Kantor Bahasa Provinsi NTT Gelar Rakor Program Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah di NTT

0
117
Pembukaan Rakor Program Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi NTT oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, Dr. Muh. Abdul Khak, M.Hum., Senin (27/6/2022) di Hotel Neo Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi NTT. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dr. Muh. Abdul Khak, M.Hum., pada Senin (27/6/2022) di Hotel Neo Kupang.

Dalam sambutannya, Abdul Khak menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang memiliki bahasa daerah terbanyak setelah Papua Nugini. Sekalipun demikian, kata Abdul Khak, tantangan kepunahan bahasa daerah pun selalu dihadapi dari waktu ke waktu.

“Secara alamiah, bahasa di dunia akan punah. Kita tidak boleh membiarkan bahasa daerah kita punah, karena di dalam bahasa daerah ada nilai atau pun pesan yang harus disampaikan ke anak cucu kita,” ungkap Abdul Khak.

Ia melanjutkan bahwa ada berbagai cara untuk melestarikan bahasa daerah, salah satunya melalui kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah. Selain itu, jelasnya, terdapat cara lainnya yakni, memasukkan kosakata baru ke dalam Kamus Bahasa Indoensia.

Sebagai contoh, lanjutnya, kata “Lingko” yang berasal dari bahasa Manggarai, sudah masuk dalam KBBI, dan luar biasanya kata itu sudah dipakai oleh Pemprov DKI Jakarta dalam program sistem transportasi yang diberi nama Jak-Lingko.

“Ada banyak cara memanfaatkan bahasa daerah, tidak harus utuh tetapi diambil filosofi atau pesannya,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, ia berpesan kepada peserta kegiatan agar mengambil bagian secara aktif dalam mewariskan bahasa kepada generasi berikut terutama anak-anak. Dirinya pun berharap agar melalui rakor ini semua pihak dapat bekerja sama dalam upaya Revitalisasi Bahasa Daerah khususnya di Provinsi NTT.

Sementara itu dalam laporan panitia, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setati, M.Hum., menyampaikan terima kasih kepada badan bahasa yang telah memilih Provinsi NTT sebagai salah satu provinsi yang mendapatkan program Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2022.

Ia menguraikan, secara keseluruhan pada tahun 2022 terdapat 38 bahasa (daerah) sasaran dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah. Dari jumlah tersebut, terdapat 5 bahasa daerah di Provinsi NTT yang akan direvitalisasi yakni, Bahasa Dawan (Kab. Kupang, Kab. TTU, Kab. TTS, Kota Kupang), Bahasa Manggarai (Kab. Manggarai Barat, Kab. Manggarai, Kab. Manggarai Timur), Bahasa Kambera (Kab. Sumba Timur, Kab. Sumba Tengah), Bahasa Rote (Kab. Rote Ndao), dan Bahasa Abui (Kab. Alor).

Pantauan media, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, Perwakilan Pemerintah Daerah (11 kabupaten/kota sasaran), maestro, tokoh agama, budayawan, MKKG/MKKS/KKG, dan unsur media. Kegiatan berlangsung secara luring di Hotel Neo Kupang, dan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Sementara hadir sebagai narasumber yakni, anggota Komisi X DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira, M.A., Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dr. Muh. Abdul Khak, M.Hum., dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Maria Threda. (rf-red/st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here