Mengenal Peran 6C dalam Pembelajaran Abad ke-21

0
150
Tangkapan layar webinar bertajuk “From 4Cs to 6Cs: What Should Teachers Know and Prepare for Successful Language Learning in the 21st Century” (Foto: kemdikbud.go.id)

Jakarta, SEKOLAHTIMUR.COM — SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan webinar bertajuk “From 4Cs to 6Cs: What Should Teachers Know and Prepare for Successful Language Learning in the 21st Century” pada Kamis (29/9/2022) melalui Zoom dan kanal YouTube SEAQIL. Webinar ini mengajak para guru dan tenaga kependidikan di Asia Tenggara untuk memahami dan mengimplementasikan kecakapan 6C dalam pembelajaran bahasa di abad ke-21.
 
Direktur SEAMEO Secretariat, Ethel P. Valenzuela, memberikan sambutan pembukaan webinar dengan menjelaskan peran guru dalam pembelajaran abad 21. Menurut Ethel, guru bahasa harus menguasai keterampilan abad ke-21 serta terus mengasah dan meningkatkan keterampilan diri untuk memenuhi tuntutan global, kehidupan, dan pekerjaan.
 
“Hal tersebut bermakna bahwa guru diharapkan tidak hanya merancang pembelajaran untuk penguasaan materi, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan lain yang dibutuhkan,” ucap Ethel.
 
Secara ringkas, Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, menyampaikan bahwa webinar ini diikuti oleh 864 partisipan dari sembilan negara anggota SEAMEO, yakni Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
 
Esra menambahkan bahwa webinar ini menghadirkan pakar dan praktisi yang mumpuni, yakni Assoc. Prof. Suzanne Choo Shen Li (National Institute of Education, Singapura), Ismi Siti Fajarsih (SMAN 1 Kasihan, Indonesia), Siti Zakia (SMKN 2 Tebing Tinggi, Indonesia), dan Tri Hastuti (SMAN 1 Pasir Penyu, Indonesia).
 
Mengawali sesi paparan, Suzanne memberikan pandangan bahwa penguasaan dua keterampilan interpersonal, yakni karakter (character) dan kewarganegaraan (citizenship) penting bagi siswa. “Kini kita berada pada era hiper-globalisasi. Pemerintah dan pemangku kebijakan sadar bahwa siswa perlu bersiap menjadi warga global. Jika kita hanya melatih siswa dengan 4C, mereka tidak akan memiliki karakter. Oleh karena itu, karakter dan kewarganegaraan menjadi landasan atau nilai penting dari kecakapan abad ke-21,” ujar Suzanne.
 
Dalam pembelajaran bahasa, penerapan kecakapan karakter dan kewarganegaraan dapat dilatih salah satunya melalui pemberian materi belajar yang faktual. Sebagai contoh, guru dapat memberikan teks sastra sebagai jembatan pengembangan karakter melalui proses menganalisis, mengkritisi, dan mendiskusikan naskah tersebut.
 
Dengan penambahan peran kecakapan tersebut, keenam kecakapan abad ke-21 kemudian dikenal dengan istilah 6C, yakni character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi). Salah satu ciri dari implementasi kecakapan 6C dalam pengajaran bahasa di abad ke-21 adalah munculnya aspek humanis dalam pendidikan, seperti pendidikan dan kurikulum yang berpusat pada nilai dan karakter, tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan materi mata pelajaran.        
 
Webinar kemudian berlanjut dengan sesi berbagi praktik baik dari tiga guru bahasa Inggris, Mandarin, dan Prancis dalam implementasi kecakapan 6C di kelas bahasa. Ketiga guru tersebut sepakat bahwa pendekatan pengajaran perlu diubah menjadi berpusat pada siswa. Walaupun ada berbagai macam metode dan media pengajaran, guru bahasa perlu memperhatikan sumber belajar yang kontekstual dan relevan.
 
Melalui pembelajaran kontekstual, siswa diharapkan tidak hanya dapat belajar bahasa, tetapi juga belajar menggunakan bahasa yang dipelajarinya dengan lebih bermakna dan berkaitan dengan lingkungan sekitar. Secara bersamaan, proses belajar tersebut turut terdorong siswa untuk menjadi warga negara yang humanis dalam masyarakat global abad ke-21. Webinar “From 4Cs to 6Cs: What Should Teachers Know and Prepare for Successful Language Learning in the 21st Century” dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.
 
Tentang SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL)
 
SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan pelayanan lainnya. (kemdikbud.go.id/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here