Guru SD se-Golewa Ikuti Workshop Peningkatan Mutu dan Identifikasi “Learning Loss”

0
55
Workshop Guru di SDK Wolorowa pada tanggal 2 – 4 Februari 2022.

Ngada, SEKOLAHTIMUR.COM – Para guru se-Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT, mengikuti Workshop Peningkatan Mutu dan Identifikasi “Learning Loss”. Para guru terbagi ke dalam beberapa titik dalam wadah gugus se-Kecamatan Golewa. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru terutama dalam masa pandemi.

Kegiatan berawal di Gugus 5 tepatnya di SDK Wolorowa pada tanggal 2 – 4 Februari 2022. Hadir sebagai narasumber yakni Koorditator Wilayah Gregorius Nua, S.Pd., dan Leonardus Lobo, S.Pd., sebagai Fasilitator Lokal Wahana Visi Indonesia (WVI) yang diberi SK oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada.

Kegiatan berlanjut di SDI Malanuza pada tanggal 9 – 11 Februari 2022. Lebih dari 50 peserta terlibat secara akktif dalam mempertajam materi untuk menjawabi “Learning Loss” terutama dalam hal literasi dan numerasi.

Selama kegiatan para guru diasah dan dipacu agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan mengejar ketertinggalan pembelajaran selama pandemi Covid-19. Dari hasil identifikasi, banyak peserta didik yang masih mengalami kesulitan belajar bahkan ada yang tidak bisa membaca dan berhitung secara maksimal.

“Oleh karena itu melalui wadah gugus, semua guru selalu melakukan dan mejalani berbagai kegiatan yang berhubungan dengan belajar mengajar sesuai dengan aturan kemendikbudristek yang berlaku. Kegiatan lebih dipertajam dengan materi-materi seperti Literasi Membaca dan Numerasi Dasar,” ungkap Emilianus Radho, S.Pd., SD., Kepala SDI Wae Sia, yang juga salah satu peserta kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting bagi para guru untuk mengatasi ketertinggalan dalam pembelajaran. Guru, tuturnya, wajib meningkatkan kualitasnya dan menyadari apa yang menjadi kebutuhan terpenting dalam hal menciptakan pembelajaran yang efektif bagi anak.

Workshop Guru di SDI Malanuza pada tanggal 9 – 11 Februari 2022.

Peserta lainnya, Kepala SDN Doka, Rosalina De Jesus Fernandes, S.Pd., menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan para kepala sekolah dalam rangka menangkal keterlambatan pembelajaran sekaligus mengenal kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Prototipe.

“Kegiatan di Golewa ini akan dilaksanakan di tiga titik yaitu SDK Wolorowa, SDI Malanuza, dan SDI Wae Sia. Antusias para guru sangat tinggi demi tercapainya keberhasilan sebuah kurikulum. Selama ini para guru selalu menggunakan Kurikulum 2013 yang resmi, dan sekarang kita juga mencoba menerobos perubahan terbaru menyangkut dengan kondisi mendunia yaitu Covid-19 yaitu uji coba kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Prototipe. Kalau dari pengenalan dan mengikuti program terbaru ini menurut kami lebih mudah bagi guru unyuk mengajar,” urainya.

Sementara itu Inosensia Kale, S.Pd., seorang Kepala SD pada Yayasan Mandiri Citra Bakti Ngada, mengaku bahwa dirinya sangat senang berada berada dalam lingkaran para guru senior khususnya di Golewa. Dirinya banyak belajar dari mereka yang selalu kompak dalam berbagai hal secara khusus dalam bidang pembelajaran. Dirinya berharap agar kegiatan pengembangan diri seperti ini terus dilakukan karena keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tergantung pada kualitas seorang guru. (Novensius Filemon/ rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here