Unimor Target Terima 2.600 Mahasiswa Baru

0
282
Rektor Universitas Timor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P.

TTU, SEKOLAHTIMUR.COM – Universitas Timor (Unimor) yang berlokasi di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tahun ini menargetkan menerima sebanyak 2.600 mahasiswa baru.

Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P., yang ditemui di ruang kerjanya Jumat (11/7/2022), menyampaikan bahwa tahapan dalam penerimaan mahasiswa baru tersebut melalui tiga jalur yaitu jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Jalur Mandiri.

“Untuk penerimaan mahasiswa baru ini melalui tiga jalur yaitu Jalur SNMPTN, SBMPTN, dan jalur Mandiri. Target kami tahun ini menerima 2.600 mahasiswa-mahasiswi. Dari jalur SNMPTN dan SBMPTN sudah dilakukan seleksi dan sudah ada pendaftaran ulang, sementara untuk Jalur Mandiri akan dilaksanakan seleksi pada tanggal 18 – 20 Juli 2022 nanti,” ungkapnya.

Stefanus Sio menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unimor setiap tahun semakin meningkat namun tidak semua yang berminat itu diterima karena masih ada  kekurangan infrastruktur seperti ruang kuliah yang belum bisa untuk menampung semua mahasiswa.

“Unimor ini peminat cukup banyak dari tahun ke tahun, kami ingin untuk menerima lebih banyak mahasiswa tetapi karena masih ada keterbatasan dengan ruang kuliah maka penerimaan mahasiswa ini juga disesuaikan dengan ketersediaan ruangan yang ada. Pada tahun ini melalui kesepakatan bersama kami hanya menerima 2.600 mahasiswa/i baru, tetapi jika ruangan kuliah mencukupi maka kami targetkan tahun ini menerima hingga 5.000 mahasiswa. Untuk sementara jumlah keseluruhan mahasiswa sebanyak 8.000 orang, akan ditambah lagi dengan mahasiswa baru sebanyak 2.6000 orang maka jumlah keseluruhan mahasiswa/i akan mencapai 10.600 orang,” terangnya.

Stefanus Sio berharap agar terus ada dukungan dari pemerintah terutama dalam pembangunan ruang kuliah dan berbagai gedung lain demi kelancaran pelayanan di kampus yang dipimpinnya.

“Kami sementara berjuang karena Unimor ini merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di perbatasan, karena itu harapan ke depan semoga pemerintah melalui Kemendikbudristek bisa membantu dengan pembangunan gedung, karena untuk semua program studi yang memiliki gedung tiga lantai hanya Fakultas Pertanian, sedangkan FISIP, FEP, dan lainya  itu ada tetapi belum memenuhi syarat karena jumlah mahasiswa yang ada lebih banyak dibanding dengan ruang yang ada. Karena itu kami terus berjuang sehingga ke depan itu calon mahasiswa yang berminat untuk kuliah di Unimor bisa terlayani dengan ketersediaan ruang kuliah yang cukup,” urainya.

KIP Kuliah Sangat Membantu

Pada kesempatan tersebut Stefanus Sio juga menyampaikan bahwa Unimor juga mendapat kuota dari Kemendikbudristek terkait dengan KIP Kuliah. Menurutnya bantuan melalui KIP Kuliah tersebut sangat membantu para mahasiswa dan juga para orang tua.

“Dengan adanya KIP Kuliah ini sangat membantu para calon mahasiswa/i yang memiliki niat kuliah tetapi orang tua terkendala dengan keuangan. Maka melalui KIP Kuliah sangat membantu sehingga mereka juga bisa mengenyam  pendidikan di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Khusus untuk KIP Kuliah ini, lanjut Stefanus, ada mahasiswa yang sudah mendapatkannya sementara yang lain belum karena disesuaikan dengan kuota yang ada. KIP Kuliah ini benar-benar diprioritaskan kepada orang tua yang kurang mampu.

“Karena itu kami juga telah bangun komunikasi dengan Kemendikbudristek agar kuota yang diberikan bisa ditambahkan lagi, karena banyak yang ingin untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi namun terkendala dengan keuangan,” tuturnya.

Tahun 2022/2023, jelasnya, Unimor hanya mendapat kuota sebanyak 643 penerima KIP Kuliah. Terkait hal ini, pihaknya telah membangun komunikasi dengan Kemendikbudristek agar ada  penambahan kuota.

“Target kami agar penerima KIP Kuliah ini bisa mencapai 1000 orang,” tandasnya.

Dirinya juga menghimbau kepada semua penerima KIP Kuliah agar belajar dengan giat dan rajin untuk mengikuti setiap mata kuliah yang ada sehingga bisa mempertahankan nilai atau IPK yang ada. Karena jika nilainya merosot maka bantuan KIP Kuliah yang mereka peroleh akan dialihkan ke mahasiswa lain yang belum mendapatkan KIP Kuliah tetapi IPK-nya meningkat.

“Untuk memperoleh bantuan melalui KIP Kuliah ini tidak semua pemegang KIP Kuliah bisa memperoleh bantuan tersebut karena dibatasi dengan kuota. Karena itu diharapkan kepada semua mahasiswa/i yang ada agar belajar dengan giat dan rajin untuk ikut setiap mata kuliah yang ada terutama bagi penerima KIP Kuliah agar bisa mempertahankan IPK sehingga bisa menyelesaikan studi dengan baik. Diharapkan juga agar memanfaatkan uang itu sebaik mungkin agar uang yang diperoleh bisa bermanfaat demi kelancaran perkuliahan,” pungkasnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here