Kantor Bahasa Provinsi NTT Tingkatkan Mutu Program BIPA

0
86
Pose bersama panitia, narasumber, dan peserta kegiatan Bimtek Program BIPA di Kota Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan mutu pengembangan dan pelaksanaan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Provinsi NTT. Salah satu upaya tersebut yakni melalui kegiatan Bimbingan Teknis Program BIPA yang diselenggarakan pada Kamis – Jumat, 20 – 21 Juli 2023 di Hotel Neo, Kota Kupang.

Sasaran dari kegiatan ini adalah 30 pengajar BIPA dan pengajar mata pelajaran atau mata kuliah kebahasaan yang berpotensi mengajarkan BIPA, baik di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi. Peserta yang mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini sebagian besar merupakan peserta kegiatan Diseminasi Program BIPA di Kota Kupang pada tahun 2022.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Elis Setiati, S.Pd., M.Hum., mengungkapkan, tujuan umum kegiatan bimbingan teknis ini adalah meningkatkan mutu pengembangan dan pelaksanaan program BIPA di tingkat provinsi.

“Dengan tujuan khususnya yakni untuk meningkatkan kompetensi profesional, pedagogis, kepribadian, sosial, dan wawasan pengajar BIPA serta calon pengajar BIPA,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada panitia, narasumber, dan peserta yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. Ia berjanji, pihaknya akan terus memfasilitasi keberlanjutan program ini ke depan.

Sementara itu mewakili peserta kegiatan, Dr. Patrisius Kami, S.Pd., M.Hum., mengungkapkan, program BIPA merupakan program yang bermartabat. Hal ini berangkat dari pendasaran bahwa bahasa Indonesia tidak hanya merupakan sarana komunikasi melainkan juga sarana untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar dan menjadikan Indonesia lebih baik ke depan.

Ia mengaku selama kegiatan peserta telah mendapatkan banyak hal yang merupakan bekal penting bagi seorang calon pengajar BIPA seperti bagaimana membuat materi ajar. Sekalipun demikian, proses belajar harus terus berlanjut karena waktu pelatihan dua hari sangat singkat.

“Ada hal-hal penting yang harus kami pelajari terus. Kami juga berharap calon-calon pengajar BIPA terus dibimbing,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di NTT. Dalam kegiatan ini panitia menghadirkan narasumber dari IALF Bali, Anggota KKLP BIPA Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Pustanda), serta Pengajar BIPA dari SMA Syuradikara Ende. (RF/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini