Ketua PGRI TTS: Maknai Hardiknas dengan Atasi Rapor Merah Pendidikan

0
284
Yunus Misa, S.Pd.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Dalam rangka memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dibutuhkan upaya dan dukungan semua pihak agar bertanggung jawab serta membangun kesadaran bersama dalam membangun pendidikan. Rapor merah pendidikan atau rendahnya mutu pendidikan suatu bangsa dapat diatasi dengan menumbuhkan budaya literasi di setiap satuan pendidikan secara terus-menerus dan konsisten.

Demikian disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yunus Misa, S.Pd, saat ditemui media ini pada Senin (1/5/2023). Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari hidup manusia. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran untuk menerima situasi yang kurang dan berusaha membangun kembali pendidikan dengan sinergisitas.

“Pendidikan dapat disebut sebagai kebutuhan utama bagi manusia. Untuk alasan inilah maka pemerintah menetapkan berbagai program untuk meningkatkan pendidikan di daerah-daerah maupun di satuan-satuan pendidikan,” ungkapnya.

—–

“Terkait dengan perkembangan pendidikan di daerah kita, saya berani mengatakan bahwa pendidikan di daerah kita belum maksimal atau masih bertumbuh dan berkembang, bahkan masih di bawah standar. Terkait dengan hasil rapor pendidikan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud untuk daerah TTS baik itu untuk jenjang SD maupun SMP, rata-rata masih sangat rendah, bahkan ada beberapa sekolah yang sangat jauh di bawah standar. Nah, untuk keluar dari zona merah ini perlu dibangun sinergitas, baik itu dinas, sekolah maupun mitra-mitra yang lain,” jelas Yunus Misa yang juga menjabat sebagai Koordinator Pengawas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS.

Ia mengungkapkan, program-program yang dicanangkan oleh pemerintah adalah sebuah bentuk dukungan dan motivasi untuk mengatasi persoalan pendidikan tersebut.

—–

“Program dari Kemendikbud seperti guru penggerak, merdeka belajar dan Ayo Guru Berbagi (AGB), berusaha untuk memotivasi serta mendukung berbagai kiat yang dilakukan oleh sekolah dan pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Momentum Hardiknas, tandasnya, harus dimaknai dengan terus-menerus menyuarakan merdeka belajar sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah, tetapi jauh daripada itu untuk mengarahkan para peserta didik agar meningkatkan minat belajar demi masa depan yang lebih baik.

“Lewat momen peringatan Hardiknas tahun 2023 ini, Kemendikbud menetapkan bulan Mei ini sebagai bulan Merdeka Belajar. Untuk itu kita harus mendukungnya secara bersama-sama dan menanamkan pemahaman yang sama tentang merdeka belajar. Artinya, kita berusaha memotivasi anak-anak untuk belajar apa saja yang benar-benar berguna bagi kebutuhan hidupnya,” ungkapnya.

—–

“Merdeka Belajar tidak mengadung pengertian bahwa tidak belajar atau bebas belajar, nah ini yang keliru. Yang benar adalah anak-anak diberi kesempatan untuk belajar apa saja, yang penting apa yang dipelajarinya itu bermanfaat bagi keberlanjutan hidupnya,” tandasnya.

Ia menambahkan, pengembangan dan peningkatan literasi adalah bagian penting yang harus mendapat perhatian khusus dari Pemda dan sekolah. Oleh karenanya, literasi yang baik menjadi jalan keluar bagi rendahnya rapor pendidikan di setiap daerah.

“PGRI TTS menaruh perhatian penting pada pengembangan literasi, khususnya di jenjang pendidikan dasar. yang harus diutamakan adalah pengembangan literasi dasar bagi anak-anak, karena anak mau belajar, tapi dia tidak mengerti, itu sama saja,” ujarnya.

“Untuk berhasil, literasi ini harus ditumbuh-kembangkan atau dibiasakan dari para guru, sebab apabila guru tidak membiasakan diri untuk berliterasi, bagaimana bisa mengajarkan anak-anak untuk berliterasi. Mengenai rapor pendidikan kita yang rendah, saya rasa pengembangan literasi penting dan tidak dapat ditawar. Saya berterima kasih kepada dinas PK Kabupaten TTS yang menaruh perhatian penting pada pengembangan literasi dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS),” pungkasnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini