Romo Kris Fallo: Workshop Jurnalistik adalah Dasar yang Perlu Dikembangkan

0
115
Kepala SMP Katolik Don Bosco Atambua, Romo Kristianus Fallo, Pr., S.Fil., S.Pd.

Belu, SEKOLAHTIMUR.COM – SMP Katolik Don Bosco Atambua menggelar Workshop Jurnalistik pada Jumat – Sabtu, 4 – 5 November 2022. Menurut Kepala SMP Katolik Don Bosco Atambua, Romo Kristianus Fallo, Pr., S.Fil., S.Pd., kegiatan tersebut merupakan salah satu program sekolah dalam rangka membangun budaya literasi. Ia pun menyebutnya sebagai dasar yang perlu dikembangkan ke depan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari literasi dasar, kita dibimbing sampai dengan menghasilkan tulisan. Mungkin kalau kita tidak mengikuti kegiatan ini kita tidak bisa menghasilkan tulisan, kita menulis dalam bahasa Inggris, puisi, resensi, itu adalah dasar,” ungkapnya saat menutup kegiatan tersebut pada Sabtu (5/11/2022).

Meskipun menjadi dasar, menurut Romo Kris, kegiatan Workshop Jurnalistik yang digelar pihak sekolah tersebut sangat penting terutama bagi peserta didik. Dalam kegiatan tersebut, tandasnya, peserta mendapat bekal penting yang bisa dikembangkan ke depan.

“Dasar itu kita butuhkan untuk kita kembangkan nanti. Ada guru bahasa Indonesia, pendamping kita. Saya minta nama-nama ini dicatat untuk menjadi kelompok literasi yang kita dampingi terus -menerus karena mereka ini sudah mendapat bekal,” ujarnya.

“Nanti untuk mading juga saya akan minta mereka mengisinya sebelum tulisan-tulisan mereka diseleksi dan diterbitkan dalam majalah sekolah. Jadi, kelompok yang wawancara nanti saya minta pergi wawancara kadis, silakan pergi karena kamu sudah dilatih dan harus bisa,” tandasnya.

Pose bersama Kepala SMPK Don Bosco Atambua, peserta Workshop Jurnalistik dan guru pendamping serta narasumber.

Pada kesempatan tersebut Romo Kris juga meminta peserta yang telah mengikuti Workshop Jurnalistik untuk terus berlatih dengan pendampingan dari para guru. Untuk bisa berkembang, tandasnya, perlu ada pengorbanan seperti waktu dan tenaga.

“Supaya bisa harus terus berlatih, jangan jadikan ini sebagai beban. Karena hal sepeti ini mahal, bukan hanya finansial tetapi kita harus berkorban waktu, tenaga, supaya kita bisa maju,” tegas Romo Kris.

Workshop Jurnalisitk SMPK Don Bosco diikuti oleh lebih dari 20 peserta didik dan sejumlah guru pendamping. Sementara hadir sebagai narasumber yakni, tim Divisi Kepustakaan Yayasan Pustaka Pensi Indoensia (Yaspensi) dan Media Sekolah Timur.

Selama kegiatan, peserta dibekali dengan pengetahuan dan pengalaman di bidang jurnalistik dan penulisan kreatif. Peserta pun diberi kesempatan untuk melakukan praktik wawancara dan penulisan berita serta penulisan karya kreatif lainnya. (rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here