Selamat Jalan Bapak “Anggur Merah”

0
260
Oleh Isidorus Lilijawa, Pegiat Literasi

Hari Minggu, 19 Desember 2021, ketika saya sedang memandu acara webinar Vox Point NTT membahas topik MERINDU PROVINSI FLORES DAN PROVINSI SUMBA DI 63 TAHUN NTT, diskusi yang digagas untuk menyambut HUT NTT, saya mendapatkan informasi duka. Bapak Frans Lebu Raya mantan gubernur NTT 2008 – 2018 telah meninggal dunia di RS Sanglah Bali. Di platform sosial media, ucapan belangsungkawa terus mengalir. Kepergian pemimpin NTT ini memang mengagetkan banyak kalangan.

Saya mulai mengingat-ingat kapan terakhir saya berpose bersama beliau. Persisnya saat peresmian salah satu BPR di sekitar Flobamora Mall tahun 2018 lalu. Saat selesai menggunting pita peresmian, Pak FLR pamit meninggalkan acara lebih dahulu. Sebelum memasuki mobil, saya sampaikan kepada beliau, ‘bapak Gubernur bisa foto bersama. Dengan senyum khasnya beliau bilang, wah anak muda, apa kabarmu. Saya katakan baik-baik bapa. Lalu kami pun berpose selfie.”

Anggur Merah

Saya mencoba mengenang, apa legacy yang berkesan dari sosok Bapak Frans Lebu Raya. Saya temukan ini: ANGGUR MERAH. Yah, anggur merah memang sangat dekat, erat dan intim dengan gubernur murah senyum ini. Yang pertama, anggur merah sebagai lagu. Lagu karya Loela Drakel ini sangat familiar dengan Pak Frans. Di mana-mana kalau ada acara, ketika beliau diminta menyanyi, lagu yang beliau nyanyikan kemungkinan besar anggur merah. Ini semacam lagu ‘wajib’ buat beliau. Karena sangat familiar maka tentu dibawakan dengan penuh ekspresif dan penjiwaan.

Kedua, anggur merah sebagai program andalan dan program prioritas di masa 10 tahun sebagai gubernur NTT. Anggur Merah akronimnya anggaran untuk rakyat menuju sejahtera. Pak Frans Lebu Raya adalah gubernur yang visioner. Sebelum ada dana desa. Sebelum desa mendapat panggung dalam pembangunan, beliau sudah memikirkan dan melakukan sesuatu untuk desa-desa di NTT.

Ribuan desa di NTT mendapatkan kucuran dana pemberdayaan masing-masing sebesar Rp 250 juta dari program Desa Anggur Merah ini setiap tahun. Ini memang menggembirakan karena banyak desa miskin di NTT membutuhkan stimulans dana pemberdayaan untuk menggerakkan roda perekonomian desa yang terseok-seok. Dana anggur merah itu dikelola melalui koperasi di desa. Warga yang membutuhkan bisa mendapatkannya. 

Banyak kalangan menilai, program anggur merah adalah prototipe dari program dana desa yang diluncurkan Pemerintahan Jokowi. Yang menarik, program anggur merah Gubernur Frans adalah hasil penghematan, rasionalisasi dari belanja-belanja di setiap Organisasi Perangkat Daerah. Jadi, anggaran itu diperoleh dari kepiawaian beliau dan tim mengelola APBD. Belanja-belanja yang tidak perlu bisa ditekan dan dihilangkan. Disiplin anggaran diterapkan. Uang-uang itu dikumpulkan dan dialokasikan ke program anggur merah untuk rakyat di desa-desa.

Terlepas dari catatan-catatan kritis terhadap program desa anggur merah, misalnya terkait pengawasan, sosialisasi, pendampingan, maupun tunggakan pengembalian dana bergulir, program anggur merah telah memberi arti tersendiri bagi rakyat NTT. Melalui anggur merah orang tua bisa sekolahkan anaknya. Melalui anggur merah, orang di kampung bisa dirikan rumah yang layak.

Melalui anggur merah, orang mendapatkan modal untuk berusaha. Melalui anggur merah para petani, peternak dan nelayan terbantu. Memang program ini tidak sempurna. Tetapi sedikit banyak sudah memberi manfaat bagi rakyat. Itulah mengapa, anggur merah sebagai program tetap didengungkan dalam nyanyian gubernur yang dekat dengan rakyat ini di mana-mana, untuk mengingatkan bahwa anggur merah dalam cawan tak boleh sampai tumpah.

Adios Orang Baik

Bapak Frans Lebu Raya. Kami tentu tak lagi mendengarmu menyanyikan anggur merah. Izinkan saya membahasakan ulang lirik anggur merah sebagai ucapan belasungkawa kami atas kepergianmu….

Berulangkali bapak mungkin mencoba memahami makna hidup ketika sakit. Mungkin juga berulang kali bertanya mengapa harus menderita sakit. Dalam sepi dari hiruk pikuk NTT, bapak mengalami sakit. Bukan karena cemburu tetapi karena janji setia bersama rakyat. Tak ada kesia-siaan bapak. Karena rancangan kita bukanglah rancangan-Nya.

Kemarin, hari ini, besok dan entah kapan lagi, anggur merah itu tumpah bagai tangis membasahi wajah dan baju rakyat NTT yang pernah Dikau layani. Mengapa tangis? Bapak sudah pergi diambil Sang Pemilik Kehidupan. Hati kami rakyat NTT hancur berkeping-keping. Pijakan kaki kami tak kuat menahan duka. Di manakah kami bisa mendengarmu mendendangkan anggur merah lagi?

Hidup ini memang kadang seperti layang-layang yang putus benangnya. Lalu oleh angin yang kencang tertiup entah ke mana dan tak tahu jatuh di mana. Tetapi kami yakin dan percaya. Oleh kerahiman Tuhan, bapak tidak tertiup angin, tetapi dijemput Malaikat surgawi dan diberi tempat dalam singgasana keabadian bersama para kudus di surga.

Di sana, bersama barisan para malaikat, kherubim dan seraphim, Bapak Frans terus mendendangkan lagu anggur merah dan menikmati perjamuan keabadian tentu dengan minuman anggur merah yang paling enak.

Tanggal 20 Desember 2021, saat di mana Provinsi NTT merayakan hari ulang tahun, jenazahmu Kembali membumi di tanah Flobamora ini. Selama 10 tahun, di momen HUT semacam ini, Dikau tampil di panggung mengumandangkan spirit pembangunan, memotivasi rakyat untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja tuntas. Sebagai pemimpin rakyat NTT, engkau menggoreskan banyak tekad agar NTT bisa cepat maju dan berkembang, agar NTT bisa segera sejahtera. Hari ini di mana NTT merayakan HUT-nya, justru dikau hadir dalam keranda jenazah. NTT berduka.

Selamat jalan Bapak “Anggur Merah”, Bapak Frans Lebu Raya, Gubernur NTT 2008 – 2018. Beristirahatlah dalam damai Tuhan. Kami kehilangan pemimpin yang murah senyum, yang dekat dengan rakyat, yang merangkul penuh kebapakan, yang santun dalam bertutur kata, yang pandai merangkai narasi menghangatkan persahabatan. Jasa-jasamu abadi di sanubari kami rakyat NTT, di wadas Flobamorata, bumi tempatmu hadir, berpijak, berkarya dan pada akhirnya kembali. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here