap untuk mengikuti seleksi ini. Panitia sebelumnya telah melakukan latihan-latihan terkait penggunaan aplikasi ujian.

“Memang kami sedikit mengalami gangguan jaringan karena sistem Computer Based Test (CBT) saat dioperasikan oleh peserta ada yang lambat dan juga ada yang cepat. Terhadap hal ini, tidak menjadi penghalang bagi kami untuk melanjutkan simulasi dan langsung ditangani oleh teknisi operator Kementrian Agama Kabupaten Lembata,” jelasnya. (Roning R. Rofinus/ rf-red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here