Unwira Kupang Jajaki Kerja Sama dengan UCT Dili

0
70
Rombongan Unwira Kupang pose bersama pimpinan UCT Dili dalam pertemuan dua lembaga tersebut di Dili pada Sabtu (15/10/2022).

Kota Kupang, SEKOLATIMUR.COM – Kerja sama antar-universitas di Pulau Timor (Timor Barat dan Timor Leste) mulai dijajaki oleh dua universitas yakni, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang dan Universidade Catolic Timorense (UCT) Sao Joao Paulo II Dili. Penjajakan itu dimulai dengan kunjungan Wakil Rektor II Unwira Kupang, Dr. Yolinda Yanti Sonbay, S.E., M.Sc., ke UCT Dili pada Sabtu (15/10/2022) lalu.

Turut dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (Yapenkar), Pater Egidius Taimenas, SVD, M.H., yang juga dosen Hukum Unwira, dan Beatrix Yuniarti, S.E., MSA., dosen Akuntasi Unwira.

Rombongan dari Unwira Kupang diterima langsung oleh Rektor UCT Dili, P. Dr. Joel Casimiro Pinto, OFM., bersama Pro Rektor Bidang Akademik Dr. Agapitu da Costa Jeronimo dan Pro Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, P. Graciano Santos Barros, MDCan.

Rektor UCT menjelaskan bahwa UCT baru mulai tahun 2021 yang lalu. Beberapa sekolah tinggi digabungkan untuk membentuk universitas, dan inilah universitas Katolik yang pertama di Timor Leste.

“Di tahun pertama, kami menerima 700 mahasiswa dan mahasiswi, yang melamar sampai 1500-an orang. Kami batasi karena fasilitas serta sarana dan prasarana belum memadai dan sedang dilengkapi. Kebanyakan melamar ke Fakultas Kedokteran, Fakultas Pendidikan, dan Hukum,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor II Unika Widya Mandira Kupang, Dr. Yolinda Yanti Sonbay, S.E., M.Sc., menjelaskan maksud kunjungan tersebut untuk menjajaki kerja sama antara kedua universitas.

Menurutnya, sebagai sesama universitas Katolik di Pulau Timor sejatinya perlu dibangun kerja sama yang lebih erat. Kerja sama itu selain dalam bentuk pertukaran dosen atau mahasiswa, juga kerja sama dalam implementasi tridarma perguruan tinggi.

“Ada satu isu aktual antara Timor Barat dan Timor Leste yakni isu perbatasan. Nah, Unwira dan UCT bisa berperan membantu rakyat di perbatasan melalui kegiatan pengabdian masyarakat atau juga melakukan penelitian bersama tentang isu ini. Selain berdampak untuk lembaga pendidikan, tentu ada hal positif yang dirasakan oleh masyarakat setempat,” ujar Dr. Yolinda.

“Kami sepulang dari sini akan mendiskusikan bersama pimpinan universitas terkait rencana penjajakan kerja sama ini. Semoga dalam waktu yang tidak lama bisa didesain pola dan bentuk kerja sama antara kedua perguruan tinggi Katolik ini sehingga bisa terbangun kerja sama yang lebih konkret dan saling berdampak,” jelasnya.

Gagasan ini ditanggapi positif oleh Rektor UCT bersama Pro Rektor. Mereka bersepakat untuk melakukan tridarma perguruan tinggi bersama dengan isu-isu aktual seperti isu perbatasan.

“Kami akan diskusikan ini lebih lanjut. Mudah-mudahan rekan-rekan dari Unwira Kupang juga bisa mendesain bentuk kerja samanya sehingga kita bisa melihat lagi secara bersama-sama sampai pada saatnya kita melakukan penandatanganan kerja sama,” kata Rektor UCT.

Selepas diskusi, dilanjutkan dengan peninjauan ke kampus UCT. Kepada rombongan dari Unwira Kupang dijelaskan rencana pengembangan dan pembangunan berbagai sarana dan prasarana di UCT untuk menopang ekosistem tridarma perguruan tinggi. (Iso/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here