Perkuat Pendidikan Indonesia, Kemendikbudristek Terus Lakukan Kerja Sama Lintas Negara

0
20

Jakarta, SEKOLAHTIMUR.COM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperluas kerja sama lintas negara untuk memperkuat dan memajukan pendidikan Indonesia, salah satunya dengan Amerika Serikat (AS). Penjajakan kerja sama tersebut telah berlangsung sejak tahun 2019, dan diperkuat dengan ditandatanganinya memorandum saling pengertian (MSP) antara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony J. Blinken, di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta (14/12/2021).

Mendikbudristek menyambut baik peningkatan dan penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah berlangsung lama. Kolaborasi kedua negara melalui penguatan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung suksesnya program Merdeka Belajar. “Mengejar kemajuan butuh kolaborasi semua pihak. Akselerasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka akan lebih cepat dengan bergerak bersama,” ungkap Mendikbudristek

Saat ini Kemendikbudristek memiliki tiga proyek kerja sama dengan AMINEF. Pembahasan kerja sama di bidang pendidikan telah dimulai bertepatan dengan berakhirnya masa berlaku MoU Establishment of AMINEF, yang selama ini mendasari banyak kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan antara RI-AS. Selama 72 tahun hubungan diplomatik antara RI-AS terjalin, belum terdapat kerja sama di bidang pendidikan antara kedua negara yang mencakup semua jenjang pendidikan seperti MSP yang ditandatangani ini.

Selain itu, Kemendikbudristek juga menjalin kerja sama dengan USAID sebagai lembaga donor Pemerintah AS di Indonesia dalam kerangka kerja sama pembangunan bilateral atau Bilateral Development Cooperation Framework (BDCF) melalui perjanjian kerja sama hibah USAID bidang pendidikan dan pengembangan SDM.

Kegiatan yang diatur dalam Grant Implementation Agreement (GIA) USAID Education and Workforce Development Portfolio adalah sebagai berikut: (1) Mitra Kunci Workforce Development Initiative diampu oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan; (2) Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI) diampu oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan; (3) One Health Workforce – Next Generation (OHW-NG) diampu oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Setditjen Diktiristek); (4) Higher Education Partnership Initiative (HEPI) diampu oleh Setditjen Diktiristek; dan (5) Accelerating Work Achievement and Readiness for Employment 3 (AWARE3) diampu oleh Setditjen Diksi.

Kemendikbudristek juga menjalin kerja sama dengan Korps Perdamaian atau Peace Corps, badan kemanusiaan independen Pemerintah AS. Kerja sama pengiriman relawan Peace Corps ke Indonesia pada 2009 hingga 2019, mengajarkan Bahasa Inggris di SMA/SMK/MA di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Hingga 2020, lebih dari 575 relawan telah bertugas di Indonesia.

Kemudian terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, berdasarkan data Sekretariat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, terdapat 119 mahasiswa yang saat ini sedang menjalani program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). IISMA adalah salah satu program Kampus Merdeka, di mana mahasiswa Indonesia bisa kuliah di perguruan-perguruan tinggi di negara lain. Di Amerika Serikat, misalnya, perguruan tinggi yang menjadi kampus tujuan IISMA adalah Pennsylvania State University, Michigan State University, University of Pennsylvania, Boston University, dan University of California.

Kerja sama lain yang terkait dengan pendidikan tinggi adalah program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Sejak tahun 2019 hingga tahun 2020 terdapat 60 tenaga pengajar BIPA yang telah dikirim ke beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat, seperti Yale University, Harvard University, Ohio University, University of Wisconsin-Madison, University of Michigan, Northern Illinois University, University of Colorado Boulder, Indiana University, University of Pennsylvania, Columbia University, University of Hawaii at Manoa, University of Georgia, dan Arizona State University. (Siaran Pers Kemendikbudristek Nomor: 787/sipres/A6/XII/2021/ rf-red/st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here