MGMP PAK SMA/SMK Kota Kupang Gelar Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran

0
305
Panitia dan peserta Pelatihan Video Pembelajaran MGMP PAK SMA/SMK Kota Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR. COM – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat SMA/SMK Kota Kupang menggelar Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat – Sabtu, 20 – 21 Mei 2022 di SMK Uyelindo Kupang.

Dalam laporannya, Ketua Panitia sekaligus Ketua MGMP PAK SMA/SMK Kota Kupang, Dra. Maria Ratnasari, M.Pd., menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru Agama Katolik yang sejalan dengan semangat digitalisasi sekolah dari Dinas PK Provinsi NTT dan dukungan dari Kemenag NTT. Dengan demikian pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk memperbarui visi dan misi kita, sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesional kita sebagai guru agama katolik. Lebih daripada itu, kita juga digerakan senada dengan semangat digitalisasi dari Dinas PK NTT dan dikemas menjadi satu langkah gerak oleh Kemeng NTT,” ungkapnya.

“Tujuan dan manfaat dari kegiatan ini antara lain; pembelajaran pendidikan agama katolik harus semakin interaktif dan menyenangkan dan bisa dibangun dengan media pembelajaran dalam bentuk video atau audio-visual, sekaligus memudahkan para guru menyampaikan materi pembelajaran dan memudahkan peserta didik dalam memahami konteks mata pelajaran,” urainya.

Sementara itu Kepala Seksi Bimas Katolik Kantor Kemenag Kota Kupang, Wilhelmus Ribu, S.E., mengharapkan agar MGMP Agama Katolik membentuk suatu tim pendanaan untuk menunjang kelangsungan kegiatan-kegiatan yang penting dan juga menjawabi persoalan kenaikan pangkatnya.

“Saya berharap kegiatan yang penting seperti ini harus tetap dilaksanakan dan bukan saja sebagai sebuah rutinitas dan MGMP juga harus bisa menjadi wadah mengatasi problem-problem yang dialami. Oleh daripada itu, kalau boleh MGMP bekerja secara mandiri, harus ada iuran dan tim yang dapat memberi pinjaman khusus, sehingga dapat membantu persoalan kenaikan pangkat,” ungkap Wilhelmus Ribu yang hadir membuka kegiatan sealigus menjadi narasumber pertama.

Ia menambahkan, video pembelajaran merupakan salah satu cara dalam pembelajaran dan hal yang wajib dilaksanakan. Di sisi lain, Bimas Katolik Kota Kupang memberi dukungan berupa pengadaan website untuk mengakomodir segala program kerja para Guru Agama Katolik.

“Jadi video pembelajaran itu, salah satu cara penyampaian dan syarat dalam pembelajaran. Masih ada banyak hal lain yang perlu ditampilkan. Dan dari Bimas Katolik direncanakan ialah pengadaan website untuk mengakomodir kegiatan-kegiatan guru yang disatukan dalam program kerja yang sama,” tandasnya.

Y. B. Inocenty Loe, S.Fil., selaku narasumber kedua menerangkan, pembuatan video sebenarnya dibungkus dalam suatu model pembelajaran yang berbasis IT. Dalam konteks tersebut, peserta didik dituntut untuk belajar mandiri, sementara guru harus mampu menciptakan situasi belajar yang menarik dan menyenangkan melalui video pembelajaran.

“Kata kuncinya itu sebenarnya pembelajaran berbasis IT, yang pada masa pandemi ini begitu kuat digulirkan oleh pemerintah. Pembelajaran ini sangat penting karena dalam konteks merdeka belajar harus ada kemandirian dalam belajar. Siswa diharapkan mampu mencari sendiri referensi belajarnya dan guru sebagai fasilitator juga harus mampu menggunakan teknologi untuk menciptakan suasana belajar menarik, tidak tegang, dan menyenangkan bagi siswa, serta menemukan pesan dan nilai-nilai kehidupan,” terang guru Pendidikan Agama Katolik SMAK Giovanni Kupang ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, kolaborasi dengan Kemenag NTT akan menghasilkan website yang memuat hal-hal yang berkaitan dengan kinerja guru dan materi pembelajaran untuk siswa, sehingga seluruh kegiatan MGMP Agama Katolik dapat dilihat pada aplikasi tersebut.

“Kami sementara rancang, nanti bekerja sama dengan Kemenag NTT untuk membuat website atau aplikasi yang akan ditempel video-video pembelajaran dan hasil karya guru misalnya RPP, perangkat pembelajaran, bahan ajar dan laporan-laporan yang diminta oleh Seksi Bimas Katolik Kota Kupang. Itulah mimpi besar kami,” pungkasnya.

Sementara itu Pengawas Pembina MGMP Agama Katolik Kota Kupang, Petrus Pulla, M.Pd., menguraikan, kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kompetensi Guru Agama Katolik dalam pembelajaran di sekolah dengan kemampuan menggunakan IT.

“Kegiatan ini direncanakan secara baik demi meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama katolik dalam proses pembelajaran di sekolah, terutama dengan wacana sekarang dengan adanya digitalisasi sekolah. Untuk itu pembelajaran berkaitan dengan digital itu ditingkatkan agar guru-guru juga dapat memanfaatkan perkembangan IT zaman sekarang ini,” urai Petrus dalam acara penutupan. (Yosi Bataona/ rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here