Diseminasi Pencanangan Tahun Kongres Bahasa Indonesia XII

0
157

Jakarta, SEKOLAHTIMUR.COM – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan Diseminasi Pencanangan Tahun Kongres Bahasa Indonesia XII. Acara yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta ini merupakan sosialisasi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia ke-11 yang diselenggarakan pada tahun 2023. 

Kongres Bahasa Indonesia (KBI) sebagai forum tertinggi yang membahas masalah kebahasaan dan kesastraan di Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia telah diselenggarakan sejak tahun 1938 hingga sekarang. Pada tahun 2023, KBl kembali diselenggarakan dengan tema “Literasi dalam Kebhinekaan untuk Kemajuan Bangsa” dan slogan “Adibasa, Adiwangsa”.

“Adibasa, Adiwangsa” sebagai slogan Kongres Bahasa Indonesia XII menyiratkan keinginan luhur untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai sumber kekuatan untuk menjadi negara yang diperhitungkan di tingkat dunia sebagai bangsa yang maju dan utama.

Pemahaman tentang pentingnya bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing haruslah disertai dengan kesadaran akan kedudukan dan fungsinya masing-masing agar dapat membentuk identitas yang kuat serta kemampuan bersaing yang unggul dalam upaya memajukan bangsa dan negara.

KBI XII Tahun 2023 memiliki tiga subtema utama, yaitu “Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah’ dengan pembicara utama Stefania Giannini (Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk Pendidikan), “Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia” dengan pembicara utama Najwa Shihab, dan “Internasionalisasi Bahasa Indonesia” dengan pembicara utama Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri Republik Indonesia). 

Subtema pertama yaitu Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah, subtema kedua yaitu Literasi dan Sastra Bahasa Indonesia, lalu subtema ketiga yaitu Internasionalisasi Bahasa Indonesia yang Bermuara pada Peningkatan Literasi Bahasa dan Sastra Daerah dan Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kongres Bahasa Indonesia XII memiliki berbagai rancangan kegiatan, yakni pemakalah dan peserta, pengumuman pemakalah terpilih dan peserta terpilih, diseminasi kebahasaan dan kesastraan, pameran virtual, kelas mahir, dan persidangan.  Berikut tahap-tahap kegiatan yang berkaitan dengan pemakalah dan peserta terpilih:

Pendaftaran Pemakalah: 16 Januari – 2 Mei 2023

Pendaftaran Peserta: 16 Januari – 2 Juli 2023

Pengumuman Pemakalah Terpilih: 2 Juni 2023

Pengumuman Peserta Terpilih: 2 Agustus 2023 

Ada pula kegiatan diseminasi kebahasaan dan kesastraan pada bulan Maret hingga September. Diseminasi ini akan mencakup berbagai kegiatan, seperti seminar, diskusi, dan lokakarya (workshop) dengan pembahasan tentang kebahasaan dan kesastraan.

Pada bulan September hingga Oktober diselenggarakan Kelas Mahir sebagai program pelatihan intensif bagi para profesional di bidang kebahasaan. Program Kelas Mahir ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi para profesional di bidang kebahasaan untuk mengembangkan wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka. Ada dua bidang yang akan dilatihkan dalam Kelas Mahir, yaitu Leksikograf Korpus dan Linguistik Forensik. Narasumber Kelas Mahir Leksikografi Korpus adalah Michael Rundell, Miloš Jakubíček, dan Vojtěch Kovář. Sementara itu, narasumber Kelas Mahir Linguistik Forensik adalah E. Aminudin Aziz, Tahmineh Tayebi, dan staf dari Aston University.

Tahapan terakhir dalam Kongres Bahasa Indonesia XI adalah persidangan yang akan diadakan pada tanggal 26 hingga 29 Oktober 2023. Pada tanggal 28 Oktober, rekomendasi hasil kongres akan diserahkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kepada Presiden Republik Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz berharap KBI XIl dapat menghasilkan rekomendasi yang akan menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan dalam melakukan tugas dan fungsi pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia.

“Kongres ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahasa Indonesia serta memperkukuh eksistensinya dalam perspektif global,” ungkap E. Aminudin Aziz. (kemdikbud.go.id/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini