LSP P-1 SMKN 2 Soe Gelar Pelatihan Asesor Kompetensi

0
321
Pose bersama Kabid Dikmen Dinas PK NTT, narasumber dari BNSP, panitia, dan peserta Pelatihan Asesor Kompetensi angkatan I Kab. TTS, NTT.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Sebanyak 24 guru dari enam (6) SMK di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi angkatan I yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P-1) SMK Negeri 2 Soe bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Timor Megah Soe pada Minggu – Sabtu, 31 Juli – 6 Agustus 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas PK Provinsi NTT, Ayub S. P. Sanam, S.Pd., saat membuka kegiatan tersebut meminta kepada para calon asesor untuk mengikutinya dengan baik karena berdasarkan data, di provinsi NTT hanya ada 8 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Karena itu dengan adanya kegiatan pelatihan asesor kompetensi ini juga Dinas PK Provinsi NTT terus mendorong agar di 22 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT minimal ada satu LSP di setiap kabupaten/kota.

“Berdasarkan data yang ada kita di NTT ini baru memiliki 8 LSP saja dan ini masih kurang, karena itu kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT terus mendorong agar terbentuk lagi LSP di setiap kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT minimal setiap kabupaten ada satu LSP dan jejaringnya kemudian jejaring itu membangun lagi LSP baru agar siswa-siswi kita bisa mendapat kesempatan untuk bisa disertifikasi, dan pada kesempatan ini dari 24 guru yang mengikuti pelatihan Asesor Kompetensi ini diharapkan agar dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan baik,” ungkapnya.

Ayub Sanam, S.Pd.

Ayub Sanam juga berharap dengan adanya pelatihan Asesor Kompetensi angkatan pertama di Kabupaten TTS bisa menghasilkan para asesor yang berkompeten.

“Kegiatan pelatihan Asesor LSP 1 yang dilakukan oleh SMK Negeri 2 Soe ini merupakan jejaring para asesor, karena itu diharapkan dengan adanya pelatihan ini bisa menghasilkan para asesor yang berkompeten yang juga akan melakukan asesmen bagi para peserta didik khususnya anak-anak SMK agar output yang dihasilkan dari setiap sekolah mampu bersaing di dunia usaha dan dunia industri,” tandas mantan Kepala SMK Negeri 2 Soe ini.

Ayub juga berharap agar para calon Asesor yang mengikuti pelatihan tersebut jika dinyatakan lulus nantinya bisa melakukan asesmen secara mandiri dan mampu juga untuk membentuk LSP baru.

“Harapannya juga setelah mereka lulus oleh sekolah mulai membentuk LSP baru secara mandiri untuk bisa melakukan asesmen secara mandiri oleh sekolah jejaring dimaksud. Karena itu diharapkan agar enam sekolah yang mengikuti pelatihan Asesor ini mengikuti setiap materi yang diberikan oleh para narasumber secara baik, karena di Kabupaten TTS ini baru ada satu LSP yakni LSP SMK Negeri 2 Soe. Tentunya dengan enam sekolah jejaring ini sangat diharapkan ada enam sekolah jejaring baru yang memiliki LSP yaitu LSP SMK Kristen Soe, SMK Kolbano, SMK Negeri Oelet, SMK Kristen Niki-Niki, dan LSP SMK Negeri Oehani,” jelasnya.

Ketua panitia kegiatan, Jon Freid Tamonob, S.T., menyampaikan bahwa kegiatan asesor bagi para guru tersebut diikuti oleh 24 orang dari enam sekolah.

Jon Freid Tamonob, S.T.

“Pelatihan Asesor Kompetensi ini diikuti oleh 24 orang dari enam sekolah negeri maupun swasta yaitu SMK Negeri 2 Soe 7 orang, SMK Kristen Soe 9 orang, SMK Kristen Niki-Niki 2 orang, SMK Negeri Oelet 3 orang, SMK Negeri Kolbano 1 orang, dan SMK Negeri Oehani 2 orang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan Pelatihan Asesor Kompetensi ini yakni untuk mendapatkan asesor yang akan menjadi tim penguji atau penilai bagi peserta didik yang nantinya mengikuti ujian dan jika berkompeten maka akan memperoleh sertifikat kompetensi yang mana bisa dimanfaatkan di dunia usaha maupun dunia industri.

“Karena itu yang namanya output dari SMK wajib untuk memiliki sertifikat profesi sesuai bidang keahliannya. Bagi peserta didik yang akan mengikuti Asesmen itu harus benar-benar menguasai beberapa kompetensi yang ditentukan oleh LSP sehingga peserta didik tersebut jika memperoleh sertifikat dari BNSP bisa bersaing di dunia usaha dan dunia industri,” tandasnya.

Jon juga menyampaikan bahwa hadir sebagai narasumber dan penguji dalam kegiatan Kelatihan Asesor Kompetensi tersebut dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Penyematan tanda peserta oleh Kabid Dikmen Dinas PK NTT.

“Yang hadir sebagai narasumber dan penguji dalam kegiatan pelatihan Asesor ini dari BNSP yaitu Bapak Rhony Wardhana dan Bapak I Gusty Nyoman Wiantara. Karena itu peserta pelatihan dari 6 sekolah ini harus benar-benar mengikuti kegiatan ini dari awal hingga selesai secara cermat karena dalam pelatihan ini juga ada beberapa skema yang diuji sehingga mereka akan dikatakan berkompeten dan juga mendapatkan sertifikat jika dinyatakannya lulus sehingga mereka layak untuk menguji setiap peserta didik yang tamat dari SMK,” pungkasnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here