SMKN 7 Kupang Bangun Kebersamaan melalui Pesantren Kilat

0
147
Mustapa Syafrudin, S.Pd.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Dalam rangka membangun rasa kebersamaan di antara warga sekolah, SMK Negeri 7 Kupang menggelar Pesantren Kilat Ramadan 1444 H pada Jumat – Senin, 25 – 27 Maret 2023. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala SMKN 7 Kota Kupang didampingi oleh Waka Humas, Waka Sarpras, Kasubag, dan Ketua Prodi Jurusan NKPI.

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMKN 7 Kupang, Mustapa Syafrudin, S.Pd., mengungkapkan, moderasi beragama adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada peserta didik agar nilai-nilai kemanusian tetap terpelihara dengan baik, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga saat berada di rumah maupun di masyarakat.

“Saya memilih materi Moderasi Beragama untuk menguatkan pemahaman akan kasih sayang dan saling menghargai kepada sesama umat beragama. Upaya ini, guna menanamkan pemahaman dan membangun kesadaran untuk saling menghargai terkait adanya perbedaan agama dimana saja mereka berada. Meskipun berbeda agama kita tetap sebangsa dan setanah air,” ungkap Mustapa kepada media ini pada perayaan HUT ke-11 SMKN 7 Kupang, Senin (27/03/2023).

“Islam adalah agama Rahmatan Lilalamin yang bisa membawa kebaikan kepada siapapun tanpa melihat latar belakang apapun. Kegiatan ini difokuskan kepada materi Fiqih, menangkal radikalisme, belajar berorganisasi dan moderasi beragama,” lanjutnya.

Mustapa menjelaskan, Pesantren Kilat merupakan kegiatan yang biasa dilakukan oleh sekolah pada saat bulan Ramadan, guna meningkatan keimanaan dan ketaqwaan serta berbudi pekerti luhur dalam bentuk aktualisasi pembiasaan hidup beragama. 

“Di dalamnya terdapat materi yang bertujuan mendidik dan mengajar para siswa dengan menggunakan sarana sekolah. Disebut kilat, karena dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Ada beberapa nilai yang terkandung dalam tata cara kehidupan pesantren kilat, antara lain adanya suasana kebersamaan dan kesederhanaan, kekerabatan dan kekeluargaan, adanya peningkatan pengalaman, penghayatan, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

“Pesantren kilat merupakan salah satu wahana alternatif kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka memantapkan pembinaan keimanan siswa  terhadap Tuhan. Bagi siswa yang beragama Islam dengan pola dan tata cara kehidupan pesantren yang dilakukan di dalam lingkungan sekolah,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, kegiatan Pesantren Kilat pada hari pertama dan kedua hanya diikuti oleh peserta didik beragama Islam, sementara pada puncak acara HUT SMKN 7 Kupang, kegiatan tersebut diikuti oleh semua warga sekolah dan para tamu undangan. Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. (Yosi Bataona/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here