Dinas Kearsipan dan Perpustakaan TTS Gelar Workshop Pengolahan Bahan Pustaka

0
107
Pose bersama panitia, narasumber, dan peserta Workshop Pengolahan Bahan Pustaka bagi Pengelola Perpustakaan Sekolah, TBM, dan Desa/Kelurahan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten TTS.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Workshop Pengolahan Bahan Pustaka bagi Pengelola Perpustakaan Sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan Desa/Kelurahan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa – Rabu, 13 – 14 Juni 2023 di Hotel Timor Megah Soe.

Ketua panitia kegiatan, Eduard Tabun, S.H. dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan agar pengelola perpustakaan dapat memahami cara pengolahan bahan pustaka dan menyelaraskan pemahaman tentang cara pengolahan bahan pustaka.

Dalam kegiatan tersebut Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Dedi Supriyadi, M.I.Kom. menyampaikan tentang pentingnya perpustakaan bagi masyarakat secara umum maupun secara khusus di sekolah, TBM, Desa/Kelurahan.

“Perpustakaan merupakan jantungnya pendidikan. Jadi ibarat jantung manusia, kalau jantungnya sudah lumpuh maka aspek kehidupan juga akan terimbas menjadi lumpuh,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan terutama sosialisasi dan promosi agar masyarakat awam memahami pentingnya perpustakaan.

Dok. SekolahTimur.com

“Perpustakaan desa masih bersifat inklusi sosial sehingga perpustakaan merupakan tempat kegiatan masyarakat terutama bahan bacaan yang dibaca di perpustakaan bisa menghasilkan sebuah produk atau jasa. Produk dan jasa itu diperjualbelikan sehingga mempunyai nilai ekonomis dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bersangkutan,” ujarnya.

“Jadi kita sebagai orang yang terlibat dalam perpustakaan mesti lebih banyak kegiatan berhubungan dengan promosi perpustakaan atau sosialisasi perpustakaan sehingga masyarakat awam bisa melek, bahwa perpustakaan tidak hanya jaga buku tapi perpustakaan juga ada andil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perpustakaan membutuhkan kolaborasi antar-OPD. Ia pun berharap semua stekholder memberikan dukungan baik materi, spirit, maupun kontribusi. Sekecil apapun sumbangsih  yang diberikan itu sangat berharga demi kemajuan perpustakaan pada umumnya khususnya di Kabupaten TTS.

Manfaat Besar

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten TTS, Bernadus Y. Sunbanu, S.TP., M.Si. saat diwawancarai usai kegiatan merasa puas dengan workshop tersebut karena materi disampaikan oleh pustakawan yang ahli di bidangnya. Selain itu penyampaiannya secara sederhana sehingga dari segi manfaat akan tercapai setelah ada di lembaga masing-masing.

“Kegiatan pelatihan pengelolaan perpustakaan ini dipandang dari sisi materi kecil tetapi dari sisi manfaat sangat besar karena kolaborasi antara TBM, pengelola perpustakaan tingkat desa/kelurahan, dan pengelola perpustakaan tingkat sekolah. Meskipun kehadiran hanya sebanyak 20 peserta, tapi saya merasa puas sebagai kepala dinas, semua materi kita memilih orang yang punya kompeten, pengelola perpustakaan yang punya kemampuan seperti teman-teman dari provinsi maupun kabupaten,” urainya.

Dirinya berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mampu mengimplementasikan materi yang telah diperoleh agar menjadi contoh di sekolah, TBM, dan desa/kelurahan masing-masing.

“Saya berharap ke depan kalau bisa teman-teman ini menjadi contoh untuk yang lain, tetapi harus dalam wujud perbuatan dulu. Kalau untuk sekolah kita tidak punya kewenangan berbelanja buku dan membagikan karena tingkat sekolah buku disesuaikan dengan kurikulum, kalau kita secara umum dan paling banyak kita harus ke tingkat desa/kelurahan dan TBM,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan akan ada pelatihan atau diklat khusus untuk pustakawan agar bisa memahami tugas dan tanggung jawab pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan secara utuh.

Kegiatan ini dihadiri oleh 4 peserta dari TBM, 3 peserta dari desa/kelurahan, dan 13 peserta dari SD dan SMP. Sementara hadir sebagai narasumber yakni, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten TTS Bernadus Y. Sunbanu, S.TP., M.Si., Kepala Bidang Pengelolaan Bahan dan Deposit Perpustakaan Eduard Tabun, S.H., Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Drs. Dedi Supriyadi, M.I.Kom., dan Analis Kebijakan Muda Maher S. Nenoliu, S.Sos. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini