Kadis PK NTT: “Briefing” Pagi Itu Penting

0
219
Kadis PK NTT Linus Lusi dalam rapat singkat bersama para guru di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya ke SMK Negeri 3 Kupang pada Rabu (21/09/2022) pagi.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya melakukan briefing (pengarahan) di pagi hari guna menciptakan ruang komunikasi yang efektif demi kemajuan sekolah. Menurutnya, hal tersebut dapat membangkitkan optimisme untuk menjalani aktifitas di sekolah.

“Jadi begini bapak dan ibu, kita ini sekolah jasa. Pagi hari itu jalan harus semangat dan sentakan kaki itu mengajar kita soal vitalitas tubuh, energi. Kalau jalan lembek-lembek, itu perusahaan tidak pake. Kau latih para siswa jalannya harus cepat. Jasa, kau terlambat sedikit meleset. Jadi, orang jalan cepat dengan penuh harap kita bisa lihat gerakan, tatapan matanya, rasa optimis berarti ada persiapan,” ungkap Linus Lusi dalam rapat singkat bersama para guru di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya ke SMK Negeri 3 Kupang pada Rabu (21/09/2022) pagi.

“Tiap hari harus di-briefing, Wali Kelas yang apel tadi sudah bagus untuk per-jurusan. Minta masukan siswa tiap hari supaya kita perbaiki apa saja, kemudian dicatat. Lalu, Kepsek dan Waka semua, pagi hari kita briefing.Waka punya kegiatan apa diberitahu supaya semua jurusan tahu informasi dari berbagai jurusan. Briefingnya cuman 5 menit jangan banyak-banyak dan langsung pada intinya saja. Di dunia kerja briefing di pagi hari itu penting. Saya kira penekanan-penekanan ini menjadi acuan normatif,” tandasnya.

Lebih lanjut, Linus Lusi menyampaikan agar sekolah harus terus melakukan praktik dan berkolabolasi dengan sekolah lain untuk meningkatkan kinerjanya, sebab sekolah-sekolah yang ada di Kota Kupang merupakan sekolah pusat keunggulan yang menjadi contoh untuk daerah-daerah yang lain.

“Terima kasih karena kelas 1 sudah langsung praktik. Jadi, sekolah kita ini harus banyak praktiknya. Kalau lab di sini kurang, bisa buat kesepakatan dengan SMKN 1, 2 dan 4, tiap jam pindah lab. Lebih banyak praktik. Guru Fisika dan Kimia masuk di dalam jelaskan memang, mekanismenya diatur, praktik lebih full. Tata Boga juga sama, kita sekolah praktik,” jelasnya.

“Saya kira penekanan-penekanan ini kurang lebih kita perlu mempercepat diri, karena kota Kupang itu kota jasa pendidikan, barometer pendidikan. Orang akan studi banding di sini, karena SMK pusat keunggulan, unggulnya apa kamu yang lebih tahu. Mari kita sudah buka kegiatan di mana-mana dan sudah bersepakat, dukungan terhadap kepemimpinan, kebersamaan kinerja untuk mencapai kemajuan,” lanjutnya.

Linus Lusi menambahkan, hal yang tidak kalah penting yakni komunikasi dan keterbukaan diri untuk saling belajar satu sama lain serta melatih siswa untuk bekerja.

“Kita harus sama-sama belajar, diskusi dan bertanya supaya kita bisa bergerak bersama. Saya kira di dalam pembelajaran tidak ada ketersinggungan. Kalau tersinggung Anda menutup diri. Ini penting, sehingga dari sana kita majukan sekolah. Selain itu siswa harus dipekerjakan dan dilatih untuk bekerja supaya bisa cari uang sendiri,” ujarnya.

“Saya kira pertemuan singkat ini mau memicu sehingga kita jangan tertidur. Pagi hari harus briefing pak kepala. Ketua-ketua jurusan harus sampaikan, besok apa yang harus kita benahi. Gaya perusahaan, iya, ini sekolah perusahaan sudah, supaya kita bisa bekerja dan menghadapi tuntutan apa yang perlu kita perbuat,” pungkasnya. (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here