FESA Gali Potensi dan Bangun Karakter Siswa

0
75

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Festival Edukasi Sekolah Angkasa (FESA) merupakan program tahunan yang diusung Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) guna mengukur kemampuan siswa dalam memahami pelajaran matematika dan sains yang dikemas dalam Angkasa Mathematics and Science Olympiad (AMSO).

Ketua Yasarini, Simone Auldrin menuturkan, dalam AMSO, siswa diarahkan untuk menggali potensi diri dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi.

“Jadi, olimpiade matematika dan sains. Untuk SD hanya Matematika dan IPA, sementara untuk SMP ditambah IPS. Ini memang dicanangkan oleh Yasarini pusat untuk semua sekolah Angkasa di seluruh indonesia. Sehingga, tidak ada lagi yang bilang bahwa sekolah di Barat lebih hebat dari yang di Timur karena tertinggal dan sebagainya. Tidak, karena semua merata, soalnya sama, sehingga kita bisa mengukur apa yang dikerjakan dan dipahami oleh yang di Barat sama dengan yang di Timur,” ungkap Simone kepada media ini, Selasa (15/11/2022).

“Di sini juga kita bisa menggali potensi daripada anak-anak untuk mengukur diri, kesiapan, wawasan dan meningkatkan rasa percaya dirinya, sebab mereka semua diisi oleh guru-guru dengan hal yang sama dan dibekali oleh hal yang sama dalam menghadapi masa depan dan mampu bersaing serta menjadi agen-agen perubahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Simone Auldrin juga menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya untuk menilai siswa, tetapi juga untuk melihat sejauh mana para guru mempersiapkan anak didiknya.

“Guru-guru juga, di sini kita bisa lihat bagaimana kreativitas guru dalam mempersiapkan anak-anak. Karena guru pun nanti ada lomba untuk kepala sekolah berprestasi, untuk guru kreatif, sehingga kita siap lah. El Tari bisalah bersaing,” tandasnya.

Ia menambahkan, sebagai sekolah yang baru pertama mengikuti kegiatan tersebut, harapannya, tentu dapat bersaing secara sehat dan mampu memperoleh hasil yang luar bisa. Selain itu, kegiatan tersebut tidak saja meningkatkan kecerdasan, melainkan juga dapat membangun karakter yang lebih baik ke depannya.

“Ini SD kan baru pertama ikut, karena baru ada kelas 4. Saya berharap surprise. Jadi dengan barunya muncul bukan berarti tidak bisa. Saya yakin dari El Tari tetap kita sejajar, kita seimbang. Kita bisa berkompetisi secara sportif. Yang paling saya harapkan selain nantinya anak-anak cerdas dan smart secara akademis, tapi yang terutama paling dasar adalah karakter. Karakter itu membuat dia siap menghadapi apa saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SD Swasta Angkasa El Tari Kupang, Halijah Wajanaga, S.Pd., menyampaikan, terdapat 4 tahapan seleksi dalam kompetisi tersebut dan para guru diberi tanggung jawab penuh untuk mendampingi siswa dalam menghadapi kompetisi tersebut.

“AMSO ini ada 4 tahapan. Pertama, babak penyisihan yang diseleksi oleh cabang sendiri atau sekolah sendiri. Kemudian masuk ke seleksi pusat dengan 14 peserta. Lalu, dipilih lagi 7 peserta ke tahap grand final dan dipilih 3 orang untuk mewakili ke tingkat pusat,” ujarnya.

“Ini perdana untuk kami dan siswa kelas 4 yang ikut. Kami sudah mempersiapkannya sejak 5 bulan lalu. Anak-anak kita asah betul untuk olimpiadenya, sehingga kami juga membagi tugas kepada guru-guru untuk bertanggung jawab khusus terhadap anak-anak yang berkompetisi itu,” terang Halijah Wajanaga.

Ia menambahkan, hal yang paling peting adalah siswa berani tampil dan berkompetisi di AMSO tersebut serta menumbuhkan sikap kemandirian sejak dini.

“Intinya mereka punya kepercayaan diri untuk tampil dan berkompetisi, itu sudah sangat luar biasa. Juara itu soal belakangan, yang penting mereka sudah berani bersaing. Tadi sudah dikatakan oleh ketua yayasan bahwa ajang ini bukan menunjukkan siapa yang terbaik dan tidak, tetapi untuk memberikan kemandirian yang baik untuk anak sejak dini,” tandasnya. (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here