Mengukir Makna dalam Perjalanan Waktu (Refleksi Ziarah Perjalanan Kehidupan)

0
55
Oleh Salmun Ndun, S.Pd., Guru UPTD SMPN 1 Lobalain, Kab. Rote Ndao.

Waktu ibarat kompas yang membawa kita melakukan sebuah ziarah perjalanan kehidupan. Tentang bagaimana kita menjalaninya akan mencerminkan keindahan jejak yang akan ditinggalkan.

Filsuf Aristoteles memandang waktu sebagai aspek yang terkait erat dengan gerak. Menurutnya, waktu adalah pengukuran perubahan atau gerak dalam pergerakan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Perjalanan waktu menjadi bagian dari pengalaman manusia bahwa masa lalu telah berlalu, masa depan belum terjadi, dan masa kini yang sementara kita jalani. Dalam konteks pemikiran manusia kadang memberikan pandangan yang berbeda. Beragam pandangan berdasarkan konsep pengalaman subjektif, atau beragam peristiwa yang tak terpisahkan dari keberadaan manusia.

Sebuah pepatah Latin mengatakan: “Tempora mutantur et nos mutamur in illis”, artinya: “Waktu berubah dan kita pun turut berubah di dalamnya”. Demikianlah dinamika hidup manusia tidak terlepas dari bingkai ruang dan waktu yang mengarahkan perubahan. Suatu dinamika perjuangan manusia sepanjang hidupnya untuk memberikan kebermaknaan sebagai insan luhur yang diciptakan oleh Allah dengan berhikmat untuk mengelola kehidupan.

Waktu dipandang sebagai jendela kehidupan yang terus bergerak, memungkinkan kita untuk merefleksikan perjalanan yang telah kita lalui dan merencanakan langkah-langkah mendatang. Kita tidak hanya menyaksikan jejak-jejak waktu yang telah kita lalui, tetapi juga menemukan hikmah-hikmah bermakna yang tersembunyi di balik setiap jarum detik yang berlalu. Ruang refleksi akan menuntun pada pemahaman yang lebih dalam akan makna kehidupan, memungkinkan kita untuk tumbuh, belajar, dan terus berkembang dalam perjalanan yang tak pernah berhenti.

Pandangan lain menurut aliran sastra bahwa waktu sering kali menjadi kanvas yang memungkinkan penulis untuk mengeksplorasi dimensi-dimensi manusia yang tersembunyi. Waktu bukan sekadar pengukur jam atau detik yang berlalu, tetapi sebuah aliran yang membawa cerita, kenangan, dan refleksi yang dalam. Ada perkenalan waktu sebagai entitas yang mengalir, membentuk karakter, merangkai kisah, dan memunculkan refleksi mendalam tentang kehidupan. Setiap detik menjadi sepotong kehidupan yang terpahat, memungkinkan kita untuk melihat jejak masa lalu, menyentuh momen sekarang, dan merenungkan harapan menyiapkan diri menuju masa depan.

Kita telah menjelajah waktu dan tinggal selangkah lagi di 365 hari menggenapi setahun. Perjalanan yang dilewati sungguh berwarna bagi setiap individu. Setiap hari menghadirkan kisah baru, tantangan, kegembiraan, serta kesedihan yang membentuk bagian dari perjalanan kehidupan. Dalam setiap pergantian hari, kita menyaksikan musim berganti, siklus alam yang terus berputar, dibarengi dengan hadirnya sejumlah dinamika kehidupan manusia. Berbagai momen peristiwa yang terjadi memunculkan gelombang emosi yang berbeda. Semuanya membentuk pandangan kita agar lebih dewasa mencermatinya secara bijak. Terkadang ada hari-hari yang membingungkan, dimana kita terjebak dalam kebuntuan. Ada juga hari-hari yang memancarkan kegirangan dan kebahagiaan. Kita melihat bagaimana putaran waktu dengan segala kompleksitasnya, membaluti kita dengan kenangan, pelajaran, serta kesempatan untuk memperbaiki dan menghargai setiap momen.

Menghargai waktu adalah suatu hal yang vital, namun tantangannya sering kali muncul karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengelola waktu dengan efisien. Dalam era di mana segala sesuatu terasa begitu cepat dan terkoneksi secara instan, kita seringkali terjebak dalam banyaknya tugas, pekerjaan, dan keterikatan yang membuat sulit untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Selain itu, kurangnya kesadaran akan pentingnya waktu juga bisa menjadi tantangan. Seringkali kita meremehkan betapa berharganya waktu kita dengan terlalu banyak menunda-nunda atau kurangnya perencanaan yang baik.

Mengatasi tantangan-tantangan ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Dengan kesadaran akan pentingnya waktu, kemauan untuk belajar mengelola waktu secara efisien, serta kemauan untuk mengambil kontrol atas hidup kita, kita dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Melakukan perencanaan yang baik, mengidentifikasi prioritas, belajar untuk fokus pada tugas yang mendesak dan penting, serta belajar untuk mengelola keterikatan dengan teknologi secara bijaksana adalah langkah awal dalam menghargai waktu dengan lebih baik.

Memaknai Perjalanan Kehidupan

Pemahaman tentang waktu telah memungkinkan manusia untuk menyusun pengalaman, memori, dan harapan ke dalam sebuah kerangka yang teratur. Manusia memiliki kemampuan untuk merasakan waktu dalam berbagai dimensi kehidupan, seperti pengalaman masa lalu yang membentuk identitas, memberikan arah dan tujuan menuju masa depan. Melalui waktu, manusia belajar, tumbuh, dan berkembang. Namun, seringkali kita juga terjebak dalam ketegangan antara keinginan untuk merenung tentang masa lalu, menikmati momen sekarang, dan mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang. Waktu bagi manusia bukan hanya tentang detik dan jam yang berlalu, tetapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan bijaksana dan mampu memberi nilai pada setiap detik yang berlalu pergi.

Orang beriman akan memandang waktu sebagai anugerah dan kesempatan yang diberikan Tuhan. Sebagai anugerah Tuhan maka waktu harus dihargai dan dimanfaatkan secara bijaksana dan waktu sebagai sebuah kesempatan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan, memperbaiki diri, dan berbuat baik kepada sesama. Pemahaman tersebut bukan hanya sebatas perjalanan kronologis, tetapi juga sebagai bagian dari rencana Ilahi yang lebih besar. Mereka menggunakan waktu sebagai sarana untuk membangun kedekatan hubungan dengan Tuhan, merenungkan ajaran agama, dan berkontribusi dalam membangun pola pikir dan pola tindakan yang lebih baik. Oleh karena itu, penghormatan terhadap waktu juga merupakan bagian dari perjalanan rohani yang memberikan makna lebih bagi kehidupan.

Mengukir waktu menjadi bermakna tentunya melibatkan serangkaian tindakan yang memberi nilai dan arti pada setiap momen yang kita miliki. Hal-hal yang pantas dilakukan untuk dalam bentuk pemaknaan terhadap waktu meliputi, penyediakan waktu bagi hal-hal yang benar-benar penting, seperti menjalani aktivitas yang memberi kebahagiaan dan kepuasan, merefleksikan kesalahan dan pencapaian di masa depan, memberikan waktu untuk hal-hal yang bermakna dalam konteks sosial dengan berbuat baik kepada orang lain, membantu sesama, dan berkontribusi dalam memperbaiki kehidupan sekitar, menyisihkan waktu untuk meningkatkan diri, memperkaya nilai dari setiap momen yang kita miliki.

Dengan memaknai perjalanan waktu, berarti membangun hidup dengan penuh kesadaran akan keberadaan di dunia ini. Hal ini mencakup penghargaan terhadap waktu sebagai sarana untuk tumbuh dan berkembang, serta untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan memaknai perjalanan waktu secara mendalam, kita dapat menjalani hidup dengan lebih bermakna, menjadikan setiap detik sebagai kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan memberikan nilai bagi diri sendiri serta orang lain.

Membangun Refleksi Hidup

Sudah sepantasnya sebagai manusia dapat berefleksi atas perjalanan waktu. Parjalanan waktu adalah langkah krusial dalam merenungkan berbagai hal yang mendera hidup kita. Hal ini membutuhkan proses introspeksi yang mendalam yang memungkinkan untuk meninjau pengalaman-pengalaman yang telah dilalui, menyelidiki pertumbuhan pribadi, serta mengevaluasi arah dan tujuan hidup. Melalui refleksi, kita dapat menarik pelajaran berharga dari masa lalu, memahami apa yang telah membuat kita berkembang atau terhambat. Ini juga menjadi momen penting untuk menghargai pencapaian dan kegagalan yang telah kita raih, sekaligus menyadari area yang perlu diperbaiki.

Makna hidup adalah sesuatu yang dianggap bernilai, penting, didambakan dan memiliki nilai istimewa bagi seseorang melalui hubungan yang terbangun. Suatu makna hidup bila ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan hidup seseorang menjadi lebih berarti dan berharga sehingga ia merasa bahagia. Kita pun dapat melakukan penilaian, apakah waktu yang telah kita habiskan sesuai dengan skala prioritas dan prinsip-prinsip yang kita pegang. Hal ini memungkinkan kita untuk melakukan penyesuaian, menyempurnakan tujuan hidup, serta menetapkan langkah-langkah konkret berikutnya untuk masa depan yang lebih bermakna.

Refleksi atas perjalanan waktu bukan hanya menjadi sarana untuk melihat ke belakang, tetapi juga sebagai sumber inspirasi yang mengarahkan menuju masa depan penuh bermakna. Bergantinya waktu akan meninggalkan nilai pesan tentang kebermaknaan hidup di dalamnya. Apakah kita selalu berupaya untuk memberikan makna pada kehidupan kita? Atau hidup kita sekedar seperti hari-hari kemarin yang dilalui tanpa jejak makna, laksana air yang mengalir atau angin yang berhembus tanpa arah? Sesungguhnya hakikat hidup manusia adalah sebuah dinamika memberi makna pada keberadaan kita karena hidup yang tanpa makna tidak selayaknya untuk dijalani, dan tak berharga.

Pada dimensi lain hal yang patut direfleksikan berhubungan dengan pengungkapan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan selama melakukan ziarah perjalanan. Mengucap syukur menjadi bagian integral dari gaya hidup beriman, sebab kita bergantung sepenuhnya pada penyelenggaraan dan kehendak Sang Kuasa. Kita mengucap syukur dalam segala pengalaman entah itu yang menyenangkan dan  membahagiakan atau pengalaman yang menyedihkan dan penuh duka. Bersyukur berati kita menerima dengan segenap hati setiap keadaan dan situasi dalam hidup ini sehingga kita tidak hanya membangun narasi negartif mempersalahkan orang lain atas situasi hidup yang kita alami.

Menjadi pesan penting bagi manusia yang sementara menempuh perjalanan waktu bahwa setiap detik dalam hidup adalah sebuah perjalanan yang tak terulang. Karena itu, manfaatkanlah waktu itu dengan bijaksana. Refleksikanlah setiap momen dan pelajarilah kehadiran diri kita di setiap masa yang dilalui. serta rencanakanlah dengan bijak hal-hal yang membangun masa depan. Jadikanlah waktu sebagai alat untuk tumbuh, belajar, dan memberi makna pada kehidupanmu serta kehidupan orang lain di sekitarmu. Ingatlah, waktu terus berjalan dan kesempatan akan datang dan pergi. Oleh karena itu, hargailah setiap waktu yang diberikan, karena di dalamnya terkandung peluang untuk meraih kebahagiaan, memberikan dampak positif, dan mewujudkan impianmu. Memulai hari-hari hidup dalam tekad untuk memaknai waktu dengan sebaik-baiknya, karena apa yang kita lakukan dengan waktu sekarang akan membentuk dan meninggalkan jejak-jejak bermakna bagi masa depan.

Kini, telah tiba di penghujung tahun 2023. Kita bersama akan menutup tirai ziarah perjalanan sambil memberikan makna pada baris-baris kisah yang telah terpatri. Lukisan cerita indah dan balutan kisah pilu akan pergi dan kita siap menyongsong tahun penuh harapan. Ada yang harus pergi, ada yang harus datang, begitulah semua akan berlalu. Biarlah kisah kemarin menjadi bayangan penuh harapan, akan mengoreskan kisah baru dalam hidup kita, karena setiap detik yang berlalu itu berharga, setiap hari itu unik, dan setiap tahun memiliki nilainya sendiri. Selamat berefleksi atas setiap perjalanan waktu dan belajar mengingat akan hakikat kesementaraan manusia dalam kekekalan waktu. Senantiasa membangun syukur atas hidup dalam pengakuan akan kedaulatan Tuhan sebab seluruh eksistensi kita berada di dalam tuntunanNya.

————————-

*) Salmun Ndun, S.Pd., adalah seorang guru di UPTD SMPN 1 Lobalain, Kab. Rote Ndao. Ia juga merupakan Finalis Apresiasi GTK Penulis Esai Merdeka Belajar Prov. NTT Tahun 2023, dan Finalis Ekspose Praktik Baik Sekolah Penggerak Jenjang SMP Prov. NTT Tahun 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here