HIPGABI Provinsi NTT Gelar Kongres II

0
98
Pose bersama panitia dan peserta Kongres II HIPGABI Provinsi NTT, Sabtu (30/07/2022) di Hotel Neo Aston Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi NTT menggelar Kongres II pada Sabtu (30/07/2022) di Hotel Neo Aston Kupang. Kongres dengan tema “Perawat Gawat Darurat dan Bencana NTT Sebagai Profesional Terlatih Melayani NTT Dalam Berbagai Kondisi Kegawatdaruratan dan Bencana” tersebut digelar secara daring dan luring.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) HIPGABI, Ns. Toto Suharyanto, S.Kep. M.Kep., mengungkapkan betapa pentingnya faktor lingkungan terhadap peningkatan sumber daya manusia dan koordinasi yang baik demi mencapai masyarakat yang bersatu, berkualitas dan sejahtera.

“Tanpa kalian HIPGABI bukan apa-apa. Kita bisa besar dan tumbuh karena ada lingkungan. Seperti sudah dikatakan tadi HIPGABI luar biasa aktif, tapi ingat kita ada di Indonesia dan NTT masih dalam catatan, tentunya perlu ditingkatkan. Potensinya luar biasa, tempatnya luas namun belum digarap secara maksimal. Yang harus dimaksimalkan adalah kaum mudanya yang bisa berkomunikasi dengan baik dan intens, sehingga semua potensi yang dibutuhkan bisa menjadi sumberdaya itu tidak jadi masalah lagi. Sebab yang lebih muda dari NTT itu banyak,” ujar Toto Suharyanto yang mewakili Ketua DPP HIPGABI ketika membuka kongres tersebut.

“Kita masih kurang sosialisasinya terhadap lingkungan, sehingga ke depannya harapan kami teman-teman yang ada di NTT ini kalau bisa berkontribusi lebih banyak dan kemudian masyarakatnya dapat menikmatinya. Maka teman-teman harus menjadi besar. Tidak bisa tidak. Saran saya setiap kabupaten punya pengurus kita dan menjadi koordinator di sana. Sehingga kalau ada kegiatan tidak perlu dari provinsi pergi ke sana. Dampak dari banyaknya yang terlibat yakni kompetensi perawat dari provinsi tersebut menjadi lebih baik, kesejahteraannya meningkat, sehingga apa yang ingin kita capai yakni bersatu, berkualitas dan sejahtera dapat menjadi nyata,” terangnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Kegiatan, Servasius Banin, S.Kep, Ns, M.Kep., menyampaikan bahwa awal berdiri organisasi tersebut dipelopori oleh orang-orang muda. Adapun kongres dilakukan sebagai bagian dari evaluasi organisasi, selain akan dibahas juga rencana program ke depan.

“Tujuan kongres ini adalah melakukan evaluasi perjalanan HIPGABI selama tahun ini dan menyusun perencanaan bagi langkah-langkah organisasi ke depan dalam menyikapi masalah kedaruratan dan bencana di Provinsi NTT, memilih dan mengganti ketua HIPGABI yang baru beserta seluruh badan pengurus dan menetapkan keputusan-keputusan lain yang dianggap perlu,” ungkapnya.

Terkait tema kegiatan, Servasius menuturkan bahwa terma yang dipilih mengandung semangat bahwa perawat NTT siap berkolaborasi, bermitra dan bersinergi dengan pemerintah maupun swasta untuk ikut serta dalam mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kedaruratan dan juga kebencanaan.

Paling Aktif di NTT

Sementara itu Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTT, Kori Limbong, S.Kep., Ns, M.Kep., mengatakan bahwa HIPGABI adalah yang ikatan perawat paling aktif di Provinsi NTT dari 9 ikatan lainya di bawah PPNI NTT. Ia berharap HIPGABI menjadi motor penggerak dalam melayani masyarakat di NTT dan bekerja sama dengan pusat untuk menyukseskan program kerja ke depannya.

“HIPGABI ini merupakan ikatan lingkungan perawat di NTT yang menjadi anak kedua kami dari 9 ikatan lainnya dan paling aktif dalam mendukung peningkatan kompetensi secara nonformal maupun ketersediaan pelayanan kepada masyarakat terutama pada saat Seroja dan situasi kedaruratan serta bencana lainnya di NTT maupun di luar NTT. Semoga ke depannya kita dapat meningkatan pelayanan kepada pengurus dan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

“Kami berpesan agar dalam penyusunan program kerja pada kongres ini dapat menjadi acuan dan gambaran bagi perjalanan organisasi ke depannya. Semoga apa yang kita cita-citakan bisa tercapai dan HIPGABI bisa penggerak bagi 9 ikatan lainya dalam membantu (BAPENA) penanggulangan bencana yang dialami oleh masyarakat serta mampu berkoordinasi dengan pusat,” pungkas Kori Limbong dalam sambutannya mewakili DPW PPNI NTT.

Pada tempat yang sama Plt. Ketua DPW HIPGABI NTT, Mayor TNI AL. Ns. Ronny Basirun Simatupang, S.Kep. M.Si (Han), menyampaikan bahwa pembaharuan pengurus masih terhalang oleh sebab pandemi Covid-19. Sekalipun demikian dirinya mengaku bahwa ia tetap berkoordinasi dengan pengurus lama di NTT untuk dan menjalankan tugasnya.

“Keputusan pengangkatan Plt. itu dilakukan oleh DPP HIPGABI karena masa kepengurusan telah berakhir, tetapi tidak melakukan kongres karena pandemi Covid-19. Maka dari itu ketua dan pengurus HIPGABI NTT periode 2016-2021 dinyatakan demisioner. DPP HIGABI memberi kebijakan khusus dimana para pengurus lama tetap diminta untuk menjalankan tugas sebagaimana biasannya dan saya meski berada di Jakarta, tetap menjalakan tugas dan koordinasi dengan DPW PPNI NTT,” ujarnya.

“Saya harap pengurus perlu menyiapkan kongres sebelum satu tahun kepengurusan berakhir. Selain itu HIPGABI harus bisa meningkatkan kapasitasnya, apalagi Provinsi NTT menjadi salah satu daerah rawan bencana. Oleh sebab itu, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan HIPGABI akan terus bertambah,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, setelah seremonial pembukaan, acara dilanjutkan dengan seminar keperawatan dengan tema Update Management of Heart Attack and Cardiac Arrests on Emergency Condition. Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten yakni, dr. Leonora Johana Tiluata, SpJP, Appolonaris T. Berkanis, S.Kep.,Ns, MH.Kes., dan Ns. Toto Suharyanto, S.Kep.M.Kep. (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here